Whatsapp Share Like Simpan

Keguguran menjadi risiko yang bisa terjadi ketika Ibu sedang berada di masa kehamilan. Namun, kondisi ini bisa dicegah dengan mendeteksi tanda keguguran sedini mungkin, Bu. Dengan begitu, ibu hamil bisa segera mendapatkan penanganan sehingga risiko kematian pada janin bisa ditekan.

Keguguran atau abortus sendiri adalah gagalnya kehamilan sebelum usia kandungan 20 minggu. Tanda utama keguguran adalah adanya pendarahan di vagina dan mengalami nyeri perut. Namun, kedua tanda keguguran itu tidak secara spesifik menandai kematian pada janin sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kondisi janin dan kehamilan masih bisa dipertahankan meskipun sudah terdapat tanda keguguran disebut dengan 'ancaman keguguran' atau ‘abortus iminens' (threatened abortion). Ibu harus mengetahui tanda keguguran karena tak sedikit ibu hamil yang tak menyadari mengalami keguguran dan terkadang ibu mengalami keguguran sebelum mengetahui bahwa sedang hamil.

Beberapa Tanda Keguguran

Ibu harus mewaspadai beberapa tanda keguguran berikut ini dan memerlukan pertolongan pertama medis untuk menekan risiko kematian pada janin:

Tanda Keguguran: Pendarahan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pendarahan menjadi tanda keguguran paling umum terjadi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua pendarahan akan berujung dengan keguguran. Perdarahan ringan dengan bercak berwarna merah mudah atau cokelat biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Perdarahan ringan juga umumnya berlangsung selama 1–2 minggu.

Artikel Sejenis

Lain hal jika pendarahan yang keluar berwarna merah cerah dengan volume yang banyak atau gumpalan berwarna merah muda. Kondisi ini bisa menjadi tanda keguguran. Pendarahan ini pun bisa disertai dengan nyeri perut, juga tidak. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penangan darurat yang tepat.

Tanda Keguguran: Sakit di Bagian Bawah Perut

Jika mengalami sakit yang menusuk di bagian bawah perut, kondisi ini bisa menjadi tanda keguguran. Namun, tidak semua rasa nyeri di bagian bawah perut merupakan tanda keguguran. Rasa tidak nyaman pada perut atau merasakan perut kencang bisa merupakan bentuk pertumbuhan janin.

Perdarahan yang disertai rasa nyeri patut diwaspadai sebagai tanda-tanda keguguran. Bagian tubuh yang terasa nyeri biasanya adalah panggul, perut, dan punggung belakang. Rasa nyeri ini biasanya terasa lebih hebat dibandingkan nyeri haid dan bisa muncul terus-menerus atau sesekali.

Tanda Keguguran: Tak Ada Pergerakan Janin

Keguguran umumnya terjadi saat usia kehamilan belum mencapai 20 minggu, namun keguguran terlambat bisa juga terjadi ketika usia kehamilan di 24 minggu. Salah satu tanda keguguran terlambat atau late miscarriage adalah adanya penurunan pergerakan bayi.

Umumnya gerakan bayi akan terasa pada minggu ke-16 dan gerakan janin sebelum masa kehamilan 16 minggu dianggap normal. Oleh karena itu ibu hamil harus mewaspadai kondisi janin tidak bergerak selama beberapa hari dan segera periksakan kondisi kehamilan ke dokter. 

Tanda Keguguran: Adanya Perubahan Tanda Kehamilan

Tanda keguguran berikutnya adalah terjadinya perubahaan tanda tanda kehamilan seperti tak merasakan mual atau muntah. Jika kondisi ini terjadi di awal-awal kehamilan, bisa jadi ini merupakan tanda keguguran. Namun, perlu diingat bahwa perubahan ini juga dapat terjadi karena adanya faktor lain, seperti hormon kehamilan.

Tanda Keguguran: Keluar Cairan dari Vagina

Cairan atau jaringan yang keluar dari vagina juga bisa menjadi salah satu tanda keguguran. Jika kondisi ini terjadi, letakkan jaringan yang keluar dari vagina itu ke dalam wadah yang bersih dan bawalah ke dokter untuk mendapatkan analisa lebih lanjut. 

Penyebab Keguguran

Ada beragam penyebab keguguran dan terkadang tidak selalu bisa ditentukan secara pasti. Pada umumnya, keguguran terjadi karena perkembangan janin yang tidak normal akibat kelainan genetik atau masalah di plasenta. Namun, pada umumnya ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya keguguran:

  • Usia saat mengandung sudah tergolong usia tua atau di atas 35 tahun.
  • Penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit ginjal.
  • Penyakit autoimun, misalnya lupus dan sindrom antifosfolipid.
  • Penyakit infeksi, seperti toxoplasmosis, rubella, sifilis, malaria, HIV, dan gonore.
  • Riwayat keguguran sebelumnya.
  • Gaya hidup yang tidak sehat saat hamil, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau menyalahgunakan narkoba.
  • Terpapar radiasi atau racun baik di tempat kerja atau lingkungan tempat tinggal.
  • Pembukaan leher rahim yang terlalu dini tanpa adanya tanda-tanda persalinan.
  • Kelainan rahim, misalnya serviks yang lemah (inkompetensi serviks) dan miom.

Keguguran Berulang

Jika ibu hamil mengalami keguguran berulang kali (abortus habitualis) maka perlu diketahui faktor yang bisa menjadi penyebabnya. Untuk mendapatkan hasil diagnosa, dokter kandungan akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan USG transvaginal

    Melalui USG transvaginal, dokter bisa memeriksa kondisi rahim dengan lebih detail, untuk mendeteksi adanya kelainan.

  • Pemeriksaan gen

    Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa apakah ada kelainan genetik pada pasien atau pasangannya.

  • Tes darah

    Tes ini dilakukan untuk memeriksa adanya gangguan tertentu yang dapat menyebabkan keguguran, misalnya gangguan hormon, penggumpalan atau pengentalan darah, dan infeksi.

Pencegahan Keguguran

Seperti yang dijelaskan di atas, tanda keguguran ada beberapa macam. Keguguran sendiri menjadi risiko yang bisa terjadi ketika Ibu sedang berada di masa kehamilan. Namun, kondisi ini bisa dicegah dengan mendeteksi tanda keguguran sedini mungkin, Bu. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

  • Menerapkan pola hidup sehat dengan menghindari merokok saat hamil. Ayah juga tidak boleh merokok di dekat ibu hamil. Selain itu, hindari mengonsumsi minuman beralkohol saat masa kehamilan.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang untuk mendapatkan asupan nutrisi dan gizi yang diperlukan oleh janin.
  • Hindari faktor infeksi penyakit yang bisa menyebabkan keguguran seperti rubella. Salah satunya dengan cara melakukan vaksin.
  • Hindari untuk melakukan olahraga secara berlebihan, lebih baik berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan kegiatan olahraga.

Pemulihan Pasca Keguguran

Waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan setelah keguguran adalah beberapa hari hingga seminggu. Namun, sering kali ibu hamil yang baru saja mengalami keguguran mengalami guncangan secara emosional, atau bahkan depresi setelah keguguran. Kondisi ini membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Oleh karena itu, sangat diperlukan dukungan dari pasangan dan keluarga. Setelah mengalami keguguran, umumkan menstruasi kembali setelah 1 hingga 1,5 bulan pasca keguguran dan dapat kembali hamil dengan sehat.Selain mengetahui tanda keguguran dan penyebabnya, penting bagi Ibu untuk selalu menjaga kesehatan diri sendiri dan janin dalam kandungan hingga proses persalinan tiba. Salah satu caranya yaitu dengan memenuhi asupan nutrisi harian yang berkualitas. Ada banyak nutrisi Ibu hamil yang harus dikonsumsi, seperti protein, karbohidrat, lemak, serta berbagai vitamin dan mineral. Selain asupan nutrisi dari makanan sehari-hari, Ibu juga harus rutin mengonsumsi susu yang diformulasikan khusus Ibu hamil dan Ibu menyusui sebagai tambahan nutrisi. Ibu bisa memilih Frisian Flag MAMA yang mengandung protein, serat pangan, vitamin B9 (asam folat), zat besi, dan kalsium untuk mendukung kesehatan Ibu dan si Kecil selama di dalam kandungan hingga setelah lahir.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz