Share Like
Simpan

Ketika hamil dulu, saya sempat merasa risi dan kebingungan ketika mendengar berbagai pantangan makanan bagi Ibu hamil dari orang-orang tercinta. Apalagi, beberapa pantangan terkesan tidak masuk akal. Apakah Ibu juga merasakan hal sama? Tak perlu sedih, Bu. Tampaknya, mitos makanan ibu hamil tak hanya ada di Indonesia, tapi juga di berbagai negara. Penasaran seperti apa mitos di negara lain? Simak yuk, Bu!

1. Jepang

Tahukah Ibu, para Ibu hamil di Jepang pantang mengonsumsi makanan pedas. Berdasarkan mitos makanan kehamilan di Jepang, makanan pedas berisiko membuat si Kecil terlahir sebagai anak pemarah. Mitos ini muncul karena makanan pedas bersifat panas. Selain itu, Ibu hamil di Jepang juga pantang melihat api. Menurut kepercayaan masyarakat, api dipercaya dapat menimbulkan tanda lahir tertentu di tubuh bayi.

2. Portugal

Menurut mitos yang beredar di Portugal, jenis kelamin janin dipengaruhi bentuk buah dan sayuran yang sering dikonsumsi Ibu saat hamil, lho. Bila Ibu hamil sering mengonsumsi sayuran dan buah berbentuk bulat, dipercaya bayi yang akan lahir adalah perempuan. Apabila Ibu sering mengonsumsi buah dan sayuran berbentuk lonjong, dipercaya bayi yang akan lahir adalah laki-laki. Selain itu, warga Portugal juga menjauhkan Ibu hamil dari hewan peliharaan. Menurut kepercayaan mereka, Ibu hamil yang berinteraksi dengan hewan peliharaan dipercaya akan melahirkan bayi berbulu lebat.

3. Tiongkok

Lain di Portugal, lain pula di Tiongkok. Di negara ini, Ibu hamil dilarang mengonsumsi kepiting. Menurut kepercayaan warga, konsumsi kepiting pada Ibu hamil bisa membuat si Keci tumbuh menjadi anak nakal atau memiliki lebih dari 10 jari di kedua tangannya. Selain itu, warga juga percaya bahwa mengonsumsi cumi-cumi bisa membuat rahim Ibu lengket. Wah, seram ya, Bu!

4. India

Ternyata, berbagai wilayah di India memiliki mitos yang berbeda-beda, lho! Di wilayah Andrha Pradesh, Ibu hamil dilarang mengonsumsi makanan berwarna cerah, seperti pepaya dan labu kuning. Warga percaya bahwa makanan ini terlalu panas untuk janin. Di wilayah Gujarat, Ibu hamil tidak dianjurkan mengonsumsi susu, yoghurt, pisang, dan makanan berwarna putih lainnya. Warga menganggap makanan berwarna putih terlalu dingin untuk janin.

5. Tanzania

Apabila di berbagai belahan negara daging menjadi salah satu asupan nutrisi rekomendasi bagi Ibu hamil, hal sebaliknya terjadi di Tanzania. Di sini, Ibu hamil pantang mengonsumsi daging. Mereka percaya bahwa sifat hewan yang dikonsumsi akan menurun ke janin.

Wah, ternyata pantangan bagi Ibu hamil di setiap negara bisa berbeda-beda, ya. Sebelum mempercayai mitos-mitos tersebut, ada baiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai makanan yang baik dikonsumsi selama masa kehamilan. Lagipula, setiap kehamilan itu unik dan berbeda-beda, bukan? Nah, semoga info ini bisa menambah pengetahuan seputar mitos makanan Ibu hamil, ya.