Share Like
Simpan

Selamat pagi, Bu! Sarapan apa hari ini? Berbicara mengenai pola makan, selama ini banyak beredar mitos mengenai gizi ibu hamil misalnya saja harus makan 2 kali lipat dari biasanya atau dilarang mengonsumsi ikan karena tinggi kandungan merkuri. Benarkah mitos-mitos ini?

Agar Ibu mengetahui lebih jelas kebenaran mitos seputar gizi ibu hamil tersebut, yuk simak penjelasan berikut ini:

1. Saat hamil harus makan 2 kali lipat

Beredar mitos yang mengatakan bahwa wanita mengandung harus makan 2 kali lebih banyak untuk mendapatkan asupan gizi yang lebih bagus pula. Faktanya, selama mengandung Ibu hanya membutuhkan tambahan 300 kalori per hari yang bisa didapat dari segelas susu atau setengah porsi sandwich.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), bahwa wanita hamil tak perlu makan hingga 2 kali lipat dan cukup mengonsumsi kudapan tambahan dengan kandungan gizi cukup.

2. Kurangi mengonsumsi ikan selama hamil karena mengandung merkuri

Memang benar beberapa jenis ikan, seperti hiu, swordfish atau ikan todak, tilefish, dan makerel mengandung merkuri yang cukup tinggi sehingga harus dihindari saat mengandung. Namun, jenis ikan lainnya harus terus dikonsumsi karena dapat mencukupi gizi yang dibutuhkan ibu hamil seperti Omega 3.

Selain itu, jenis ikan lainnya juga kaya akan protein dan rendah kandungan lemak sehingga cocok dijadikan santapan untuk memenuhi gizi ibu hamil sekaligus bermanfaat bagi perkembangan otak dan mata janin.

3. Wanita hamil boleh makan apapun selama masa “ngidam”

Tak hanya di Indonesia, fenomena ini ternyata juga dikenal di luar negeri dengan nama craving. Selama ini banyak orang yang berpikir makanan apapun yang diinginkan oleh wanita hamil harus dituruti karena berpengaruh terhadap pertumbuhan janin, padahal hal ini sama sekali tidak benar.

Makanan yang diinginkan wanita hamil tidak selalu harus dituruti, terlebih lagi jika tidak mengandung gizi yang dibutuhkan. Selain itu, Ibu juga harus menghindari makanan yang tidak mengandung kalori (empty-calorie food) seperti cookies, permen, dan minuman ringan karena tidak memiliki manfaat apa pun untuk tubuh .

4. Berat badan ibu hamil pengaruhi janin

Jika 3 mitos lain seputar gizi ibu hamil tersebut terbukti salah, beda halnya dengan yang satu ini karena berat badan wanita hamil memang berpengaruh terhadap janinnya. Meski makan berlebihan tidak baik, namun ibu hamil yang berat badannya kurang juga berisiko mengalami keguguran.

Untuk itu, jangan menghindari makanan penuh gizi yang dibutuhkan hanya karena takut berat badan naik. Peningkatan berat badan selama kehamilan adalah hal yang wajar kok Bu, dan bisa dikontrol melalui pola hidup sehat serta olahraga teratur.

Mulai sekarang, Ibu tak boleh langsung percaya saat mendengar berbagai mitos seputar gizi ibu hamil karena tak semuanya benar. Tanyakanlah hal tersebut kepada dokter atau ahli gizi ibu hamil terpercaya untuk mengetahui kebenarannya sehingga kesehatan Ibu dan janinpun bisa tetap terjaga.