Whatsapp Share Like Simpan

ASI merupakan asupan utama bagi bayi berusia 0-6 bulan dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun yang dibarengi dengan MPASI. Semua Ibu pasti akan berusaha untuk memberikan buah hatinya ASI secara maksimal. Sayangnya, beberapa Ibu ada yang mengalami kendala ASI tidak keluar atau hanya keluar sedikit. Sedih sekali ya, Bu, kalau sampai mengalami hal tersebut? Kata orang tua zaman dulu, ibu menyusui harus rutin mengonsumsi makanan pelancar ASI. Hal ini benar adanya, Bu, karena di dalam makanan tersebut mengandung zat yang dapat membantu memperlancar dan menjaga kualitas ASI. Tahukah Ibu, apa saja jenis makanan pelancar ASI? Yuk, catat daftarnya berikut ini: 

  1. Daun Katuk

    Ibu pasti sudah tahu, ya, kalau daun katuk sudah dikenal sejak lama sebagai makanan pelancar ASI. Ini karena sayuran ini mengandung laktagogum yang efektif dalam meningkatkan produksi ASI. Tak hanya itu, daun katuk juga mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, B, C, zat besi, dan kalsium yang tentunya dapat memberikan banyak manfaat bagi Ibu selama menyusui.

  2. Daun Kelor

    Selain daun katuk, daun kelor juga direkomendasikan oleh IDAI sebagai makanan pelancar ASI. Saat mengkonsumsi daun kelor, Ibu akan mendapatkan manfaat lainnya dari segi kesehatan. Tanaman ini dipercaya baik dalam menjaga kestabilan gula darah, tekanan darah, anemia, dan masalah malnutrisi.

  3. Salmon

    Tak hanya baik dikonsumsi selama hamil, salmon ternyata juga bisa menjadi makanan pelancar ASI lho. Kandungan omega 3 dan asam lemak esensial di dalamnya bisa membantu memperlancar jumlah ASI. Mengkonsumsi salmon saat menyusui turut mendukung perkembangan dan kecerdasan otak bayi.

  4. Oat

    Oat adalah makanan yang kaya akan kandungan gizi, mulai dari vitamin B, serat, kalsium, hingga zat besi. Dikarenakan terbuat dari gandum, maka oat akan bermanfaat untuk memperbanyak produksi ASI selama menyusui buah hati. Jadikan oat sebagai sarapan yang ditambahkan dengan aneka buah-buahan menyegarkan yang juga kaya nutrisi.

    Artikel Sejenis

  5. Beras Coklat

    Berdasarkan sebuah studi yang berkaitan tentang ASI, beras coklat dikatakan efektif dalam merangsang hormon yang dapat meningkatkan kadar ASI. Selain sebagai makanan pelancar ASI, beras ini juga lebih sehat jika dibandingkan dengan beras putih karena mampu memberikan ekstra energi yang Ibu perlukan setelah melahirkan. 

  6. Ubi

    Kandungan beta karoten di dalam ubi bermanfaat untuk membantu memperbanyak suplai ASI. Di dalam makanan pelancar ASI ini juga terkandung berbagai zat gizi lainnya, mulai dari vitamin B1, B2, B6, fosfor, potasium, serat, hingga magnesium yang efektif untuk memberikan rasa santai agar Ibu terhindar dari stres karena lelah mengurus bayi. Makanan pelancar ASI ini bisa Ibu olah menjadi hidangan kesukaan yang bernutrisi. 

    Baca juga: Tips Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu (ASI)

  7. Bayam

    Dalam setiap rekomendasi asupan nutrisi, sayuran hijau ini selalu masuk ke dalam salah satu daftarnya. Yup! Bayam memang termasuk sayuran yang memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai makanan pelancar ASI. Menurut sebuah penelitian, kadar zat besi di dalam tubuh berpengaruh dengan suplai ASI. Jadi, jika kadar zat besi rendah, suplai ASI akan ikut menurun. Untuk itu, ibu menyusui disarankan untuk mengkonsumsi bayam dengan rutin karena kandungan phytoestrogen di dalamnya dapat meningkatkan kadar ASI. Bayam juga baik dikonsumsi setelah melahirkan karena akan membantu mengembalikan kadar zat besi yang hilang jika mengalami perdarahan saat melahirkan.

  8. Wortel

    Wortel merupakan sumber vitamin A yang sangat dikenal sebagai nutrisi yang menyehatkan mata. Namun ternyata vitamin A juga baik dalam meningkatkan jumlah ASI lho, Bu. Inilah sebabnya wortel juga termasuk sebagai kategori makanan pelancar ASI yang disarankan untuk rutin dikonsumsi para ibu menyusui.

  9. Asparagus

    Sayuran yang satu ini juga disebut sebagai salah satu asupan wajib bagi Ibu yang sedang dalam masa menyusui. Asparagus mampu merangsang hormon-hormon yang berperan dalam memproduksi ASI. Selain itu, makanan pelancar ASI ini juga tinggi akan kandungan vitamin A, K, dan serat, sehingga akan membantu meningkatkan sistem imun, membantu proses pembekuan darah, dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.

  10. Pare

    Meski rasanya pahit, tapi siapa sangka kalau pare merupakan salah satu makanan pelancar ASI. Ya, pare merupakan sayuran yang tinggi kandungan fitonutrien dan folat yang dapat merangsang kelancaran ASI. Di dalam pare juga terkandung vitamin K, fitokimia lutein, likopen dan antioksidan. Untuk menghilangkan rasa pahitnya, potong-potong pare secara tipis lalu lumuri dengan garam sambil diremas-remas. Setelah itu, tumis pare untuk dijadikan lauk bersama nasi.

  11. Pepaya Muda

    Pepaya muda dapat meningkatkan hormon oksitosin di dalam tubuh yang akan berpengaruh pada produksi ASI. Buah ini juga mengandung banyak vitamin dan mineral, seperti vitamin A, B, C, dan E. Memiliki kandungan kalori yang rendah, Ibu bisa mengkonsumsi pepaya muda sebagai makanan pelancar ASI dengan mencampurkannya bersama sayuran lain untuk dijadikan hidangan yang lezat. 

  12. Yogurt

    Yogurt merupakan produk susu yang memiliki banyak manfaat berkat berbagai nutrisi yang ada di dalamnya. Di dalam yoghurt terkandung nutrisi seperti protein, vitamin B12, fosfor, kalsium, dan potasium dalam kadar yang tinggi. Mengkonsumsi yoghurt secara teratur dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh, menyehatkan sistem pencernaan, dan tentunya bisa menjadi salah satu pilihan makanan pelancar ASI untuk Ibu dan si Kecil. 

  13. Kacang-kacangan

    Beberapa jenis kacang-kacangan, seperti almond, macadamia, dan mete, merupakan pilihan populer makanan pelancar ASI. Ketiganya juga mengandung lemak baik dan antioksidan, sehingga dapat berfungsi sebagai penangkal radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh. Kacang bisa dijadikan sebagai camilan sehat ketika perut lapar setelah menyusui. Namun sebaiknya olah sendiri kacang tersebut agar bebas dari zat-zat berbahaya ya, Bu.

  14. Biji Chia

    Biji chia atau chia seeds mengandung nutrisi yang baik dikonsumsi oleh Ibu selama menyusui, seperti protein, asam lemak omega 3, dan serat. Karenanya, biji chia dapat berfungsi sebagai makanan pelancar ASI, melancarkan sistem pencernaan, dan meningkatkan metabolisme tubuh. Chia seeds bisa dikonsumsi dengan cara direndam dulu semalaman. Setelah itu, Ibu bisa menaburkannya di atas oats, pudding, atau smoothies sebagai sarapan di pagi hari.

  15. Fenugreek

    Fenugreek merupakan tanaman herbal yang sering direkomendasikan oleh IDAI sebagai galaktagog atau obat untuk memperlancar ASI. Hal ini telah dibuktikan melalui penelitian yang melibatkan 1.200 ibu. Setelah mengkonsumsi fenugreek selama 24-72 jam, produksi ASI pun mengalami peningkatan. Selain itu, makanan pelancar ASI ini juga efektif dalam menyembuhkan berbagai penyakit, seperti sakit karena menstruasi, batuk, sakit tenggorokan, dan bronkitis.

Selain berbagai jenis makanan pelancar ASI di atas, Ibu juga perlu menambah asupan nutrisi dari susu agar kualitas ASI tetap terjaga. Susu yang bisa jadi pilihan untuk Ibu menyusui adalah Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA karena susu ini mengandung semua nutrisi yang Ibu butuhkan untuk memperlancar ASI, di antaranya zat gizi makro: protein, karbohidrat dan lemak, Serat pangan (Inulin), Tinggi Zat Besi, Tinggi Kalsium, Tinggi Asam folat, serta 29 multivitamin dan mineral. Semua kandungan ini diperlukan sebagai tambahan nutrisi harian bagi Ibu dan buah hati.

Memperbanyak Produksi ASI

Selain mengonsumsi makanan yang bisa pelancar ASI, ibu juga bisa melakukan beberapa hal berikut untuk memperbanyak produksi ASI. Meski begitu, lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbanyak produksi ASI tidak selalu sama pada setiap orang.

  1. Tingkatkan Frekuensi Menyusui

    Jangan berputus asa ketika produksi ASI tidak terlalu banyak atau tidak keluar setelah melahirkan. Dengan terus menyusui akan semakin akan semakin banyak pasokan ASI di dalam payudara. Salah satu cara agar memperlancar produksi ASI dan membuatnya lebih banyak yakni dengan meningkatkan frekuensi menyusui.

    Proses ini biasa dikenal dengan nama let down reflex yang membantu merangsang kontraksi pada otot-otot payudara. Alhasil, ASI bisa mengalir dengan lancar sehingga bisa menjadi cara memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

  2. Ciptakan Lingkungan yang Nyaman Saat Menyusui

    Hindari stres, cemas, bahkan depresi saat menyusui sebab tanpa sadar kondisi ini bisa memengaruhi produksi ASI Ibu sehingga menghambat proses produksi ASI. Usahakan untuk menciptakan lingkungan yang tenang dan santai saat menyusui agar tubuh dan pikiran Ibu lebih nyaman.

  3. Perhatikan Posisi Bayi Saat Menyusui

    Langkah selanjutnya adalah memerhatikan posisi perletakan bayi saat menyusui. Perlekatan yang sesuai saat menyusui bisa menjadi satu dari beberapa cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI. Kondisi yang sering disebut dengan latch on ini adalah menempatkan mulut bayi dengan puting susu di posisi menyusui yang tepat.

    Tujuan utama latch on sebenarnya untuk mencegah munculnya luka, nyeri, bahkan sakit pada puting susu ibu karena posisi isapan bayi yang kurang tepat. Namun sebenarnya, latch on yang tepat juga bisa menjadi cara memperbanyak produksi ASI.

  4. Menyusui dari Kedua Sisi Payudara

    Cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI adalah membiarkan si kecil menyusui secara bergantian di kedua sisi payudara. Biarkan bayi menyusu dari sisi payudara pertama hingga berhenti dengan sendirinya baru kemudian berikan sisi payudara yang lain. Adanya rangsangan yang sama pada kedua sisi payudara bisa menjadi cara untuk memperlancar produksi ASI. 

  5. Cukupi Kebutuhan Gizi

    Asupan gizi yang didapatkan dari makanan sehari-hari juga harus terpenuhi dengan baik. Bukan hanya bagi kesehatan tubuh Ibu, hal ini juga dilakukan untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI. Makanan bergizi yang mengandung vitamin dan mineral penting yaitu buah-buahan, sayuran hijau, daging, ayam, ikan, telur, dan lainnya penting sebagai langkah untuk memperbanyak ASI.

  6. Istirahat Cukup

    Kurangnya kualitas tidur akan berpengaruh pada produktivitas ASI. Oleh karena itu, Ibu harus bisa memanfaatkan waktu dan mengaturnya serta istirahat yang cukup. Ketika anak sedang tidur, luangkanlah waktu untuk beristirahat juga. Kurangi dan atur jadwal dengan baik untuk melakukan aktivitas tambahan. Jangan sampai berlebihan berkegiatan yang kurang perlu sehingga membuat Ibu menjadi kelelahan.

  7. Memijat Payudara untuk Memperlancar ASI

    Cara selanjutnya untuk memperlancar ASI adalah dengan melakukan pijatan di payudara. Hal ini bisa Ibu lakukan sambil menyusui dengan melakukan pijatan secara perlahan. Teknik pijat sebagai cara untuk memperbanyak atau memperlancar produksi ASI bisa dilakukan mulai dari sisi luar payudara ke arah bagian dalam.

Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu dan Bayi

ASI eksklusif sebaiknya diberikan kepada bayi sejak lahir hingga usianya enam bulan. Selama periode tersebut, sebaiknya si Kecil hanya mengonsumsi ASI, tanpa ada tambahan asupan dari makanan apapun. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk terus meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi makanan pelancar ASI seperti yang sudah di jelaskan di atas. Sebab, ASI eksklusif bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan Ibu dan bayi, di antaranya:

  • Menjaga sistem imun tubuh bayi
  • Membantu meningkatkan kecerdasan bayi
  • Berat badan bayi lebih seimbang
  • Tulang bayi lebih kuat
  • Bayi mendapat banyak asupan kolesterol 
  • Mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)
  • Memperkuat hubungan antara Ibu dan si Kecil
  • Mengurangi stres pada Ibu
  • Sebagai KB alami
  • Mengurangi perdarahan rahim usai persalinan
  • Membantu Ibu menurunkan berat badan
  • Menghemat biaya pengeluaran 

Untuk mendapatkan manfaat di atas, pastikan Ibu menerapkan pola makan sehat, istirahat dan tidur yang cukup, serta kurangi stres agar produksi ASI tetap terjaga. Minta Ayah untuk sama-sama mengurus bayi ya, Bu, agar beban Ibu tidak terlalu berat. Semoga Ibu dapat selalu mengASIhi buah hati secara maksimal. 

Untuk Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh ahlinya. Untuk bisa mengakses laman tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Sumber:

Motherandbaby