Whatsapp Share Like
Simpan

Bagaimana kabar Ibu dan si Kecil hari ini? Semoga dalam keadaan sehat selalu, ya. Saya ingin berbagi cerita nih, Bu. Dulu saya beranggapan bahwa ASI selalu berwarna putih kekuningan. Itu sebabnya, saya sempat kaget ketika melihat ASI saya berwarna sedikit merah muda. Nah, karena takut perubahan warna ASI ini memengaruhi kesehatan si Kecil, saya pun langsung mengonsultasikannya ke dokter laktasi. Ternyata, menurut dokter, penyebabnya ada bermacam-macam. Berikut ini beberapa informasi dari hasil konsultasi yang bisa saya rangkum untuk Ibu!

1. Pengaruh Tahapan ASI

Tahukah, Ibu? Salah satu penyebab perubahan warna ini ternyata dipengaruhi oleh tahapan ASI. Pada 0-5 hari setelah melahirkan, ASI kolostrum akan mulai diproduksi dan cenderung berwarna kekuningan. Pada 5-14 hari setelah melahirkan, ASI akan memasuki masa transisi dan warnanya berubah dari kekuningan menjadi putih. Setelah lebih dari dua minggu, warna ASI umumnya dipengaruhi berbagai macam hal seperti yang akan saya infokan di bawah ini.

2. Konsumsi Makanan Berwarna Terang

Apakah Ibu pernah terkejut ketika melihat warna ASI berubah menjadi sedikit lebih terang? Tidak perlu khawatir, ini mungkin disebabkan konsumsi makanan atau minuman yang mengandung pewarna alami, seperti sayuran dan buah-buahan.

Misalnya, jika Ibu sedang mengonsumsi banyak sayuran hijau seperti bayam, brokoli, atau kacang panjang, warna ASI Ibu bisa berubah menjadi sedikit kehijauan. Jika ASI Ibu berwarna sedikit oranye, mungkin Ibu sedang mengonsumsi banyak sayuran atau buah berwarna kekuningan, seperti wortel, labu kuning, dan mangga.

3. ASI Bercampur dengan Darah

Bu, lecet hingga berdarah pada area puting sangat umum terjadi selama proses menyusui. Terkadang darah tersebut akan tercampur dengan ASI dan mengubah warnanya menjadi sedikit merah muda.

Jika melihat ada tetesan darah pada ASI, Ibu pasti kaget dan khawatir, ya. Meski telah sedikit tercampur darah, ASI ini masih aman untuk dikonsumsi, kecuali Ibu memiliki penyakit serius seperti sepsis, hepatitis, dan lainnya. Darah yang keluar akibat lecet pada puting ini umumnya akan berhenti dengan sendirinya dalam beberapa saat hingga beberapa hari. Jika pendarahan tak kunjung berhenti, sebaiknya langsung  konsultasikan kepada dokter laktasi, ya.

4. Konsumsi Antibiotik

Umumnya, Ibu yang baru saja melahirkan akan diberi obat-obatan untuk membantu proses pemulihan setelah persalinan, seperti antibiotik untuk mencegah infeksi dan obat pereda nyeri. Nah, dokter umumnya memberikan antibiotik yang aman bagi Ibu menyusui. Namun, jika setelahnya Ibu perlu ke dokter kembali karena keluhan kesehatan lain, jangan ragu untuk menginfokan dokter bahwa Ibu sedang menyusui. Menurut artikel kesehatan yang saya baca, tidak semua jenis antibiotik aman untuk Ibu konsumsi selama menyusui. Untuk mendapatkan kualitas ASI yang bagus, Ibu disarankan menghindari antibiotik minocycline. Antibiotik jenis ini bisa membuat warna ASI Ibu berubah menjadi sedikit kehitaman atau cokelat gelap dan berbahaya untuk dikonsumsi si Kecil.

5. Meminum Ramuan Tradisional

Selain antibiotik atau obat yang didapat dari dokter, obat tradisional seperti jamu atau sari tanaman tertentu juga ikut memengaruhi warna ASI, Bu. Misalnya, jika Ibu meminum jamu kunyit asam, ada kemungkinan warna kuning pada ASI akan lebih terang daripada biasanya. Bahkan, warna alami pada jamu tradisional juga bisa memengaruhi warna air seni si Kecil.

Itu dia Bu, beberapa penjelasan soal penyebab perubahan warna ASI yang bisa saya infokan. Meski hal ini sangat wajar terjadi, Ibu bisa tetap mendengarkan insting saat merasa ada sesuatu yang salah dan segera konsultasikan dengan dokter, ya. Semangat terus memberikan ASI kepada si Kecil!