Share Like
Simpan

Namanya ibu hamil pasti mau makan ini, makan itu, cicip ini, dan cicip itu. Waktu saya hamil anak pertama, bisa dibilang saya adalah pelahap super. Semua makanan masuk ke dalam mulut. Ibu dan suami saya tinggal geleng-geleng kepala melihat nafsu makan saya yang besar.

Namun, ibu saya kerap mengingatkan untuk menjaga pola makan. Jadilah ia membuatkan saya daftar makanan apa saja yang menjadi pantangan. Mata saya langsung terhenti ketika melihat nama santan ada dalam daftar itu. Ucapkan selamat tinggal pada rendang, opor ayam, gulai, soto betawi, dan makanan surga dunia lainnya!

Makanan tersebut memang memanjakan mulut sih, tapi bagaimana efeknya pada perut? Apalagi, ada si Kecil yang ikut mencicipinya di dalam. Jadi, apa alasannya makanan bersantan patut diwaspadai oleh ibu hamil?

Meningkatkan potensi GERD

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah sebuah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan yang menimbulkan gejala efek panas di dada atau heartburn.

Ibu hamil lebih rentan mengalami GERD, karena semakin membesarnya janin makin besar pula tekanan pada perut. Tekanan ini memicu lambung terhimpit, kemudian asam lambung mengalir naik kembali ke kerongkongan.

Makanan bersantan seperti kita ketahui, sangat memengaruhi produksi asam lambung. Apabila ibu hamil mengonsumsi makanan bersantan dengan porsi yang tidak dijaga, maka jumlah dan frekuensi asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa semakin bertambah, lho.

Bagaimana mencegahnya?

Pola makan yang baik dan terjaga merupakan solusi utama. Akan sangat baik manfaatnya apabila Ibu mengurangi konsumsi makanan bersantan baik pedas atau berminyak di masa kehamilan ini. Akan lebih baik lagi jika Ibu makan dengan porsi yang sedikit, tapi sering daripada sekali makan dengan porsi yang besar.

Setelah makan, tetap duduk atau berjalan-jalan sedikitlah terlebih dahulu agar makanan dapat dicerna dengan lebih baik. Sebaliknya, jika Ibu langsung berbaring setelah makan, proses turunnya makanan dari kerongkongan akan terhambat dan berisiko keluar kembali, Bu.

Agar asam yang berada di kerongkongan ikut turun bersama dengan makanan, minumlah air secukupnya di sela-sela makan. Selain membantu turunnya makanan, air tersebut juga akan membantu membersihkan esofagus, yakni saluran yang menghubungkan tukak dengan lambung.

Saat tidur malam, biasanya lebih sering terjadi gejala heartburn atau dada terasa terbakar. Hal tersebut disebabkan asam lambung lebih mudah mengalir ke kerongkongan saat posisi tubuh terbaring. Ibu dapat menambahkan bantal agar posisi tubuh atas lebih tinggi daripada perut.

Apabila gejala ini tidak berkurang atau semakin parah. Segera lakukan konsultasi ke dokter. Mengambil tindakan cepat dengan meminum obat pereda lambung tanpa resep dokter, sangat tidak dianjurkan lho, Bu. Saran dari ahli medis adalah yang terbaik demi menjaga keselamatan Ibu dan si Kecil di dalam perut.

Masa kehamilan mendatangkan beragam anjuran untuk menambah porsi makan karena ada si Kecil di dalam yang juga membutuhkan asupan. Namun demikian, makanan yang masuk ke dalam tubuh juga harus dijaga dan memiliki kandungan yang bermanfaat, baik untuk Ibu maupun si Kecil.

Selain nutrisi yang berasal dari makanan, Ibu juga perlu untuk mendapatkan asupan tambahan, seperti susu khusus ibu hamil. Waktu hamil si Kecil, saya minum Frisian Flag Mama agar ia tetap sehat dan mendapatkan asupan nutrisi optimal. Semoga tips saya membantu, ya. Selamat menjalani masa kehamilan, Bu!