Share Like
Simpan

Masa kehamilan merupakan masa paling indah dan penuh penantian bagi sebagian besar perempuan. Pada masa ini juga, perempuan mengalami berbagai perubahan yang cukup ekstrem. Mulai dari nafsu makan yang berlebihan, berat badan yang meningkat tajam, hingga mood yang berganti secara drastis.

Perubahan-perubahan yang terjadi dalam tubuh ini juga seringkali membuat Ibu mengalami gangguan kesehatan di masa awal kehamilan. Nah, salah satu gangguan tersebut bisa jadi berbentuk kontraksi.

Kontraksi dan kram sering dihadapi oleh ibu hamil pada trimester pertama. Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan si Kecil di dalam rahim setiap harinya. Dokter menyebutnya sebagai round ligament pain atau rasa sakit pada ligamen yang terus berulang.

Pada masa kehamilan, rahim Ibu semakin hari semakin membesar seiring dengan pertumbuhan si Kecil di dalamnya. Otot dan ligamen yang menopang rahim tentu mengalami peregangan. Peregangan tersebutlah yang memicu kontraksi dan rasa sakit terutama ketika Ibu bergerak setelah duduk atau berbaring lama.

Saya pun pernah mengalami kram dan kontraksi selama masa awal kehamilan. Waktu itu, langkah pertama yang dapat saya lakukan adalah minum air putih. Saya membaca bahwa air putih dapat membantu melancarkan peredaran darah yang bisa ikut meredakan nyeri.

Nah, jika Ibu sering mengalami rasa nyeri akibat kontraksi, berikut ini ada beberapa tips yang bisa Ibu coba: 

1. Berjalan kaki

Berjalan kaki santai setiap harinya dapat membantu menambah energi agar tubuh tidak lesu sekaligus melancarkan peredaran darah agar tidak terjadi ketegangan otot di sekitar rahim. Ibu tidak harus melakukannya di luar rumah, kok. Ketika Ibu sudah terlalu lama duduk, berdirilah sejenak kemudian berjalan dari satu ruangan ke ruangan yang lain.

2. Makan makanan bernutrisi

Mengatur pola makan yang sehat tidak hanya berguna bagi asupan nutrisi si Kecil di dalam perut, tapi juga dapat memberikan energi lebih pada Ibu. Kehadiran nutrisi ini dapat mengurangi kemungkinan jaringan otot yang tidak bekerja dengan semestinya.

3. Mengubah posisi secara berkala

Duduk atau berbaring dengan posisi yang sama selama berjam-jam juga dapat menyebabkan kontraksi, Bu. Jadi, selama masa kehamilan, cobalah ubah posisi duduk secara berkala, seperti duduk tegak atau duduk sambil bersandar yang dipercaya dapat mengurangi rasa nyeri yang menyerang.

4. Pijat, pijat, dan pijat

Tidak ada yang menyangkal bahwa pijatan lembut di punggung dan di sekitar pinggul dapat mengurangi rasa nyeri akibat kontraksi. Oleh karena itu, saya biasanya meminta suami untuk memberikan pijatan saat kontraksi.

Pijatan dapat membantu tubuh melepaskan zat pengurang rasa sakit yang dikeluarkan oleh otak, atau endorfin. Namun, sebelum melakukan pijat di daerah sekitar pinggang dan pinggul, cari tahu terlebih dahulu mengenai teknik memijat yang aman bagi Ibu dan si Kecil, ya.

5. Mandi air hangat

Air hangat juga dapat membantu menenangkan otot dan ligamen yang tegang selama masa kehamilan, lho. Tak hanya itu, mandi air hangat pun dapat melancarkan peredaran darah yang bisa mengurangi nyeri saat kontraksi.

Namun, perlu diperhatikan. Sebelum melakukan ini, pastikan temperatur air tidak terlalu panas ya, Bu. Air yang terlalu panas dapat memengaruhi perkembangan sel tubuh si Kecil.

Masa kehamilan adalah salah satu dari sekian banyak momen berharga antara Ibu dan si Kecil. Bisa dibilang, masa ini adalah proses penuh makna dalam perjalanan menjadi seorang ibu. Nah, jangan sampai rasa sakit dan kontraksi selama kehamilan mengurangi nilai dan makna dari momen berharga tersebut ya, Bu.

Selamat menjalani proses penantian si Kecil, ya!