Whatsapp Share Like Simpan

Bu, apakah asupan sayuran untuk si Kecil sudah terpenuhi? Ibu pasti paham jika sayur merupakan salah satu makanan yang wajib dikonsumsi oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan. Sayur untuk anak memang banyak manfaat, seperti melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan sejumlah organ tubuh, hingga membantu mencegah risiko berbagai penyakit. Namun, Ibu juga perlu tahu seberapa penting sayur untuk anak dibandingkan dengan sumber makanan protein hewani. Protein memiliki fungsi khas yang tidak dimiliki oleh zat gizi lain, yaitu membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh, sehingga asupan protein sangat penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Sumber protein bisa Ibu dapatkan dari protein hewani dan protein nabati. Protein hewani meliputi susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan hasil olahnya. Sementara, protein nabati meliputi kacang-kacangan, sayur untuk anak, dan buah-buahan.

Protein Hewani dan Protein Nabati, Mana yang Lebih Penting?

Mungkin Ibu bertanya-tanya, mana yang lebih baik antara protein hewani dan protein nabati? Baik itu protein hewani dan protein nabati memang penting, namun protein hewani merupakan sumber asam amino yang lebih penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati, termasuk sayur untuk anak. Walaupun sama-sama protein, kandungan asam amino serta struktur yang dimiliki protein hewani dan protein nabati itu berbeda. Protein yang masuk ke dalam tubuh akan dipecah menjadi bentuk sederhana yang disebut asam amino. Nah, asam amino ini memiliki jenis yang esensial dan sangat dibutuhkan oleh tubuh, yaitu 9 asam amino esensial atau 9AAE. 9 asam amino esensial (9AAE) ini penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga membutuhkan asupan berprotein tinggi. Nah, protein hewani mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) yang lengkap dibandingkan protein nabati. Ini karena, protein nabati seperti sayur untuk anak memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Jadi, bisa dibayangkan ya, Bu, jika si Kecil hanya mengonsumsi sayur dan buah saja, maka tingkat penyerapan nutrisi asam amino esensialnya tidak optimal. Sebaiknya mengutamakan asupan protein hewani terlebih dahulu, lalu diseimbangkan pula dengan protein nabati, seperti dalam sayur untuk anak. 

Sebab, kebutuhan 9AAE harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Sementara, protein nabati seperti sayur untuk anak tidak mengandung semua jenis asam amino esensial tersebut lho, Bu. Jika hanya diberikan protein nabati saja, maka tingkat penyerapan nutrisi dalam tubuh kurang maksimal. Penelitian dalam National Center for Biotechnology Information menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan sebesar 50 persen. 

Selain itu, kekurangan 9 asam amino esensial (9AAE) juga ada hubungannya dengan masalah stunting. Hal ini dibuktikan dalam jurnal EBioMedicine yang dipublikasi oleh The Lancet menyebutkan bahwa masalah stunting pada anak berkaitan erat dengan kurangnya asupan asam amino esensial dalam tubuh. Dengan begitu, kehadiran 9 asam amino (9AAE) yang lengkap dapat mendukung tumbuh kembang optimal anak. Meskipun protein hewani sangat penting, bukan berarti sayur untuk anak tidak penting ya, Bu. Protein nabati seperti sayur untuk anak berperan sebagai tambahan nutrisi agar si Kecil tidak kekurangan gizi. Sebab, sayur untuk anak juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. 

Baca juga: Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 9 Asam Amino Esensial

Artikel Sejenis

Manfaat Sayur untuk Anak 

Berikut beberapa manfaat sayur untuk anak yang penting bagi kesehatan tubuhnya: 

1. Melancarkan saluran pencernaan

Sayuran mengandung serat yang tinggi sehingga bisa melancarkan saluran pencernaan si Kecil. Sayur untuk anak bisa jadi salah satu pilihan makanan jika si Kecil sedang mengalami sembelit atau susah buang air besar. Selain itu, menjaga kesehatan saluran pencernaan sangat penting agar terhindar dari berbagai penyakit.

2. Menjaga kesehatan mata

Sayur untuk anak juga bisa membantu menjaga kesehatan mata lho, Bu. Mungkin selama ini Ibu mengetahui wortel sebagai sayuran yang bisa menjaga kesehatan mata. Namun, ternyata ada jenis sayuran lain yang bisa jadi pilihan, di antaranya bayam, brokoli, kale, labu siam. 

3. Menjaga kesehatan kulit

Sayur untuk anak mengandung nutrisi-nutrisi yang bisa menjaga kesehatan kulit. Kandungan vitamin C, lutein, serta zinc yang terkandung di sejumlah sayuran hijau bisa menjaga kesehatan kulit dari bahaya radikal bebas. Manfaat ini bisa didapatkan bila diseimbangkan juga dengan pola hidup sehat ya, Bu. 

4. Membantu mengurangi peradangan

Ada banyak jenis sayur untuk anak bisa membantu mencegah terjadinya peradangan, seperti bayam, brokoli, kale, bok choy yang mampu menurunkan risiko munculnya radang sendi pada tubuh. Manfaat ini bisa didapatkan berkat adanya kandungan antioksidan dalam sayur untuk anak yang berperan menangkal radikal bebas. 

5. Mencegah risiko penyakit jantung

Tahukah Ibu, ternyata sayur untuk anak juga bisa mencegah munculnya risiko berbagai penyakit, salah satunya penyakit jantung. Ini karena di dalam sayuran hijau mengandung vitamin C, vitamin K, fitokimia seperti flavonoid dan karotenoid yang baik untuk menjaga kesehatan jantung. 

Tips Agar Si Kecil Suka Makan Sayur 

Seperti yang Ibu ketahui, anak-anak membutuhkan nutrisi yang seimbang agar tumbuh kembangnya lebih optimal. Namun, yang menjadi tantangan adalah banyak pula anak-anak yang sulit makan sayur. Nah, di bawah ini ada beberapa tips agar si Kecil suka makan sayur:

1. Kombinasikan sayur untuk anak dengan makanan favoritnya

Ini termasuk cara termudah yang bisa Ibu lakukan setiap harinya. Si Kecil mungkin tidak suka makan sayur yang direbus atau dikukus sekaligus karena rasanya hambar. Akan tetapi, bila dipadukan dengan makanan favoritnya, pasti si Kecil akan terbiasa dan tidak terlalu memerhatikan sayuran yang ada. Sebagai contoh, jika si Kecil suka nasi goreng, pizza, atau mie goreng, Ibu bisa tambahkan sayuran lebih banyak di dalamnya sehingga nutrisinya pun seimbang. Selain itu, kombinasikan sayur untuk anak dengan lauk pauk yang memiliki rasa lebih gurih agar si Kecil menyukainya. 

2. Kreatif dalam mengolah sayur untuk anak 

Selain cara di atas, Ibu juga harus lebih kreatif dalam mengolah sayur untuk anak lho. Jika biasanya Ibu hanya memberikan sayuran dalam bentuk yang biasa, mungkin Ibu bisa mendekorasi sayuran tersebut dengan lebih lucu agar si Kecil tertarik untuk mengonsumsinya. Dengan bentuk yang lucu dan warna-warni, kemungkinan besar si Kecil akan penasaran dengan makanannya tersebut. 

3. Puji si Kecil jika sudah makan sayur

Cara ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atau penghargaan Ibu kepada si Kecil karena sudah mau makan sayur. Dengan begitu, ia jadi merasa lebih semangat dan kemungkinan besar akan berusaha untuk mencoba jenis sayuran lain agar mendapat apresiasi dari Ibu lagi. Namun ingat ya, Bu, jangan terbiasa memberikan makanan tidak sehat setelah si Kecil mau mengonsumsi sayur. 

4. Berikan contoh yang baik 

Ini merupakan cara yang paling penting lho, Bu. Jika Ibu tidak terbiasa mengonsumsi sayur, bisa saja si Kecil pun tidak tertarik dengan makanan sehat ini. Sebaiknya, Ibu sebagai orang tua memberikan contoh mengonsumsi sayur yang sehat sebagai kebiasaan sehari-hari. Dengan begitu, si Kecil akan terbiasa dan suka mengonsumsi sayur saat beranjak dewasa. 

Selain sayur untuk anak, Ibu harus memenuhi asupan nutrisi lain agar tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, nutrisi penting yang perlu dipenuhi adalah 9 asam amino esensial (9AAE) yang terdapat dalam protein hewani. Kandungan 9 asam amino esensial (9AAE) ini bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+, yang merupakan susu bubuk pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang sudah ditingkatkan dari sebelumnya. Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga diperkaya oleh 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 serta vitamin dan mineral untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Hadir dengan 3 varian rasa, yaitu vanilla, madu, dan cokelat yang pasti disukai si Kecil. Yuk, penuhi asupan nutrisi mulai saat ini!