Whatsapp Share Like Simpan

Tahukah Ibu, ternyata fungsi protein sangat penting untuk meningkatkan tumbuh kembang anak agar lebih prima lho. Sebab, protein termasuk zat gizi makro yang berperan untuk meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, sebagai pembentuk enzim, mengangkut nutrisi lain untuk memenuhi kebutuhan sel-sel tubuh, dan lain sebagainya. 

Yang tak kalah penting, di dalam protein terdapat asam amino yang penting bagi tubuh si Kecil. Misalnya saja, protein hewani seperti susu, ikan, telur, dan daging mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap dan DHA 4x lebih tinggi.

9AAE merupakan protein esensial yang harus dikonsumsi secara rutin setiap hari karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga harus didapatkan dari sumber protein hewani, salah satunya adalah susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ karena mengandung 9AAE lengkap. Supaya lebih jelas, mari kita simak fungsi protein bagi tumbuh kembang si Kecil.

Fungsi Protein Bagi Tumbuh Kembang Si Kecil

Selain sebagai sumber zat gizi, ada beragam fungsi protein yang penting dan dibutuhkan untuk menunjang kesehatan. Berikut beberapa fungsi protein bagi tubuh: 

  1. Menjaga kesehatan organ tubuh

    Fungsi protein yang pertama yaitu dapat menjaga kesehatan sistem organ dalam tubuh. Sistem organ, seperti rambut, mata, kulit, dan lainnya terbentuk dari protein yang dikonsumsi sehari-hari. Inilah sebabnya anak-anak harus mengonsumsi protein secara rutin dan setiap hari karena nutrisi ini berperan penting terhadap tumbuh kembangnya. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG), anak-anak yang berusia 1-3 tahun membutuhkan asupan protein sekitar 20 gram per hari.

    Artikel Sejenis

    Mencukupi asupan protein sejak dini bisa menjaga kesehatan sistem organ di kemudian hari, salah satunya ialah kesehatan rambut. Sebab, mengonsumsi protein yang cukup dapat merangsang produksi keratin, yakni protein yang diperlukan untuk mencegah kerontokan pada rambut.

  2. Sebagai sumber energi

    Selain karbohidrat dan lemak, fungsi protein adalah sebagai sumber energi penting bagi tubuh. Saat proses pengolahan makanan, tubuh akan lebih dulu menggunakan energi dari karbohidrat dan lemak. Sementara, energi dari protein dijadikan sebagai cadangan dan akan digunakan saat tubuh membutuhkannya untuk beraktivitas.

  3. Membangun dan memperbaiki jaringan tubuh

    Fungsi protein selanjutnya yakni dapat membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein berperan penting dalam menyusun hampir sebagian besar organ, seperti otot, tulang, kulit, rambut, dan organ lainnya. Fungsi protein juga dapat memelihara dan mengganti jaringan tubuh yang rusak. 

    Tubuh memerlukan jumlah protein yang sama dalam kondisi normal. Namun, ada kondisi tertentu di mana tubuh memerlukan lebih banyak protein, yaitu saat terjadinya pertumbuhan jaringan baru atau proses pemecahan protein lebih banyak, misalnya pada ibu hamil, ibu menyusui, atau orang yang sakit. Itulah sebabnya, fungsi protein dibutuhkan dalam masa tumbuh kembang hingga dewasa. 

  4. Meningkatkan daya tahan tubuh

    Protein membantu tubuh membentuk antibodi. Itulah sebabnya, fungsi protein bersama vitamin dan mineral berperan sebagai pembentuk antibodi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena kehadiran antibodi ini. Antibodi berperan penting dalam melawan berbagai macam infeksi virus atau bakteri yang menyerang tubuh. Selain itu, fungsi protein sebagai antibodi juga dapat mencegah terjadinya penyakit yang sama di kemudian hari. 

  5. Meningkatkan massa otot

    Fungsi protein selanjutnya adalah dapat meningkatkan massa otot, khususnya dalam proses tumbuh kembang anak-anak di usia emasnya. Otot perlu dibentuk karena memiliki fungsi sebagai berikut: membantu sistem pernapasan, menggerakan tubuh, membantu melancarkan peredaran darah, melancarkan proses pencernaan, dan membantu penglihatan. Itulah sebabnya kebutuhan protein harian harus diperhatikan agar si kecil lebih kuat dalam bergerak serta bagian tubuhnya dapat berfungsi dengan optimal. 

  6. Membentuk enzim dan hormon protein

    Enzim merupakan protein yang ada di dalam sel. Enzim bertanggung jawab dalam proses metabolisme tubuh, seperti pencernaan, penglihatan, pernapasan, dan lainnya. Fungsi protein juga dapat membentuk hormon protein yang bertugas untuk mengatur proses biologis dalam sel, jaringan, dan organ. 

  7. Mengangkut zat gizi lain

    Seperti yang sudah dijelaskan, protein merupakan zat gizi makro yang perannya sangat dibutuhkan untuk mengangkut zat gizi lain di dalam tubuh. Jika kekurangan protein, maka zat gizi lain pun tidak akan terserap dengan optimal oleh tubuh anak. Akibatnya, tumbuh kembang anak akan terhambat. Selain itu, fungsi protein juga sangat penting sebagai pembentuk enzim agar sel-sel dan jaringan tubuh dapat berfungsi secara optimal. 

Baca Juga : Pentingnya Protein untuk Tumbuh Kembang Si Kecil [Nutrisi]

Dampak Kekurangan Protein

Setelah mengetahui fungsi protein, Ibu pasti bertanya-tanya apa saja dampak yang terjadi bila tubuh kekurangan protein. Selain lebih mudah sakit, tubuh yang kekurangan protein juga akan mengalami gangguan sebagai berikut:

  1.  Mengganggu potensi tumbuh kembang

    Kekurangan protein pada anak-anak ternyata dapat mengganggu potensi tumbuh kembangnya lho, termasuk potensi tinggi badan dan tingkat kecerdasan si Kecil. Pasalnya, penelitian dari J.Nutr yang dipublikasi dalam National Center for Biotechnology Information menjelaskan bahwa kekurangan semua jenis 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang merupakan protein esensial dapat menghambat potensi tinggi badan dan kecerdasan anak sebanyak -50%.

  2. Lebih Mudah Sakit

    Seperti yang Ibu ketahui, salah satu fungsi protein yaitu sebagai pembentuk antibodi untuk menangkal radikal bebas. Dengan begitu, konsumsi protein secara tepat bisa meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil agar tidak mudah sakit. 

    Selain itu, di dalam tubuh, terdapat sel darah putih yang bertugas untuk melindungi sistem imun. Ketika tubuh kekurangan protein, maka produksi sel darah putih pun akan mengalami penurunan dan menyebabkan sistem imun tubuh terganggu. Akibatnya, tubuh akan lebih mudah terjangkit penyakit dari virus dan bakteri. 

  3. Lebih Mudah Lapar

    Manfaat protein adalah sebagai sumber energi mengontrol berat badan si Kecil. Jika kebutuhan protein harian tidak tercukupi, tubuh akan lebih mudah lapar, lemas, dan lelah. 

    Itulah sebabnya, asupan protein harus dipenuhi agar tubuh memiliki sumber energi selain karbohidrat dan lemak untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Dampak lainnya dari mudah lapar adalah berat badan anak mudah naik dan bisa menyebabkan obesitas jika tidak mengonsumsi makanan bergizi seimbang. 

  4. Mengalami Pembengkakan

    Dampak ini berkaitan dengan fungsi protein sebagai penyeimbang pH. Pembengkakan atau edema terjadi karena protein yang seharusnya mengatur dan menjaga keseimbangan cairan justru tidak tersedia karena kurangnya asupan nutrisi ini. Pembengkakan sering terjadi di bagian perut, tangan, dan kaki. 

  5. Proses Penyembuhan Luka Lebih Lambat

    Kekurangan protein dapat menurunkan jumlah sel darah putih. Oleh karena itu, bila terjadi luka, tubuh memerlukan protein yang cukup untuk menyembuhkannya karena fungsi protein adalah membangun dan memperbaiki jaringan atau sel di dalam tubuh. 

  6. Munculnya Permasalahan pada Rambut, Kulit, dan Kuku

    Fungsi protein berperan dalam menjaga kesehatan rambut, kulit, dan kuku. Itulah sebabnya, jika tubuh kekurangan protein, rambut akan lebih rontok, kulit lebih kering dan tidak sehat, serta kuku yang rapuh atau mudah patah. Asupan protein yang cukup dapat membangun jaringan-jaringan dalam tubuh menjadi lebih baik.

Baca juga : Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 9 Asam Amino Esensial 

Apa Saja Sumber Protein yang Penting Bagi Anak?

Seperti yang Ibu ketahui, fungsi protein bisa didapatkan secara optimal dari sumber protein hewani, di antaranya susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih. Hal ini dikarenakan sumber protein hewani mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap dibandingkan sumber protein nabati, seperti kacang-kacangan.

Kalau kita ibaratkan ya, Bu, 9AAE merupakan mobil, sedangkan nutrisi lain adalah penumpangnya. Kehadiran 9AAE ini sangat penting untuk mengangkut nutrisi-nutrisi lain agar dapat memenuhi kebutuhan sel-sel tubuh. Coba bayangkan kalau si Kecil tidak mengonsumsi 9AAE? Otomatis nutrisi-nutrisi lain tidak bisa diangkut dengan baik kan, Bu? 

Penelitian dari J.Nutr yang dipublikasi dalam National Center for Biotechnology juga menjelaskan bahwa kekurangan semua jenis 9AAE akan menghambat potensi tinggi badan dan kecerdasan sebanyak -50%. Ibu pasti tidak ingin hal ini dialami si Kecil, bukan?

Oleh karena itu, pastikan si Kecil mengonsumsi sumber protein hewani secara rutin setiap hari agar kebutuhan 9AAE-nya tercukupi dengan baik. 9AAE yang lengkap bisa Ibu dapatkan dalam susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+, bahkan susu ini juga mengandung DHA 4x lebih tinggi yang penting untuk meningkatkan kecerdasan si Kecil.

Tak hanya itu lho,  Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga diperkaya dengan nutrisi lainnya yang penting untuk meningkatkan akal kreatif si Kecil, seperti omega 3 (ALA), omega 6 (LA), minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi.

Susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ pun mengandung 5 nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi, serta mengandung serat pangan inulin yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan si Kecil. Dengan begitu, si Kecil bisa mendapatkan fungsi protein secara optimal dalam susu bubuk Frisian Flag PRIMAGRO 1+.

Ibu pasti ingin mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil dengan lebih maksimal, bukan? Selain memberikan nutrisi prima, Ibu juga perlu memantau tumbuh kembangnya secara berkala. Caranya mudah kok, Bu. Ibu bisa memanfaatkan fitur fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Ibu akan mendapatkan banyak informasi penting mengenai grafik pertumbuhan dari WHO, grafik CDC, hingga anjuran dari psikolog. Yuk, cobain fiturnya di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz