Share Like
Simpan

Sebagai orang tua, kita tentu menginginkan bayi terlahir sehat dan normal ya, Bu. Namun, beberapa faktor tak terduga, membuat kita harus menerima kenyataan bahwa si Kecil lahir sebelum hari perkiraan lahir (HPL) tiba. Kelahiran lebih awal atau prematur ini memiliki efek yang beragam, Bu. Selain dapat membuat berat badan bayi kurang ideal, satu artikel di forum kehamilan yang saya ikuti juga menyebutkan bahwa anak-anak yang lahir prematur umumnya mengalami gangguan tumbuh kembang hingga kesulitan berkonsentrasi.

Mengetahui hal ini, saya jelas khawatir, Bu. Oleh sebab itu, saya mencari tahu hal-hal yang bisa saya lakukan untuk membantu si Kecil tetap tumbuh optimal. Dari salah satu forum konsultasi anak online, saya jadi tahu bahwa membacakan buku secara rutin ternyata bisa menjadi salah satu bentuk perawatan untuk bayi prematur. Membacakan buku ternyata membawa beberapa manfaat untuk bayi yang lahir prematur, di antaranya:

1. Melatih Indra Pendengaran
Dibanding anak-anak yang lahir cukup umur, si Kecil yang lahir prematur membutuhkan lebih banyak rangsangan pada indra pendengarannya. Jadi, bayi prematur cenderung lahir dengan berat badan kurang. Nah, bayi yang terlahir dengan berat badan kurang dari 1500 gram disebut-sebut lebih berisiko mengalami gangguan pendengaran. Kondisi ini bisa berujung pada si Kecil memiliki masalah kesulitan berbicara karena tidak dapat mendengar dengan baik.

Membacakan buku bisa menjadi salah satu cara untuk lebih banyak memberikan rangsang bunyi pada indra pendengaran si Kecil sejak dini. Oleh karena itu, lakukan hal ini secara rutin sebagai cara merangsang indra pendengaran bayi, di samping bersenandung dan menyanyikan lagu tidur jelang waktu tidur si Kecil.

2. Membantu Perkembangan Otak
Selain kurangnya berat badan bayi, hal lain yang perlu diperhatikan jika bayi lahir prematur adalah risiko terhambatnya perkembangan otak bayi. Kabar baiknya, menurut artikel yang saya baca di forum konsultasi anak, rutin membacakan buku sejak dini membantu memperkecil risiko ini, Bu.

Rutin membacakan buku untuk si Kecil sejak dini dapat membantu otak bayi Ibu berkembang secara optimal, karena sel-sel otaknya dirangsang oleh kosakata yang didengarnya. Jadi, makin sering Ibu membacakan buku untuknya, perkembangan otak si Kecil dan kemampuan berbahasanya dapat semakin baik.


3. Merangsang Kemampuan Berkomunikasi
Selain meningkatkan kemampuan berbahasa si Kecil, terbiasa membacakan buku sejak dini juga dapat membantu merangsang kemampuan berkomunikasinya. Saat dibacakan buku, si Kecil akan terangsang untuk berkomunikasi dengan Ibu secara langsung. Saat masih bayi, hal ini mungkin ia lakukan hanya melalui kontak mata. Namun seiring bertambahnya usianya, si Kecil akan berusaha meniru apa yang Ibu lakukan, sehingga ia bisa belajar langsung cara berkomunikasi sejak dini.

Di samping tiga manfaat di atas, rutin membacakan buku untuk si Kecil juga memperkuat ikatan emosional antara Ibu dan si Kecil. Dengan begini, si Kecil akan merasa dicintai, sehingga tumbuh kembangnya secara psikologis pun berlangsung dengan baik. Untuk buku yang dibacakan, Ibu bisa memilih buku cerita ringan dengan alur cerita yang sangat sederhana, misalnya buku-buku yang memuat fabel (buku cerita hewan) dalam 3-4 halaman.

Nah, selamat menjadikan sesi membaca buku sebagai salah satu cara merawat si Kecil yang lahir prematur, Bu.