Whatsapp Share Like Simpan

Mengetahui kriteria berat bayi normal merupakan hal perlu Ibu lakukan karena berkaitan dengan kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil. Sejak si Kecil lahir, sebaiknya Ibu rutin memeriksakannya ke puskesmas atau posyandu agar dapat memantau berat bayi normal secara berkala.

Biasanya, Ibu akan diberi Kartu Menuju Sehat (KMS) yang isinya berupa grafik pertumbuhan si Kecil. Grafik tersebut dapat memudahkan Ibu untuk mengetahui apakah si Kecil memiliki berat badan ideal dan sesuai dengan usianya atau tidak. Namun, di tengah pandemi seperti saat ini, Ibu sebaiknya melakukan pengecekan tumbuh kembang si Kecil secara online, salah satunya dengan memanfaatkan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima

Selain mengacu pada KMS, Ibu juga perlu mengetahui hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan kriteria berat bayi normal. Oleh karena itu, mari kita simak penjelasannya di bawah ini, ya! 

Berat Bayi Normal saat Lahir

Beberapa hari setelah lahir, berat bayi normal akan turun 5-10% dari berat badan bayi saat lahir. Hal ini normal terjadi karena si Kecil kehilangan cairan saat dilahirkan dan asupan ASI pada hari-hari pertama belum maksimal. 

Karena itulah, berat bayi normal tidak dapat segera kembali seperti saat dilahirkan, atau naik dengan cepat. Namun, Ibu tidak perlu khawatir, karena biasanya dalam 14 hari, berat badan ideal bayi akan meningkat seiring dengan kemahirannya menyusu dan mendapatkan ASI.

Artikel Sejenis

Pertumbuhan Berat Bayi Normal

Saat Ibu membawa si Kecil untuk kontrol atau imunisasi, dokter anak atau bidan biasanya akan menimbang berat badan bayi dan mencatatnya di buku kesehatan untuk memantau pertumbuhannya. 

Berat bayi normal umumnya naik 170-220 gram per minggu atau 450 – 900 gram per bulan selama beberapa bulan pertama. Perkiraan perubahan berat bayi normal yang biasa terjadi setelah kelahirannya, yakni:

  • Pada usia beberapa hari, berat bayi normal umumnya turun 5-10 persen dan akan naik kembali dalam 2-3 minggu kemudian.
  • Pada usia 4-6 bulan, berat bayi normal meningkat dua kali lipat dari berat badannya saat lahir dan menjadi tiga kali lipat ketika usianya mencapai 12 bulan.
  • Seiring dengan peningkatan berat bayi normal, panjang badan bayi juga bertambah 1,5 kali panjang saat lahir dan lingkar kepalanya bertambah 7,6 cm saat ia mencapai usia 12 bulan.

Tips Menimbang Berat Bayi Normal

Kenaikan berat bayi normal dari minggu ke minggu umumnya bervariasi. Bila minggu ini kenaikan berat badan bayinya tidak terlalu banyak, mungkin di minggu depan si Kecil memiliki berat badan yang meningkat. 

Pemantauan berat bayi normal umumnya dilakukan setiap 3-4 minggu sekali. Untuk mendapatkan hasil berat badan bayi yang tepat, hendaknya saat menimbang si Kecil lakukanlah beberapa tips di bawah ini :

  • Gunakanlah alat timbangan yang sama setiap kali menimbang berat bayi normal. Alat timbang yang berbeda dapat membuat hasil berat badan bayi berbeda
  • Saat menimbang berat badan bayi, usahakan si Kecil mengenakan pakaian yang tipis atau tanggalkan pakaiannya sebelum ditimbang
  • Jika si Kecil ditimbang setelah menyusu atau diberi makan, maka hasil berat badan bayi dapat berbeda sekira 100-200 gram.

Baca Juga: Televisi Vs Balita: Bagaimana Dampaknya?

Grafik Pertumbuhan sebagai Panduan Berat Badan Bayi

 Grafik pertumbuhan standar yang digunakan untuk menilai pertambahan berat bayi normal disusun oleh World Health Organization (WHO) dan Center for Disease Control (CDC), berdasarkan data sejumlah anak-anak yang mendapat ASI di beberapa negara dan dikelompokkan sesuai dengan usianya, jenis kelamin, dan tinggi badan.

Hasil pengukuran berat badan bayi akan dicantumkan atau diplot pada grafik tersebut untuk menilai apakah berat badannya sesuai dengan berat badan bayi rata-rata. Di Indonesia, grafik ini dituangkan ke dalam bentuk Kartu Menuju Sehat (KMS) yang dapat Ibu peroleh dari posyandu, puskesmas, bidan, atau dokter anak.

Di tengah pandemi COVID-19 seperti ini, Ibu tidak perlu khawatir bila tidak bisa secara rutin ke posyandu, karena Ibu tetap bisa memantau grafik pertumbuhan si Kecil secara mandiri di rumah melalui Akademi Keluarga Prima fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima. Fitur ini sangat bermanfaat karena perannya sama seperti posyandu, tapi dilakukan secara online lho, Bu. 

Fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima menggunakan grafik pertumbuhan WHO dan CDC yang sama seperti KMS, tentunya fitur ini berfungsi untuk memantau berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar kepala, lingkar perut, dan hal-hal yang berkaitan dengan tumbuh kembang si Kecil.

Waspadai bila hasil pengukuran berat badan bayi di atas atau di bawah grafik pertumbuhan, dan konsultasikan lebih lanjut pada dokter untuk memastikan kesehatan si Kecil tidak terganggu. 

Lantas, apa saja tanda peningkatan berat badan si Kecil termasuk lambat dan bisa jadi masalah menurut KMS? Ibu perlu mewaspadai beberapa tanda berikut ini:

  • Pada usia 10 hari, berat badan bayi terus turun dan tidak naik hingga usia 3 tiga minggu
  • Rata-rata kenaikan berat badan bayi kurang dari 100 gram per minggu selama 3 tiga bulan pertama
  • Berat badan bayi di bawah garis terendah pada grafik pertumbuhan standar WHO
  • Bila sebelum usia lima bulan, berat badan bayi turun dalam waktu 2-3 bulan, atau saat Ibu memakaikan pakaian pada si Kecil, terlihat makin longgar, terutama pada bagian bawah perut, panggul, dan pahanya.

Beberapa hal lain yang menyebabkan berat badan bayi tetap rendah walau telah diberikan cukup ASI, yaitu mungkin terdapat infeksi, adanya kelainan bawaan pada kerongkongan atau lambung si Kecil. Jika Ibu melihat berat bayi normal tak kunjung meningkat atau ternyata tidak sesuai dengan KMS, maka segera bawa si Kecil ke dokter anak agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

Cara Meningkatkan Berat Bayi Normal

Ibu khawatir melihat berat badan si Kecil tak kunjung naik? Sebaiknya Ibu tidak perlu cemas dan panik ya, karena ada beberapa tips yang bisa Ibu lakukan untuk meningkatkan berat bayi normal, di antaranya: 

  1. Berikan ASI ekslusif

    Saat si Kecil masih berusia 0-12 bulan, penting bagi Ibu untuk memberikan ia ASI secara rutin. Apalagi saat si Kecil masih berusia 0-6 bulan, ASI merupakan satu-satunya asupan nutrisi yang dapat meningkatkan tumbuh kembangnya. 

    Itulah sebabnya, Ibu juga perlu meningkatkan kualitas ASI dengan cara mengonsumsi makanan bergizi seimbang, salah satunya adalah susu Frisian Flag PRIMAMUM karena mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil.

    Susu Frisian Flag PRIMAMUM diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak si Kecil. 

    Selain itu, susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mengoptimalkan pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

  2. Menyusui secara rutin

    Sebaiknya Ibu menyusui si Kecil sesering mungkin bila berat badannya kurang. Melansir laman resmi Kids Health, bayi yang baru lahir hingga berusia beberapa minggu sebaiknya disusui setiap 1,5 jam atau 2 jam sekali. Menyusui si Kecil dengan jadwal teratur dapat membantu berat badannya naik ke angka yang ideal lho, Bu. 

    Selain itu, Ibu juga perlu memastikan posisi menyusui sudah benar. Saat menyusui, Ibu perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

    • Ibu berada di posisi yang nyaman, dianjurkan posisi duduk dan menyangga tubuh si Kecil dengan bantal 
    • Dekatkan si Kecil ke payudara Ibu sambil mendekapnya, usahakan si Kecil tidak terlalu jauh jaraknya dari tubuh Ibu
    • Pastikan si Kecil minum ASI, dengarkan suaranya saat menelan
  3. Berikan MPASI bergizi saat usia 6 bulan ke atas

    Saat si Kecil berusia 6 bulan ke atas, saatnya ia mendapatkan asupan nutrisi tambahan dari MPASI. Pastikan Ibu memberikan MPASI yang bergizi seimbang, terutama yang mengandung protein hewani, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih. 

    Sumber protein hewani mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap, sehingga tumbuh kembang si Kecil lebih prima. Meskipun si Kecil sudah bisa mengonsumsi MPASI, Ibu tetap harus memberikan ia ASI secara teratur, ya! 

Selain memantau berat bayi normal, Ibu juga perlu memantau tumbuh kembang si Kecil agar tumbuh lebih prima. Caranya mudah kok, Ibu bisa memanfaatkan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima dari Akademi Keluarga Prima. Fitur ini memudahkan Ibu untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil berdasarkan grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. Ibu bisa menggunakan fiturnya di sini.