Share Like
Simpan

Beberapa waktu lalu, saya menjenguk seorang rekan setelah melahirkan. Saat melihat bayinya, saya sempat berkomentar dalam hati, wah, besar sekali. Penasaran, saya menanyakan berat badannya. “4,3 kg. Besar, ya,” ujar sang Ibu.

Memang sih, melihat bayi berukuran besar sering kali membuat sebagian orang merasa gemas. Padahal, hal ini justru bisa menjadi indikasi kesehatan si Kecil , Bu. Penting bagi orang tua untuk tahu berbagai hal seputar bayi yang lahir dengan berat badan berlebih, atau dikenal sebagai Macrosomia dalam istilah kedokteran.

Apa itu Macrosomia?

Macrosomia adalah kondisi saat janin menerima kelebihan nutrisi ketika berada dalam kandungan. Akibatnya, ia tumbuh lebih cepat dari bayi pada umumnya, sehingga lahir dalam kondisi kelebihan berat badan. Umumnya, bayi dianggap terlahir Macrosomia saat lahir dengan berat badan lebih dari 4 kg.Kondisi ini sering kali sulit diprediksi dengan USG karena perkiraan berat badan bayi tak begitu akurat. Itu sebabnya, biasanya dokter akan menganjurkan prosedur caesar jika ukuran si Kecil terlalu besar untuk lahir secara normal dan sudah melewati perkiraan waktu kelahiran.

Apa Penyebabnya?

Selain faktor usia Ibu yang lebih dari 35 tahun ada beberapa hal yang menyebabkan bayi kelebihan berat badan sejak di dalam kandungan, Bu. Ini di antaranya:

  • Diabetes

Jika Ibu mengidap diabetes tipe 1, tipe 2, atau gestasional, maka risiko terjadinya Macrosomia pada bayi cukup tinggi. Saat Ibu menderita diabetes, organ pankreas akan bekerja keras memproduksi insulin. Sayangnya, insulin tersebut tidak mampu menurunkan kadar gula darah, sehingga tidak mampu memroses glukosa. Ekstra glukosa yang terdapat pada tubuh Ibu pun akan ditransfer ke janin melalui plasenta, sehingga janin tumbuh dan berkembang lebih cepat.

  • Kelebihan Berat Badan

Berat badan Ibu di bawah normal memang berisiko bagi perkembangan janin. Meski begitu, Ibu tetap harus mengatur agar berat badan normal selama kehamilan berlangsung. Jika Ibu mengalami obesitas atau kenaikan berat badan terlalu drastis saat kehamilan, maka si Kecil berisiko kelebihan berat badan juga. Seperti apa normal atau tidaknya berat badan Ibu saat ini, lakukan konsultasi ibu hamil dengan dokter kandungan Ibu, ya.

  • Riwayat Bayi Lahir Besar

Apakah Ibu sebelumnya sudah pernah melahirkan dan si Kecil berukuran lebih besar dari bayi pada umumnya? Jika iya, maka risiko Macrosomia pada kelahiran selanjutnya cukup besar. Selain itu, risiko berat badan bayi berlebih pada proses kehamilan selanjutnya bisa terus meningkat. Begitulah yang saya baca dari sebuah situs kesehatan.

  • Bayi Lahir Lewat Waktu

Selama plasenta dalam tubuhnya masih menyuplai nutrisi dengan baik, maka proses tumbuh kembang si Kecil akan terus berlangsung, Bu. Itu sebabnya, ketika ia lahir lewat waktu, ukuran dan berat badannya mungkin terus bertambah di dalam kandungan.

Apa risikonya?

Menurut artikel yang saya baca, ada beberapa risiko yang akan dihadapi jika si Kecil mengalami Macrosomia.

  • Ukuran bayi yang terlalu besar akan mempersulit Ibu untuk melahirkan secara normal, sehingga memperbesar kemungkinan bayi lahir caesar.
  • Ukuran bahu si Kecil akan terlihat lebih besar dibandingkan bayi seusianya dan rentan mengalami cedera saat melalui kelahiran normal.
  • Akibat produksi insulin berlebih pada pankreas, Si Kecil berisiko mengalami tekanan darah rendah.
  • Risiko obesitas sejak dini menjadi lebih tinggi.
  • Ukuran tubuhnya yang cenderung lebih besar dari bayi pada umumnya berisiko membuat ia sulit bernapas, sehingga biasanya akan dimasukkan ke ruang NICU (neonatal intensive-care unit) untuk perawatan lebih lanjut.

Setelah mengetahui penyebab dan risiko Macrosomia, sebaiknya Ibu melakukan konsultasi dengan dokter kehamilan untuk mengetahui lebih lanjut cara pencegahannya. Semoga sehat selalu, Bu!