Whatsapp Share Like Simpan

Pertolongan pertama anak sakit perut bisa menjadi pedoman yang dapat Ibu lakukan dengan mudah di rumah saat si Kecil mengeluh kesakitan. Selain itu, cara ini juga diharapkan dapat mengurangi rasa khawatir Ibu apabila si Kecil mengalami sakit perut. Sebab, tak sedikit Ibu yang khawatir dan panik sehingga buru-buru datang ke dokter. Padahal, mungkin saja Ibu dapat melakukan pertolongan pertama anak sakit perut terlebih dahulu di rumah. Nah, untuk membantu Ibu mengatasi kondisi tersebut, artikel ini akan menjelaskan apa saja pertolongan pertama anak sakit perut yang bisa Ibu lakukan. Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut

Sebelum mengetahui apa saja langkah pertolongan pertama anak sakit perut, Ibu perlu tahu dulu ada beberapa gangguan pencernaan yang memicu rasa sakit di bagian perut, di antaranya:

  • Sembelit atau konstipasi
  • Diare
  • Gastroenteritis (flu perut)
  • GERD (penyakit asam lambung)
  • Radang usus buntu
  • Infeksi ginjal
  • Infeksi kandung kemih

Gangguan pencernaan tersebut biasanya memicu rasa sakit pada perut si Kecil. Untuk beberapa gangguan pencernaan memang membutuhkan penanganan dari dokter jika kondisinya sudah terlalu parah. Namun, Ibu tidak perlu khawatir ya, karena ada beberapa langkah pertolongan pertama anak sakit perut untuk membantu meringankan rasa nyeri yang ia alami. 

Berikut ini beberapa langkah pertolongan pertama anak sakit perut yang bisa Ibu lakukan, antara lain:

  1. Berikan kompres panas

    Pertolongan pertama anak sakit perut yang bisa Ibu lakukan yaitu dengan menaruh botol berisikan air hangat atau bantal penghangat di perut si Kecil. Cara ini sudah dipercaya sebagai solusi rumahan mengatasi kram dan sakit perut. Rasa hangat yang muncul bisa membantu perut menjadi lebih rileks dan bisa membantu melawan rasa sakit yang mengganggu kenyamanan.

    Artikel Sejenis

  2. Istirahat yang cukup

    Pertolongan pertama anak sakit perut yang mudah dan tak kalah penting adalah beristirahat. Pastikan Ibu meminta si Kecil untuk langsung beristirahat dan tidak banyak bergerak, terutama setelah makan. Cara ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan. 

  3. Berikan makanan hambar

    Pertolongan pertama anak sakit perut yang bisa Ibu lakukan yaitu dengan memberikannya makanan hambar. Ini karena makanan yang hambar dianggap dapat “mengistirahatkan” saluran pencernaan si Kecil karena tidak akan memicu reaksi berlebih dibandingkan makanan yang tinggi gula, lemak, dan lainnya. Beberapa makanan hambar yang bisa jadi pertolongan pertama anak sakit perut di antaranya tahu, tempe, dan telur

  4. Cukupi kebutuhan cairan

    Mencukupi kebutuhan cairan termasuk pertolongan pertama anak sakit perut yang sayang untuk dilewatkan. Yuk, saatnya Ibu ajari si Kecil untuk memahami bahwa tubuhnya membutuhkan cairan yang lebih banyak saat sedang sakit perut. Mencukupi atau bahkan menambah cairan dari air putih dianggap ampuh untuk membantu menenangkan saraf yang sakit di bagian perut sehingga rasa nyeri bisa berkurang. 

  5. Berikan air kelapa

    Pertolongan pertama anak sakit perut juga bisa dengan memberikan ia air kelapa. Melansir laman resmi medicalnewstoday.com, air kelapa mengandung kalium dan magnesium dalam kadar yang cukup tinggi sehingga dapat membantu meredakan rasa nyeri, kram, serta menambah cairan tubuh. Namun, ada baiknya Ibu berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mencoba pertolongan pertama anak sakit perut ini ya.

  6. Hindari memberikan obat sebelum konsultasi dengan dokter

    Pemberian obat yang sembarang bukan termasuk ke dalam pertolongan pertama anak sakit perut ya, Bu. Obat memang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa nyeri. Namun, Ibu perlu hati-hati ya saat memberikan obat kepada si Kecil. 

Sebenarnya pertolongan pertama anak sakit perut tidak melulu langsung memberikan obat padanya. Sebab, jika langsung memberikan obat tanpa tahu penyebab utama sakit perut, khawatir ada kesalahan dalam pemberian obat yang tidak tepat. Apabila Ibu ingin memberikan obat, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter untuk mengetahui kondisi si Kecil yang sebenarnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila Ibu sudah melakukan berbagai langkah pertolongan pertama anak sakit perut, tetapi si Kecil tetap tak sembuh, sebaiknya segera bawa ia ke dokter anak. Apalagi jika si Kecil mengalami gejala lain, seperti:

  • Si Kecil mengeluhkan rasa sakit yang berlebih di bagian kanan (kondisi ini bisa menandakan radang usus buntu)
  • Rasa sakit yang hanya fokus pada satu sisi perut
  • Rasa sakit tidak hilang setelah lebih dari 24 jam
  • Rasa sakit saat menekan perut
  • Perut bengkak
  • Demam
  • Diare yang tak kunjung sembuh
  • BAB disertai bercak darah
  • Mengalami cedera perut akibat terbentur atau sejenisnya 
  • Si Kecil terlihat pucat dan keringat dingin
  • Sakit perut disertai muntah lebih dari 24 jam
  • Muntah disertai darah 

Apakah Sakit Perut pada Anak Dapat Dicegah?

Ibu memang perlu mengetahui pertolongan pertama anak sakit perut sebagai pedoman, tetapi akan lebih baik lagi jika Ibu mencegah kondisi tersebut sejak awal, bukan? 

Meskipun penyebab sakit perut pada anak dapat bervariasi, dari yang ringan hingga parah, namun ada beberapa pertolongan pertama anak sakit perut yang dapat mengurangi risiko rasa nyeri di perut, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang sesuai porsi

    Supaya saluran pencernaan si Kecil sehat, pastikan Ibu memberikan makanan bergizi seimbang sesuai dengan porsi yang tepat, tidak terlalu banyak atau berlebihan. Makanan bergizi seimbang ini mencakup protein, karbohidrat, tinggi serat, lemak, serta berbagai vitamin dan mineral. Selain itu, hindari atau kurangi makanan yang digoreng, terlalu banyak tepung, dan tinggi gula.

    Salah satu nutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan adalah serat, 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap, zinc, selenium, serta beragam vitamin dan mineral lain. Nutrisi tersebut terkandung dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ yang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan si Kecil dengan baik. 

  • Penuhi kebutuhan cairan harian dengan tepat

    Pencegahan selanjutnya yaitu dengan mencukupi kebutuhan cairan harian si Kecil dengan minum air putih secara tepat. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan anak usia 1-3 tahun minum air putih sebanyak 1,3 liter per hari. Cairan tak hanya didapatkan dari air putih saja, tetapi juga bisa dari buah-buahan yang mengandung kadar air cukup tinggi, seperti semangka, melon, stroberi, tomat, jeruk, nanas, dan lainnya. 

  • Jaga kebersihan diri dan lingkungan

    Penting bagi Ibu untuk membiasakan si Kecil agar lebih peduli terhadap kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Menjaga kebersihan ini mencakup kebiasaan mencuci tangan secara rutin menggunakan air bersih dan sabun. 

  • Hindari kebiasaan langsung tidur setelah makan

    Salah satu penyebab munculnya gangguan pencernaan seperti GERD (penyakit asam lambung) adalah kebiasaan langsung tidur sesaat setelah makan. Nah, sebaiknya Ibu tidak membiasakan hal ini pada si Kecil ya. 

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menjaga kesehatan saluran pencernaan si Kecil sangat penting untuk Ibu perhatikan. Sebab, 80% sel imun tubuh terdapat dalam saluran pencernaan. Maka dari itu, kesehatan pencernaan berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh si Kecil. Apalagi saluran pencernaan anak-anak masih dalam masa tumbuh kembang, sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang tepat dan pola hidup sehat agar si Kecil tumbuh lebih prima. 

Nah, susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ mengandung nutrisi-nutrisi berkualitas yang dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, kecerdasan, hingga mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. 

Susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ diperkaya dengan nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi yang dikombinasikan dengan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap. Tak hanya itu, kandungan DHA 4x lebih tinggi, asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi di dalamnya pun dapat meningkatkan perkembangan otak si Kecil lebih optimal.