Whatsapp Share Like Simpan

Konsultasi dokter anak memang perlu dilakukan untuk pemeriksaan rutin, atau ketika si Kecil jatuh sakit. Berbincang soal dokter anak, saya punya sedikit cerita nih, Bu. Dulu ketika si Kecil sakit, saya selalu memeriksakannya ke dokter anak umum. Suatu hari saat membawanya ke rumah sakit, sang dokter memberikan informasi menarik bahwa untuk pemeriksaan lebih mendalam dari gejala atau penyakit tertentu pada anak, saya juga dapat berkonsultasi ke dokter anak yang memiliki sub spesialis tertentu.

Nah, Ibu dapat melihat sub spesialis dokter anak dari gelarnya. Bila si dokter bergelar Sp.A dengan tambahan (K) atau konsultan, berarti ia memiliki keahlian dalam bidang khusus untuk menangani penyakit tertentu. Berikut ini adalah 14 sub spesialis dokter anak berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Kardiologi

Dokter dengan bidang ini menangani masalah kesehatan anak yang berhubungan dengan jantung, serta saluran pembuluh darah.

Neurologi

Bidang ini merupakan sub spesialis khusus untuk menangani hal-hal yang berhubungan dengan saraf, misalnya jika si Kecil menderita infeksi saraf, kejang, epilepsi, atau bahkan tumbuh kembang lambat.

Perinatologi/Neonatologi

Para dokter yang mendalami bidang perinatologi memiliki spesialisasi dalam menangani masalah kesehatan khusus untuk bayi yang baru lahir, khususnya yang terlahir prematur atau yang menderita sakit kritis. Dokter ini juga sering membantu persalinan yang berisiko tinggi dan merawat bayi yang terlahir dengan cacat bawaan atau menderita gangguan jantung.

Artikel Sejenis

Pediatri Sosial

Dokter anak yang mendalami bidang ini menangani masalah kesehatan anak usia 0-18 tahun. Hal ini mencakup cara mencegah penyakit yang kerap menyerang anak-anak seperti polio serta tetanus, bahkan hubungan dengan keluarga atau lingkungan.

Gastro Hepatologi

Jika si Kecil mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan pencernaan dan hati/liver, dokter dengan bidang Gastro Hepatologi bisa menjadi salah satu pilihan untuk berkonsultasi.

Pencitraan

Dokter-dokter yang mendalami bidang ini dapat menangani masalah pencitraan seperti rontgen, CT scan, hingga USG.

Pulmonologi/Respirologi

Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter sub spesialis ini jika si Kecil mengalami masalah dengan paru-parunya atau menderita penyakit saluran pernapasan, seperti asma, bronkitis, TBC, atau pneumonia.

Pediatri Gawat Darurat

Konsultasi masalah anak yang bersifat darurat masuk dalam bidang ini. Misalnya anak susah bernapas, cedera akibat terbentur, hingga tersedak benda asing.

Endokrinologi

Para dokter dengan bidang ini khusus menangani gangguan tumbuh kembang si Kecil, misalnya obesitas, diabetes, tiroid, hingga masalah pubertas.

Baca juga: Menyikapi Tumbuh Kembang Balita Yang Terlambat

Hematologi dan Onkologi

Bila si Kecil menderita penyakit ganas yang berkaitan dengan darah, sebut saja leukemia atau hemofilia, maka dokter yang mendalami bidang ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk konsultasi.

Nefrologi

Konsultasi dengan dokter anak di bidang ini bisa dilakukan bila si Kecil mengalami masalah ginjal dan saluran kencing.

Alergi Imunologi

Dokter yang mendalami bidang ini memiliki spesialisasi dalam menangani berbagai penyakit alergi dan permasalahan mengenai kekebalan tubuh.

Pediatri Infeksi Tropis

Dokter yang mendalami bidang ini menangani penyakit-penyakit yang biasa terjadi di daerah tropis (infeksi tropis), seperti demam berdarah, malaria, tifus, serta cacingan.

Nutrisi Metabolik

Dokter sub spesialis anak yang satu ini dapat menangani masalah kesehatan yang mencakup gizi dan psikologi si Kecil.

Emergensi & Rawat Intensif Anak (ERIA)

Dokter anak yang mengambil spesialis ini disebut juga dengan intensivist yang bertugas untuk merawat anak-anak yang memerlukan perawatan intensif. Dokter dengan spesialis ERIA juga yang mendiagnosis dan mengobati anak-anak yang menderita sakit kritis, membutuhkan pantauan serius dan pengobatan khusus.

Tumbuh kembang

Bisa dibilang, subspesialis ini adalah yang paling banyak ditemui, karena tugasnya untuk memantau tumbuh kembang anak-anak sesuai dengan anjuran dari WHO. Beberapa contoh keluhan yang ditangani oleh dokter spesialis tumbuh kembang antara lain speech delay, gagal tumbuh, dan gangguan tumbuh kembang.

Reumatologi

Jika buah hati Ibu memiliki gejala seputar tulang dan sendinya, maka Ibu bisa berkonsultasi ke dokter spesialis rheumatologi. Berbagai keluhan yang sering diatasi oleh dokter ini antara lain juvenile rheumatoid arthritis, lupus, dan vasculitis.

Ternyata banyak juga ya, Bu, jenis-jenis dokter anak. Berkonsultasilah dengan dokter anak yang tepat sesuai dengan gejala penyakit si Kecil supaya diagnosanya lebih tepat dan penanganannya pun sesuai dengan penyakit yang dideritanya. Semoga informasi ini dapat membantu Ibu yang sedang bingung untuk berkonsultasi dengan dokter sub spesialis yang pas dengan keluhan yang ditunjukkan oleh si Kecil, ya.

Bagi Ibu yang masih ingin berkonsultasi seputar kesehatan anak, Ibu bisa menggunakan fitur Tanya Pakar, lho. Fitur ini adalah tempat di mana Ibu bisa bertanya langsung oleh pakar-nya mengenai si Kecil. Namun jangan lupa untuk registrasi terlebih dahulu ya, Bu.

Baca Juga: 5 Cara Menunjukkan Cinta kepada si Kecil Lewat Sentuhan

Sumber:

Motherandbaby