Share Like
Simpan

Konsultasi dokter anak memang perlu dilakukan untuk pemeriksaan rutin, atau ketika si Kecil jatuh sakit. Berbincang soal dokter anak, saya punya sedikit cerita nih, Bu. Dulu ketika si Kecil sakit, saya selalu memeriksakannya ke dokter anak umum. Suatu hari saat membawanya ke rumah sakit, sang dokter memberikan informasi menarik bahwa untuk pemeriksaan lebih mendalam dari gejala atau penyakit tertentu pada anak, saya juga dapat berkonsultasi ke dokter anak yang memiliki sub spesialis tertentu.

Nah, Ibu dapat melihat sub spesialis dokter anak dari gelarnya. Bila si dokter bergelar Sp.A dengan tambahan (K) atau konsultan, berarti ia memiliki keahlian dalam bidang khusus untuk menangani penyakit tertentu. Berikut ini adalah 14 sub spesialis dokter anak berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia.

  1. Kardiologi: Dokter dengan bidang ini menangani masalah kesehatan anak yang berhubungan dengan jantung, serta saluran pembuluh darah.
  2. Neurologi: Bidang ini merupakan sub spesialis khusus untuk menangani hal-hal yang berhubungan dengan saraf, misalnya jika si Kecil menderita infeksi saraf, kejang, epilepsi, atau bahkan tumbuh kembang lambat.
  3. Perinatologi: Para dokter yang mendalami bidang perinatologi memiliki spesialisasi dalam menangani masalah kesehatan khusus untuk bayi yang baru lahir.
  4. Pediatri Sosial: Dokter anak yang mendalami bidang ini menangani masalah kesehatan anak usia 0-18 tahun. Hal ini mencakup cara mencegah penyakit yang kerap menyerang anak-anak seperti polio serta tetanus, dan bahkan hubungan dengan keluarga atau lingkungan.
  5. Gastro Hepatologi: Jika si Kecil mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan pencernaan dan hati/liver(?), dokter dengan bidang Gastro Hepatologi bisa menjadi salah satu pilihan untuk berkonsultasi.
  6. Pencitraan: Dokter-dokter yang mendalami bidang ini dapat menangani masalah pencitraan seperti rontgen, CT scan, hingga USG.
  7. Pulmonologi: Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter sub spesialis ini jika si Kecil mengalami masalah dengan paru-parunya atau menderita penyakit saluran pernapasan, seperti asma, bronkitis, TBC, atau pneumonia.
  8. Pediatri Gawat Darurat: Konsultasi masalah anak yang bersifat darurat masuk dalam bidang ini. Misalnya anak susah bernapas, cedera akibat terbentur, hingga tersedak benda asing.
  9. Endokrinologi: Para dokter dengan bidang ini khusus menangani gangguan tumbuh kembang si Kecil, misalnya obesitas, diabetes, tiroid, hingga masalah pubertas.
  10. Hematologi dan Onkologi: Bila si Kecil menderita penyakit ganas yang berkaitan dengan darah, sebut saja leukemia atau hemofilia, maka dokter yang mendalami bidang ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk konsultasi.
  11. Nefrologi: Konsultasi dengan dokter anak di bidang ini bisa dilakukan bila si Kecil mengalami masalah ginjal dan saluran kencing.
  12. Alergi Imunologi: Dokter yang mendalami bidang ini memiliki spesialisasi dalam menangani berbagai penyakit alergi dan permasalahan mengenai kekebalan tubuh.
  13. Pediatrik Infeksi Tropis: Dokter yang mendalami bidang ini menangani penyakit-penyakit yang biasa terjadi di daerah tropis (infeksi tropis), seperti demam berdarah, malaria, tifus, serta cacingan.
  14. Nutrisi Metabolik: Dokter sub spesialis anak yang satu ini dapat menangani masalah kesehatan yang mencakup gizi dan psikologi si Kecil.

Ternyata banyak juga ya, Bu, jenis-jenis dokter anak! Konsultasi dokter anak bisa dilakukan sesuai dengan gejala penyakit si Kecil. Anak sehat adalah dambaan setiap orang tua, bukan?