Tahukah Ibu bahwa 1 dari 3 anak Indonesia rentan mengalami sembelit atau konstipasi lho. Oleh karena itu, cara mengatasi sembelit pada anak perlu diketahui jika sewaktu-waktu si Kecil mengalaminya. Sembelit memang termasuk gangguan pencernaan yang sering dialami oleh semua kalangan, baik itu bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Si kecil dikatakan mengalami sembelit jika frekuensi buang air besarnya hanya 1-2 kali dalam seminggu.

Ketika sembelit menyerang, si kecil bisa merasa tidak nyaman pada bagian perut sehingga menyebabkannya sering rewel bahkan menangis. Untuk itu, Ibu pun perlu tahu apa penyebab sembelit dan cara mengatasi sembelit pada anak.

Gejala Sembelit pada Anak

Gejala Sembelit pada Anak

Gejala sembelit pada anak muncul jika si Kecil menunjukkan beberapa kondisi seperti berikut ini:

  • Buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu
  • Nyeri ketika buang air besar
  • Perut kembung
  • Sakit perut
  • Darah di permukaan tinja terlihat keras
  • Adanya jejak feses yang cair atau pucat di celana sebagai tanda feses didorong ke rektum
  • Pergerakan usus kering, keras, dan sukar dilewati
  • Berusaha menahan BAB karena takut merasa sakit saat melakukannya. Untuk menahan BAB ini biasanya si Kecil akan merapatkan bokong, menyilangkan kaki, memelintir tubuh, atau menunjukkan ekspresi sedang menahan BAB.

Apa penyebab sembelit pada anak-anak?

Sebelum mencari tahu cara-cara mengatasi sembelit pada anak, mari pahami bersama penyebab sembelit pada anak yang umumnya bisa datang dari gaya hidup yang diperlihatkan orang tua, seperti:

  1. Makanan

    Si kecil mendapatkan gejala penyebab sembelit karena ia terlalu banyak mengonsumsi makanan yang rendah serat dan tinggi lemak, seperti makanan cepat saji, minuman ringan, dan makanan kurang nutrisi. 

    Artikel Sejenis

    Penyebab sembelit lainnya juga bisa disebabkan karena si kecil kurang mengonsumsi air putih sehingga asupan cairan di dalam tubuhnya sedikit dan menyebabkan feses mengeras. Sembelit juga bisa menimpa anak yang mengalami perubahan pada pola makan, seperti bayi yang beralih dari ASI ke makanan padat.

  2. Kurang berolahraga atau aktivitas fisik

    Berolahraga atau aktivitas fisik dapat merangsang otot usus untuk berkontraksi secara alami yang bisa mempercepat pemindahan feses agar terhindar dari gejala penyebab sembelit. 

    Jika si Kecil kurang aktif secara fisik dan lebih sering menonton televisi atau bermain game, maka kontraksi otot ususnya pun jadi kurang lancar. Inilah yang kemudian bisa menyebabkan ia sulit buang air besar.

  3. Mengalami masalah secara emosional

    Si Kecil yang memiliki masalah secara emosional juga bisa menjadi penyebab sembelit. Misalnya saja ketika sedang menjalani toilet training. Si Kecil sedang belajar cara baru untuk buang air sehingga mungkin membuatnya sengaja menahan gerakan usus.Si kecil yang sedang merasa stres juga bisa mengalaminya, Bu. Misalnya sedang menyesuaikan diri di sekolah baru, pindah rumah, atau terjadi masalah dengan temannya.

  4. Tidak nyaman buang air besar di tempat umum

    Bagi si kecil, buang air besar perlu dilakukan di tempat yang familiar atau nyaman. Oleh karena itu tidak jarang anak pun terpaksa menahan buang air besar hingga akhirnya jadi penyebab sembelit. 

  5. Terlalu asyik beraktivitas

    Si kecil yang sedang fokus melakukan sesuatu bisa saja jadi kurang peka terhadap sinyal yang dikeluarkan tubuh untuk buang air besar. Si kecil yang sedang mulai memasuki masa sekolah juga mungkin bisa terkena penyebab sembelit, karena ia tidak bisa pergi ke kamar mandi saat merasa perlu sehingga membuatnya harus mengubah rutinitas ususnya.

  6. Masalah pada fisik 

    Pada kasus langka, penyebab sembelit bisa karena adanya masalah pada fisik, seperti anus, rektum, saluran usus, sistem saraf, atau hipotiroidisme. Bisa juga karena sedang mengonsumsi jenis obat tertentu, seperti antidepresan atau suplemen zat besi.

  7. Alergi pada susu sapi

    Si Kecil yang memiliki alergi pada susu sapi atau mengonsumsi produk susu secara berlebihan terkadang juga bisa menjadi pemicu sembelit.

  8. Riwayat kesehatan turunan 

    Si Kecil dengan riwayat mudah terkena penyebab sembelit di dalam anggota keluarga juga lebih berisiko mengalami hal yang sama. Hal ini kemungkinan bisa terjadi karena lingkungan hidup yang sama atau faktor genetik.

Cara mengatasi sembelit pada anak

Cara mengatasi sembelit pada anak akan tergantung pada usia, gejala, dan kondisinya. Perawatan yang diberikan pada si kecil untuk mengobati konstipasi akan meliputi perubahan gaya hidup sebagai pertolongan pertama sembelit pada anak yang terdiri dari:

  1. Mengubah pola makan

    Cara mengatasi sembelit pada anak yang pertama adalah dengan mengurangi memberikan makanan kurang sehat pada si kecil agar terhindar dari datangnya penyebab sembelit. Sebagai gantinya, berikan ia makanan yang kaya serat dan nutrisi. Tambahkan buah, sayuran, roti gandum, dan oat sebagai cemilan si Kecil untuk mengganti snack kemasan yang banyak mengandung gula dan rendah nutrisi sebagai cara mengatasi sembelit pada anak. Membatasi konsumsi makanan cepat saji, junk food, serta minuman berkafein dan tinggi gula.

    Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 dari Kemenkes RI, kebutuhan serat harian anak usia 1-3 tahun sekitar 19 gram per hari. Ibu tidak perlu khawatir karena dengan mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ sebanyak 3 kali sehari, Ibu sudah bisa memenuhi hampir 40% kebutuhan serat harian si Kecil, karena di dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ terdapat kandungan serat inulin yang menjadi makanan untuk bakteri baik di dalam pencernaan si Kecil.

  2. Memperbanyak asupan air putih

    Di samping untuk menghindari dehidrasi, air putih juga menjadi cara mengatasi sembelit pada anak karena dapat melunakkan feses agar proses buang air besar jadi lebih mudah, sehingga anak tidak terserang gejala penyebab sembelit. Cara ini juga menjadi pertolongan pertama sembelit pada anak. Untuk si kecil, kebutuhan cairan hariannya adalah 1,3 liter atau sekitar 4 gelas. Namun ketika sedang sembelit, tambahkan menjadi 5 gelas per hari sebagai cara mengatasi sembelit pada anak dan menghindarkannya dari bahaya sembelit pada anak.

  3. Rutin berolahraga

    Cara mengatasi sembelit pada anak selanjutnya adalah dengan membiasakan si Kecil untuk rutin berolahraga sejak dini agar tubuhnya lebih sehat dan memperlancar pencernaan sehingga terhindar pula dari bahaya sembelit pada anak. Berolahraga atau beraktivitas fisik dapat membantu pergerakan usus yang akan mendorong makanan ke depan ketika dicerna, sehingga proses buang air besar jadi lebih lancar. Ibu bisa mengajak si Kecil berolahraga bersama supaya lebih menyenangkan, seperti bersepeda, bermain bola, berenang, senam, dan lompat tali.

  4. Mengajari cara buang air yang benar

    Di usia ini, si kecil perlu dibiasakan untuk buang air dengan toilet. Minta ia untuk duduk atau jongkok di toilet dua kali sehari selama kurang lebih 10 menit setelah makan. Langkah ini akan memperkenalkan padanya bagaimana cara buang air yang benar sekaligus menjadi salah satu cara mengatasi sembelit pada anak.

Makanan untuk mengatasi penyebab sembelit

Secara medis, membiasakan si Kecil untuk mengonsumsi makanan kaya akan serat bisa jadi salah satu pencegahan sekaligus salah satu cara mengatasi sembelit pada anak. 

Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk terus memantau asupan makanan kaya serat untuk dikonsumsi setiap hari atau secara rutin demi mencegah datangnya penyebab sembelit pada anak. Konsumsi makanan kaya serat sebagai cara mengatasi sembelit pada anak ini bisa Ibu campurkan ke dalam makanan utama anak atau jadi pilihan camilan sehat. Berikut adalah pilihan makanan kaya serat yang bisa menjadi pencegah sekaligus masuk dalam cara mengatasi sembelit pada anak.

  • Tomat

    Tomat merupakan buah yang dikenal memiliki kandungan vitamin C tinggi. Kandungan vitamin C tersebut berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun tomat ternyata juga salah satu buah dengan kandungan serat tinggi. 

    Kandungan serat yang ada pada tomat dapat mencegah datangnya penyebab sembelit pada anak dan memiliki peran dalam menjaga kesehatan lainnya. Perpaduan manfaat yang ditawarkan oleh tomat keduanya pun akan sangat berkhasiat dalam menyehatkan sistem pencernaan si kecil. 

    Buah yang dapat mencegah datangnya penyebab sembelit ini juga mudah dikonsumsi dengan berbagai cara. Memasak langsung dan menyajikannya dalam bentuk hidangan sup, bisa menjadi cara mengatasi sembelit pada anak.

  • Pepaya

    Bukan rahasia lagi, jika buah berwarna jingga yang satu ini memang sudah dikenal ampuh dalam mengatasi datangnya penyebab sembelit yang menggangu kelancaran buang air besar. 

    Keampuhan pepaya dalam mengatasi datangnya penyebab sembelit ini hadir berkat kandungan enzim papain yang dapat mempermudah protein untuk dicerna oleh tubuh. Selain itu pepaya juga bersifat sebagai antioksidan dan antikanker, sehingga akan melindungi bayi dari radikal bebas dan zat penyebab kanker. Menyajikannya dalam bentuk potongan kecil bisa jadi pencegahan dan cara mengatasi sembelit pada anak.

  • Buah naga 

    Buah naga juga jadi salah satu makanan yang dapat mencegah dan mengatasi datangnya penyebab sembelit. Buah satu ini tidak hanya tinggi kandungan vitamin dan mineral, tapi juga kaya air dan serat yang dapat membantu memperlancar pencernaan. 

    Memiliki tekstur yang lembut, makanan pencegah datangnya penyebab sembelit akan mempermudah bagi si kecil saat mengonsumsinya. Buah naga punya cita rasa manis dan menyegarkan. Untuk buah naga yang memiliki daging buah berwarna merah akan mempengaruhi warna urin dan feses bayi menjadi merah gelap. Menyajikannya dalam bentuk potongan kecil bisa jadi pencegahan dan cara mengatasi sembelit pada anak.

  • Alpukat

    Tahukah Ibu jika buah alpukat punya kandungan serat di dalam yang cukup tinggi? Buah alpukat memiliki kandungan serat sekitar 2,2 gram di setiap 100 gram bobotnya. Ini artinya buah ini akan membantu permasalahan konstipasi akibat penyebab sembelit dan memperlancar buang air besar pada anak. 

    Alpukat juga dikenal akan kandungan lemak baik yang bisa meningkatkan berat badan bayi untuk mencapai berat badan normal. Menyajikannya dalam bentuk potongan kecil atau dibuat dalam bentuk jus dan puree, bisa jadi pencegahan dan cara mengatasi sembelit pada anak.

  • Oatmeal

    Oatmeal bisa jadi menu sarapan yang sehat demi mencegah datangnya penyebab sembelit pada anak. Salah satu makanan khas sarapan ini mengandung beta-glucan yang akan berubah menjadi lapisan gel ketika bereaksi dengan air untuk melapisi saluran pencernaan dan dinding perut. Lapisan ini berfungsi sebagai bahan makanan untuk meningkatkan pertumbuhan bakteri baik yang ada di dalam usus. Menyajikan hidangan dengan bahan oatmeall bisa jadi pencegahan dan cara mengatasi sembelit pada anak.

    Jika bakteri baik terjaga pertumbuhannya, maka usus pun jadi lebih sehat yang berpengaruh terhadap proses buang air besar. Ibu juga bisa menambahkan asupan susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ karena mengandung serat pangan (insulin) yang dapat membantu menjaga kesehatan si Kecil agar terhindar dari sembelit.

Segera coba beberapa cara mengatasi sembelit pada anak di atas jika buah hati menunjukkan gejala susah BAB ya, Bu. Jika sembelit berlangsung dalam waktu lama atau menyebabkan kondisi yang serius, maka segera bawa si Kecil ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

Sembelit adalah kondisi yang bisa sangat mengganggu bagi si Kecil. Untuk menyiasati kondisi tersebut, Ibu bisa memberikan si Kecil beberapa makanan yang sudah direkomendasikan sebelumnya. Yang perlu diingat, saat si Kecil sembelit, Ibu dapat memberikan ia asupan serat dan mencukupi kebutuhan cairan hariannya, guna melancarkan sistem pencernaan si Kecil. 

Asupan serat ini bisa Ibu dapatkan dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ , karena susu ini diperkaya dengan serat pangan (inulin) sebanyak 2 gram per saji, sehingga dengan minum sebanyak 3 kali sehari, si Kecil sudah mengonsumsi sekitar 6 gram serat, yang setara dengan hampi 40% kebutuhan serat harian anak.

Susu Frisian Flag PRIMAGRO juga mengandung DHA 4x lebih tinggi yang dapat meningkatkan akal kreatif, kemampuan kognitif, serta fungsi sistem saraf si Kecil dan 9AAE yang merupakan protein yang mudah diserap oleh tubuh untuk mendukung pertumbuhan otak dan otot si Kecil.

Kedua nutrisi ini sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Kekurdangan 1 dari 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan sebanyak 34%, dan kekurangan semua jenis 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan hingga 50%..

Agar si Kecil terhindar dari stunting, Ibu perlu memastikan bahwa gizi hariannya sudah terpenuhi dengan baik. Ibu bisa menggunakan Kalkulator Gizi yang dikembangkan oleh Akademi Keluarga Prima bersama Lora Sri Nofi, PGNutr, MNutrDiet, RD. Yuk, coba sekarang di halaman ini!