Whatsapp Share Like Simpan

Tahukah Ibu bahwa 1 dari 3 anak Indonesia rentan mengalami sembelit atau konstipasi lho. Oleh karena itu, penyebab sembelit perlu diketahui oleh Ibu agar bisa diatasi dengan tepat. Sembelit memang termasuk gangguan pencernaan yang sering dialami oleh semua kalangan, baik itu bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Si kecil dikatakan mengalami sembelit jika frekuensi buang air besarnya hanya 1-2 kali dalam seminggu.

Ketika sembelit menyerang, si kecil bisa merasa tidak nyaman pada bagian perut sehingga menyebabkannya sering rewel bahkan menangis. Untuk itu, Ibu pun perlu tahu apa penyebab sembelit dan cara mengatasi sembelit pada anak.

Gejala Sembelit

Penyebab sembelit adalah faktor-faktor yang memungkinkan si kecil yang terserang gejala penyebab sembelit dengan menunjukkan beberapa gejala seperti berikut ini:

  • Buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu
  • Nyeri ketika buang air besar
  • Perut kembung
  • Sakit perut
  • Darah di permukaan tinja terlihat keras
  • Adanya jejak feses yang cair atau pucat di celana sebagai tanda feses didorong ke rektum
  • Pergerakan usus kering, keras, dan sukar dilewati
  • Berusaha menahan BAB karena takut merasa sakit saat melakukannya. Untuk menahan BAB ini biasanya si Kecil akan merapatkan bokong, menyilangkan kaki, memelintir tubuh, atau menunjukkan ekspresi sedang menahan BAB.

Apa penyebab sembelit pada anak-anak?

Penyebab sembelit umum yang terdampak pada si kecil bisa datang dari gaya hidup yang diperlihatkan orang tua, seperti:

  1. Makanan 

    Si kecil mendapatkan gejala penyebab sembelit karena ia terlalu banyak mengonsumsi makanan yang rendah serat dan tinggi lemak, seperti makanan cepat saji, minuman ringan, dan makanan kurang nutrisi. 

    Artikel Sejenis

    Penyebab sembelit lainnya juga bisa disebabkan karena si kecil kurang mengonsumsi air putih sehingga asupan cairan di dalam tubuhnya sedikit dan menyebabkan feses mengeras. Sembelit juga bisa menimpa anak yang mengalami perubahan pada pola makan, seperti bayi yang beralih dari ASI ke makanan padat.

  2. Kurang berolahraga atau aktivitas fisik

    Berolahraga atau aktivitas fisik dapat merangsang otot usus untuk berkontraksi secara alami yang bisa mempercepat pemindahan feses agar terhindar dari gejala penyebab sembelit. 

    Jika si Kecil kurang aktif secara fisik dan lebih sering menonton televisi atau bermain game, maka kontraksi otot ususnya pun jadi kurang lancar. Inilah yang kemudian bisa menyebabkan ia sulit buang air besar.

  3. Mengalami masalah secara emosional

    Si Kecil yang memiliki masalah secara emosional juga bisa menjadi penyebab sembelit. Misalnya saja ketika sedang menjalani toilet training. Si Kecil sedang belajar cara baru untuk buang air sehingga mungkin membuatnya sengaja menahan gerakan usus.Si kecil yang sedang merasa stres juga bisa mengalaminya, Bu. Misalnya sedang menyesuaikan diri di sekolah baru, pindah rumah, atau terjadi masalah dengan temannya.

    Baca Juga: 7 Makanan Sehat untuk Konsumsi Si Kecil Sehari-hari

  4. Tidak nyaman buang air besar di tempat umum

    Bagi si kecil, buang air besar perlu dilakukan di tempat yang familiar atau nyaman. Oleh karena itu tidak jarang anak pun terpaksa menahan buang air besar hingga akhirnya jadi penyebab sembelit. 

  5. Terlalu asyik beraktivitas

    Si kecil yang sedang fokus melakukan sesuatu bisa saja jadi kurang peka terhadap sinyal yang dikeluarkan tubuh untuk buang air besar. Si kecil yang sedang mulai memasuki masa sekolah juga mungkin bisa terkena penyebab sembelit, karena ia tidak bisa pergi ke kamar mandi saat merasa perlu sehingga membuatnya harus mengubah rutinitas ususnya.

  6. Masalah pada fisik 

    Pada kasus langka, penyebab sembelit bisa karena adanya masalah pada fisik, seperti anus, rektum, saluran usus, sistem saraf, atau hipotiroidisme. Bisa juga karena sedang mengonsumsi jenis obat tertentu, seperti antidepresan atau suplemen zat besi.

  7. Alergi pada susu sapi

    Si Kecil yang memiliki alergi pada susu sapi atau mengonsumsi produk susu secara berlebihan terkadang juga bisa menjadi pemicu sembelit.

  8. Riwayat kesehatan turunan 

    Si Kecil dengan riwayat mudah terkena penyebab sembelit di dalam anggota keluarga juga lebih berisiko mengalami hal yang sama. Hal ini kemungkinan bisa terjadi karena lingkungan hidup yang sama atau faktor genetik.

    Baca juga: 4 Penyebab Bayi Susah BAB [Saat MPASI]

Cara mengatasi sembelit pada anak

Cara mengatasi penyebab sembelit pada anak akan tergantung pada usia, gejala, dan kondisinya. Perawatan yang diberikan pada si kecil untuk mengobati konstipasi akan meliputi perubahan gaya hidup yang terdiri dari:

Mengubah pola makan

Kurangi memberikan makanan kurang sehat pada si kecil agar terhindar dari datangnya penyebab sembelit. Sebagai gantinya, berikan ia makanan yang kaya serat dan nutrisi. Tambahkan buah, sayuran, roti gandum, dan oat sebagai cemilan si Kecil untuk mengganti snack kemasan yang banyak mengandung gula dan rendah nutrisi. Membatasi konsumsi makanan cepat saji, junk food, serta minuman berkafein dan tinggi gula.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 dari Kemenkes RI, kebutuhan serat harian anak usia 1-3 tahun sekitar 19 gram per hari. Ibu tidak perlu khawatir karena dengan mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ sebanyak 3 kali sehari, Ibu sudah bisa memenuhi hampir 40% kebutuhan serat harian si Kecil, karena di dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ terdapat kandungan serat inulin yang menjadi makanan untuk bakteri baik di dalam pencernaan si Kecil.

Memperbanyak asupan air putih

Di samping untuk menghindari dehidrasi, air putih juga berfungsi untuk melunakkan feses agar proses buang air besar jadi lebih mudah, sehingga anak tidak terserang gejala penyebab sembelit. Untuk si kecil, kebutuhan cairan hariannya adalah 1,3 liter atau sekitar 4 gelas. Namun ketika sedang sembelit, tambahkan menjadi 5 gelas per hari.

Rutin berolahraga

Agar mengurangi risiko datangnya penyebab sembelit, sebaiknya anak memang perlu dibiasakan untuk rutin berolahraga sejak dini agar tubuhnya lebih sehat dan memperlancar pencernaan. Berolahraga atau beraktivitas fisik dapat membantu pergerakan usus yang akan mendorong makanan ke depan ketika dicerna, sehingga proses buang air besar jadi lebih lancar. Ibu bisa mengajak si Kecil berolahraga bersama supaya lebih menyenangkan, seperti bersepeda, bermain bola, berenang, senam, dan lompat tali.

Mengajari cara buang air yang benar

Di usia ini, si kecil perlu dibiasakan untuk buang air dengan toilet. Minta ia untuk duduk atau jongkok di toilet dua kali sehari selama kurang lebih 10 menit setelah makan. Langkah ini akan memperkenalkan padanya bagaimana cara buang air yang benar sehingga mengurangi risiko datangnya penyebab sembelit

Mencegah Si kecil Mengalami Sembelit

Sembelit masih bisa dicegah dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:

Membiasakan makanan sehat dan kaya serat

Berikan si kecil makanan bergizi lengkap dan tinggi kandungan serat setiap hari. Serat bermanfaat untuk membentuk feses menjadi lunak sehingga akan memudahkan proses buang air besar.

Menambahkan asupan serat secara bertahap 

Apabila si kecil belum terbiasa dengan asupan tinggi serat, cobalah dengan menambahkannya secara bertahap. Seperti yang telah disebutkan, kebutuhan serat harian anak usia 1-3 tahun menurut AKG 2019 Kemenkes RI yaitu sekitar 19 gram per hari. Namun sayangnya, 9 dari 10 anak Indonesia terbukti kurang mendapat asupan serat, sehingga sering mengalami sembelit. Nah, salah satu asupan serat yang bisa Ibu berikan untuk si Kecil adalah serat inulin yang terkandung di dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+.

Sering bergerak dan berolahraga bersama 

Luangkanlah waktu setidaknya 20-30 menit setiap hari untuk bergerak dan berolahraga bersama buah hati. Jadi, selain membantu memperlancar BAB, Ibu dan si kecil juga akan sama-sama memiliki tubuh yang sehat.

Mendorong si kecil untuk minum banyak air putih 

Jangan lelah untuk terus mengingatkan buah hati agar minum air putih sesuai anjuran yang telah ditetapkan.

Membiasakan si kecil buang air di toilet 

Buatlah jadwal teratur untuk si kecil buang air di toilet setelah ia makan. Untuk membuatnya merasa nyaman, sediakan alas kaki yang sesuai dengan tinggi tubuhnya dan berikan ia mainan agar rutinitas ini lebih menyenangkan.

Mengingatkan si kecil tentang alarm BAB

Terus ingatkan si kecil untuk segera pergi ke toilet jika ia sudah merasakan tanda-tanda ingin buang air besar, seperti perut terasa mulas dan sering buang gas. Ibu juga perlu memberitahukan si kecil akibat jika terlalu sering menunda BAB yang bisa membuatnya sakit perut.

Memberikan dukungan penuh

Si kecil membutuhkan dukungan penuh dari Ibu. Jadi, selalu berikan ia dorongan bahwa ia sanggup untuk buang air besar dengan benar di toilet. Ketika ia masih belum berhasil, jangan lantas memarahinya. Tetap berikan ia dukungan supaya ia berusaha dengan lebih giat lagi.

Makanan untuk cegah penyebab sembelit

Sebagaimana yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya, membiasakan Anak untuk mengonsumsi makanan kaya akan serat bisa jadi salah satu pencegahan maupun solusi dalam mengatasi penyebab sembelit. 

Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk terus memantau asupan makanan kaya serat untuk dikonsumsi setiap hari atau secara rutin demi mencegah datangnya penyebab sembelit pada anak. Konsumsi makanan kaya serat untuk mencegah penyebab sembelit ini bisa Ibu campurkan ke dalam makanan utama anak atau jadi pilihan camilan sehat. Berikut adalah makanan kaya serat pencegah penyebab sembelit yang bisa Ibu tawarkan kepada anak.

  1. Tomat

    Tomat merupakan buah yang dikenal memiliki kandungan vitamin C tinggi. Kandungan vitamin C tersebut berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun tomat ternyata juga salah satu buah dengan kandungan serat tinggi. 

    Kandungan serat yang ada pada tomat dapat mencegah datangnya penyebab sembelit pada anak dan memiliki peran dalam menjaga kesehatan lainnya. Perpaduan manfaat yang ditawarkan oleh tomat keduanya pun akan sangat berkhasiat dalam menyehatkan sistem pencernaan si kecil. Buah yang dapat mencegah datangnya penyebab sembelit ini juga mudah dikonsumsi dengan berbagai cara. Bisa dimasak langsung atau disajikan dengan hidangan seperti sup.

  2. Pepaya

    Bukan rahasia lagi, jika buah berwarna jingga yang satu ini memang sudah dikenal ampuh dalam mengatasi datangnya penyebab sembelit yang menggangu kelancaran buang air besar. 

    Keampuhan pepaya dalam mengatasi datangnya penyebab sembelit ini hadir berkat kandungan enzim papain yang dapat mempermudah protein untuk dicerna oleh tubuh. Selain itu pepaya juga bersifat sebagai antioksidan dan antikanker, sehingga akan melindungi bayi dari radikal bebas dan zat penyebab kanker.

  3. Buah naga 

    Buah naga juga jadi salah satu makanan yang dapat mencegah dan mengatasi datangnya penyebab sembelit. Buah satu ini tidak hanya tinggi kandungan vitamin dan mineral, tapi juga kaya air dan serat yang dapat membantu memperlancar pencernaan. 

    Memiliki tekstur yang lembut, makanan pencegah datangnya penyebab sembelit akan mempermudah bagi si kecil saat mengonsumsinya. Buah naga punya cita rasa manis dan menyegarkan. Untuk buah naga yang memiliki daging buah berwarna merah akan mempengaruhi warna urin dan feses bayi menjadi merah gelap.

  4. Alpukat

    Tahukah Ibu jika buah alpukat punya kandungan serat di dalam yang cukup tinggi? Buah alpukat memiliki kandungan serat sekitar 2,2 gram di setiap 100 gram bobotnya. Ini artinya buah ini akan membantu permasalahan konstipasi akibat penyebab sembelit dan memperlancar buang air besar pada anak. Alpukat juga dikenal akan kandungan lemak baik yang bisa meningkatkan berat badan bayi untuk mencapai berat badan normal.

  5. Oatmeal

    Oatmeal bisa jadi menu sarapan yang sehat demi mencegah datangnya penyebab sembelit pada anak. Salah satu makanan khas sarapan ini mengandung beta-glucan yang akan berubah menjadi lapisan gel ketika bereaksi dengan air untuk melapisi saluran pencernaan dan dinding perut. Lapisan ini berfungsi sebagai bahan makanan untuk meningkatkan pertumbuhan bakteri baik yang ada di dalam usus. 

    Jika bakteri baik terjaga pertumbuhannya, maka usus pun jadi lebih sehat yang berpengaruh terhadap proses buang air besar. Ibu juga bisa menambahkan asupan susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ karena mengandung serat pangan (insulin) yang dapat membantu menjaga kesehatan si Kecil agar terhindar dari sembelit.

Segera coba beberapa cara mengatasi sembelit pada anak di atas jika buah hati menunjukkan gejala susah BAB ya, Bu. Jika sembelit berlangsung dalam waktu lama atau menyebabkan kondisi yang serius, maka segera bawa si Kecil ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

Sembelit adalah kondisi yang bisa sangat mengganggu bagi si Kecil. Untuk menyiasati kondisi tersebut, Ibu bisa memberikan si Kecil beberapa makanan yang sudah direkomendasikan sebelumnya. Yang perlu diingat, saat si Kecil sembelit, Ibu dapat memberikan ia asupan serat dan mencukupi kebutuhan cairan hariannya, guna melancarkan sistem pencernaan si Kecil. Asupan serat ini bisa Ibu dapatkan dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ , karena susu ini diperkaya dengan serat pangan (inulin) sebanyak 2 gram per saji, sehingga dengan minum sebanyak 3 kali sehari, si Kecil sudah mengonsumsi sekitar 6 gram serat, yang setara dengan hampi 40% kebutuhan serat harian anak.

Tak hanya itu lho, Bu. Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga diperkaya oleh 9 Asam Amino Esensial (9AAE) secara lengkap yang mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Asupan 9AAE ini penting dipenuhi dalam jumlah dan jenis yang lengkap. Sebab, jika kekurangan 1 jenis asam amino, maka dapat menurunkan fungsi optimal tubuh. Hal ini dibuktikan juga dalam penelitian di National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan 1 jenis 9AAE, maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9AAE akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen.

Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga mengandung 8 kombinasi nutrisi penting untuk mendukung kreativitas si Kecil, mulai dari DHA 4x lebih tinggi, omega 3, omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi, serta diperkaya 5 kombinasi nutrisi penting lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh, yakni zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, vitamin C tertinggi yang dikombinasikan dengan kehebatan 9AAE.