Whatsapp Share Like Simpan

Sembelit atau konstipasi merupakan salah satu keluhan kesehatan yang bisa menyerang siapa saja. Anak-anak pun tidak lepas dari kondisi ini. Si Kecil dikatakan mengalami sembelit jika frekuensi buang air besarnya hanya 1-2 kali dalam seminggu. Ketika sembelit menyerang, si Kecil bisa merasa tidak nyaman pada bagian perut sehingga menyebabkannya sering rewel bahkan menangis. Untuk itu, Ibu pun perlu tahu apa penyebab dan cara mengatasi sembelit pada anak.

Gejala Sembelit

Si Kecil yang mengalami sembelit akan menunjukkan beberapa gejala seperti berikut ini:

  • Buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu
  • Nyeri ketika buang air besar
  • Perut kembung
  • Sakit perut
  • Darah di permukaan tinja terlihat keras
  • Adanya jejak feses yang cair atau pucat di celana sebagai tanda feses didorong ke rektum
  • Pergerakan usus kering, keras, dan sukar dilewati
  • Berusaha menahan BAB karena takut merasa sakit saat melakukannya. Untuk menahan BAB ini biasanya si Kecil akan merapatkan bokong, menyilangkan kaki, memelintir tubuh, atau menunjukkan ekspresi sedang menahan BAB.

Apa Penyebab Sembelit pada Anak-anak?

Apa Penyebab Sembelit pada Anak-anak?

Penyebab umum si Kecil bisa menderita sembelit adalah gaya hidup, seperti:

  • Makanan. Si Kecil sembelit karena ia terlalu banyak mengonsumsi makanan yang rendah serat dan tinggi lemak, seperti makanan cepat saji, minuman ringan, dan makanan nirnutrisi. Si Kecil juga kurang mengonsumsi air putih sehingga asupan cairan di dalam tubuhnya sedikit dan menyebabkan feses mengeras. Sembelit juga bisa menimpa anak yang mengalami perubahan pada pola makan, seperti bayi yang beralih dari ASI ke makanan padat.
  • Kurang berolahraga atau aktivitas fisik. Berolahraga atau aktivitas fisik dapat merangsang otot usus untuk berkontraksi secara alami yang bisa mempercepat pemindahan feses. Jika si Kecil kurang aktif secara fisik dan lebih sering menonton televisi atau bermain game, maka kontraksi otot ususnya pun jadi kurang lancar. Inilah yang kemudian bisa menyebabkan ia sulit buang air besar.
  • Mengalami masalah secara emosional. Si Kecil yang memiliki masalah secara emosional juga bisa menjadi penyebab sembelit. Misalnya saja ketika sedang menjalani toilet training. Si Kecil sedang belajar cara baru untuk buang air sehingga mungkin membuatnya sengaja menahan gerakan usus.

Bisa juga terjadi saat si Kecil tidak mau buang air besar di kamar mandi umum. Ia pun terpaksa menahan hingga akhirnya menyebabkan konstipasi. Si Kecil yang sedang merasa stres juga bisa mengalaminya, Bu. Misalnya sedang menyesuaikan diri di sekolah baru, pindah rumah, atau terjadi masalah dengan temannya.

  • Terlalu asyik beraktivitas. Si Kecil yang sedang fokus melakukan sesuatu bisa saja jadi kurang peka terhadap sinyal yang dikeluarkan tubuh untuk buang air besar. Si Kecil yang sedang memulai sekolah juga mungkin mengalami sembelit, karena ia tidak bisa pergi ke kamar mandi saat merasa perlu sehingga membuatnya harus mengubah rutinitas ususnya.
  • Masalah pada fisik. Pada kasus langka, penyebab sembelit bisa karena adanya masalah pada fisik, seperti anus, rektum, saluran usus, sistem saraf, atau hipotiroidisme. Bisa juga karena sedang mengonsumsi jenis obat tertentu, seperti antidepresan atau suplemen zat besi.
  • Alergi pada susu sapi. Si Kecil yang memiliki alergi pada susu sapi atau mengonsumsi produk susu secara berlebihan terkadang juga bisa menjadi pemicu sembelit.
  • Sejarah di dalam keluarga. Si Kecil dengan riwayat sembelit di dalam anggota keluarga juga lebih berisiko mengalami hal yang sama. Hal ini kemungkinan bisa terjadi karena lingkungan hidup yang sama atau faktor genetik.

 

Artikel Sejenis

Baca juga: 4 Penyebab Bayi Susah BAB [Saat MPASI]

Cara Mengatasi Sembelit pada Anak

Cara mengatasi sembelit pada anak akan tergantung pada usia, gejala, dan kondisinya. Perawatan yang diberikan pada si Kecil untuk mengobati konstipasi akan meliputi perubahan gaya hidup yang terdiri dari:

  • Mengubah pola makan. Kurangi memberikan makanan kurang sehat pada si Kecil. Sebagai gantinya, berikan ia makanan yang kaya serat dan nutrisi. Tambahkan buah, sayuran, roti gandum, dan oat sebagai cemilan si Kecil untuk mengganti snack kemasan yang banyak mengandung gula dan rendah nutrisi. Membatasi konsumsi makanan cepat saji, junk food, serta minuman berkafein dan tinggi gula.
  • Memperbanyak asupan air putih. Di samping untuk menghindari dehidrasi, air putih juga berfungsi untuk melunakkan feses agar proses buang air besar jadi lebih mudah. Untuk si Kecil, kebutuhan cairan hariannya adalah 1,3 liter atau sekitar 4 gelas. Namun ketika sedang sembelit, tambahkan menjadi 5 gelas per hari.
  • Rutin berolahraga. Si Kecil sebaiknya memang perlu dibiasakan untuk rutin berolahraga sejak dini agar tubuhnya lebih sehat dan memperlancar pencernaan. Berolahraga atau beraktivitas fisik dapat membantu pergerakan usus yang akan mendorong makanan ke depan ketika dicerna, sehingga proses buang air besar jadi lebih lancar.
  • Mengajari cara buang air yang benar. Di usia ini, si Kecil perlu dibiasakan dengan toilet. Minta ia untuk duduk atau jongkok di toilet dua kali sehari selama kurang lebih 10 menit setelah makan. Langkah ini akan memperkenalkan padanya bagaimana cara buang air yang benar.

Mencegah Si Kecil Mengalami Sembelit

Mencegah Si Kecil Mengalami Sembelit

Sembelit masih bisa dicegah dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Membiasakan makanan sehat dan kaya serat. Berikan si Kecil makanan bergizi lengkap dan tinggi kandungan serat setiap hari. Serat bermanfaat untuk membentuk feses menjadi lunak sehingga akan memudahkan proses buang air besar.
  • Menambahkan asupan serat secara bertahap. Apabila si Kecil belum terbiasa dengan asupan tinggi serat, cobalah dengan menambahkannya secara bertahap. Untuk anak-anak, asupan serat yang disarankan adalah 14 gram untuk setiap 1.000 kalori per hari.
  • Sering bergerak dan berolahraga bersama. Luangkanlah waktu setidaknya 20-30 menit setiap hari untuk bergerak dan berolahraga bersama buah hati. Jadi, selain membantu memperlancar BAB, Ibu dan si Kecil juga akan sama-sama memiliki tubuh yang sehat.
  • Mendorong si Kecil untuk minum banyak air putih. Jangan lelah untuk terus mengingatkan buah hati agar minum air putih sesuai anjuran yang telah ditetapkan.
  • Membiasakan si Kecil buang air di toilet. Buatlah jadwal teratur untuk si Kecil buang air di toilet setelah ia makan. Untuk membuatnya merasa nyaman, sediakan alas kaki yang sesuai dengan tinggi tubuhnya dan berikan ia mainan agar rutinitas ini lebih menyenangkan.
  • Mengingatkan si Kecil tentang alarm BAB. Terus ingatkan si Kecil untuk segera pergi ke toilet jika ia sudah merasakan tanda-tanda ingin buang air besar, seperti perut terasa mulas dan sering buang gas. Ibu juga perlu memberitahukan si Kecil akibat jika terlalu sering menunda BAB yang bisa membuatnya sakit perut.
  • Memberikan dukungan penuh. Si Kecil membutuhkan dukungan penuh dari Ibu. Jadi, selalu berikan ia dorongan bahwa ia sanggup untuk buang air besar dengan benar di toilet. Ketika ia masih belum berhasil, jangan lantas memarahinya. Tetap berikan ia dukungan supaya ia berusaha dengan lebih giat lagi.

Segera coba beberapa cara mengatasi sembelit pada anak di atas jika buah hati menunjukkan gejala susah BAB ya, Bu. Jika sembelit berlangsung dalam waktu lama atau menyebabkan kondisi yang serius, maka segera bawa si Kecil ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

Ibu memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi seputar anak? Langsung kunjungi laman Tanya Pakar saja ya, Bu. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk bisa memakai fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

Haibunda

Alodokter