Share Like
Simpan

Keinginan memiliki bayi yang sehat, merupakan impian dan harapan semua Ibu yang sedang atau akan menjalani kehamilan. Segala persiapan pun telah dilakukan. Salah satu hal yang Ibu perlu ingat adalah pentingnya mengonsumsi asam folat (dikenal pula sebagai vitamin B9). Asam folat ini sudah dikenal dengan berbagai manfaat terhadap kesehatan dan kehamilan. Selain itu, asam folat juga bermanfaat dalam mencegah terjadinya kecacatan tabung saraf bayi atau yang dikenal dengan istilah medis neural tube defect (NTD).

Manfaat asam folat tidak hanya terbatas pada pencegahan terhadap NTD saja. Sebuah studi terbaru di Norwegia mengungkapkan bahwa bila Ibu mengonsumsi suplemen asam folat sebulan sebelum hamil dan mengonsumsinya secara terus-menerus hingga awal trimester pertama, maka dapat menurunkan risiko autis pada bayi hingga hampir 40%. Sedangkan yang memulai mengonsumsi suplemen asam folat sesudah waktu tersebut, tidak mengurangi risiko tersebut. Hal ini diungkapkan oleh ABC Study, sebuah studi kohort yang dilakukan pada ibu dan anak di Norwegia dan telah dipublikasikan pada Journal of The American Medical Association (JAMA) pada edisi Februari 2013.

Para periset Norwegia meneliti 85.176 bayi yang lahir antara tahun 2002-2008 untuk menilai efek/dampak suplementasi asam folat terhadap angka kejadian autis. Pada tahun 2012, periset mengevaluasi kembali para ibu dan bayinya, mengungkapkan bahwa ibu yang mengonsumsi suplemen asam folat mulai dari 4 bulan sebelum hamil dan secara terus-menerus hingga usia kehamilan minimal 8 minggu, memiliki risiko 40% lebih rendah memiliki anak dengan autis dibandingkan dengan ibu yang tidak mengonsumsi suplemen asam folat selama kehamilan berlangsung. Sedangkan bila ibu mengonsumsinya di pertengahan kehamilan (minggu ke-22), maka tidak memiliki efek terhadap risiko autis tersebut.

Mengenal asam folat
Asam folat merupakan bentuk sintetik dari vitamin B yaitu folat dan terkandung secara alami pada sayuran berdaun hijau seperti bayam, brokoli, asparagus dan hati serta beras merah Selain pada makanan tersebut, produk susu untuk ibu hamil pun diperkaya dengan asam folat, sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan asam folat pada ibu hamil. Asam folat (bekerjasama dengan vitamin B12) juga berfungsi membentuk sel darah merah yang sehat

Vitamin B sangat penting diperlukan dalam membangun dan memperbaiki molekul-molekul DNA, yaitu materi genetik yang menyusun dan mengendalikan semua sel tubuh, termasuk sel-sel otak. Dokter akan menganjurkan ibu hamil untuk mengonsumsi sekira 600 mikrogram asam folat setiap hari untuk mengurangi risiko memiliki bayi dengan kelainan spina bifida. Ibu hamil juga perlu terus-menerus mengonsumsinya agar tubuh tidak mengalami kekurangan. Konsultasikan dengan dokter mengenai dosis asam folat yang perlu Ibu konsumsi.

Bila dikonsumsi sebelum dan selama kehamilan, asam folat juga bisa melindungi bayi dari cacat celah bibir dan langit-langit, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, keguguran, dan gangguan pertumbuhan dalam rahim. Selain bermanfaat terhadap bayi, asam folat juga melindungi Ibu dari: komplikasi kehamilan (dapat mengurangi risiko terjadinya preeklamsia), penyakit jantung.

Kehamilan membutuhkan diet makanan sehat seimbang, olahraga, mengatasi stres dan mengonsumsi suplemen yang mengandung asam folat, seperti susu untuk ibu hamil, agar Ibu dapat memiliki bayi sehat sebagai generasi penerus bangsa.