Whatsapp Share Like
Simpan

Diare pada anak sering kali menimbulkan rasa yang tidak nyaman, sehingga anak lebih rewel dan membuat buah hati Anda mogok makan dan minum. Hal tersebut terkadang membuat para ibu resah dan gelisah, sehingga pilihan memberikan obat diare anak harus dilakukan demi penyembuhan si Kecil. Pemberian obat diare anak memang diperbolehkan kepada anak pada rentang usia tertentu, tapi untuk bayi sebaiknya diberikan pengobatan secara alami saja.

Obat Diare Anak Usia 1-4 Tahun

Diare pada anak tidak boleh dianggap remeh, karena diare dapat menyebabkan buah hati ibu dehidrasi hebat. Bahkan diare pada bayi berisiko mengalami komplikasi dua kali lipat dibandingkan orang dewasa. Hal tersebut patut diwaspadai untuk para ibu dalam menjaga asupan gizi buah hati Anda agar terhindar dari diare.

Obat-obatan pada bayi juga bukan solusi terbaik. Pemberian obat pada bayi lebih baik menggunakan pengobatan yang alami, dengan memanfaatkan buah-buahan yang mengandung zat-zat baik untuk mengatasi frekuensi diare pada bayi. Tahukah ibu, buah-buah apa saja untuk mengurangi frekuensi diare pada anak? Berikut ini beberapa buah-buahan yang pastinya mudah didapatkan untuk obat diare anak. Ini dia daftarnya untuk ibu: 

Pisang

Buah pisang merupakan sumber makanan yang bergizi tinggi, banyak sekali gizi atau nutrisi yang dibutuhkan oleh manusia terdapat pada buah pisang ini. Selain itu, pisang juga termasuk ke dalam diet BRAT yang direkomendasikan untuk obat diare anak alami. BRAT sendiri merupakan singkatan dari Banana (pisang), Rice (nasi), Applesauce (saus apel), dan Toast (roti). Oleh karena itu, pola makan BRAT ini termasuk ke dalam obat diare alami. Jenis makanan yang dikonsumsi pada pola BRAT ini lebih mudah dicerna dan dapat memadatkan tinja untuk mengurangi frekuensi  diare.

Pisang sudah dikenal sebagai buah yang baik untuk MPASI bayi. Tekstur buah pisang yang mudah dicerna bayi, juga ternyata dapat membantu mengganti elektrolit yang hilang ketika buah hati Ibu, kehilangan cairan dan nutrisi karena diare. Selain itu, berikut beberapa kandungan di dalam pisang yang ampuh sebagai obat diare anak :

Artikel Sejenis

  • Potassium: baik untuk pencernaan dan mengatasi dehidrasi.
  • Vitamin dan kalium: meningkatkan energi tubuh.
  • Serat: memulihkan fungsi usus sehingga feses bisa menjadi padat kembali.

Dengan kombinasi kandungan di atas, buah pisang secara universal dikenal sebagai sumber energy instan untuk tubuh manusia. Jadi, jangan ragu menjadikan buah pisang sebagai obat diare anak yang alami serta baik juga untuk memenuhi gizi dan nutrisi tumbuh kembang buah hati, Ibu.

Apel

Selain pisang, buah apel juga termasuk ke dalam diet BRAT, yang berarti apel juga direkomendasikan untuk obat diare anak usia di bawah 5 tahun atau balita. Kandungan pada buah apel ini sangat membantu mengurangi frekuensi diare pada bayi. Berikut ini beberapa kandungan dalam buah apel yang disarankan untuk obat diare anak, Ibu:

  • Pektin: zat ini terdiri dari pektin mentah dan pektin matang yang memiliki fungsi berlawanan. Pektin mentah melembutkan tinja sehingga dapat mengatasi sembelit, sedangkan pektin matang mengeraskan tinja sehingga dapat mengatasi diare.
  • Asam Tanat: merupakan zat yang mampu mengurangi sekresi dan mengurangi kandungan air pada feses. Dengan begitu frekuensi BAB pun dapat berkurang dan diare pada anak bisa sembuh.
  • Serat: memulihkan fungsi usus sehingga feses bisa menjadi padat kembali.

Zat Pektin pada apel berkhasiat mengatasi masalah diare pada anak, namun zat pektin pada apel sebagai obat diare anak ini baru dapat dirasakan dalam keadaan pektin matang. Jadi, disarankan untuk Ibu yang buah hatinya menderita diare untuk mengkonsumsi apel yang telah dimasak terlebih dahulu. Ibu bisa mengukusnya hingga empuk tanpa membuang kulitnya, kemudian disajikan. Zat pektin matang ini sama dengan zat yang terkandung pada pisang, yaitu zat yang dapat memadatkan feses buah hati Ibu, yang tengah menderita diare.

Jambu Biji

Sejak dulu masyarakat Indonesia sudah percaya bahwa buah jambu biji sangat efektif dalam mengatasi diare. Buah ini memang mengandung zat yang mirip dengan attapulgite yang biasa terdapat pada obat diare anak yang juga berfungsi untuk memadatkan feses. Selain itu, jambu biji juga kaya akan vitamin C dan antioksidan tinggi yang baik untuk membunuh kuman dan menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh buah hati Anda, sehingga resiko mengalami diare yang berkelanjutan dan semakin parah akan dapat berkurang bahkan sembuh. 

Dengan kandungan tersebut, jambu biji sebagai obat diare anak juga harus didukung oleh pengolahan yang baik dan benar agar khasiat dari jambu biji  efektif mengobati buah hati, Ibu dari ancaman diare. Dalam memilih jambu biji yang baik, Ibu, disarankan untuk memilih jambu biji yang masih muda. Mengapa demikian? Karena jambu biji yang masih muda memiliki kandungan zat alami yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang sudah cukup matang. Jadi, ada baiknya ibu memilih jambu biji yang masih mudah untuk obat diare anak.

Dikarenakan buah ini memiliki banyak biji dalam dagingnya, maka Ibu harus berhati-hati dalam memberikannya pada si Kecil. Agar mudah dikonsumsi, sebaiknya buat jambu biji menjadi jus, dengan cara diblender, diambil  sarinya dengan juicer atau disaring. 

Jika Ibu lebih memilih blender, tambahkan setengah cangkir air hangat dan jangan lupa untuk disaring biji-bijinya. Ibu juga bisa menambahkan sejumput garam dan satu sendok teh madu, lalu diaduk hingga rata. Takaran terbaiknya, minumkan pada anak tiga kali sehari dua sendok makan untuk balita umur 1-2 tahun, dan empat sendok makan untuk anak umur 3-5 tahun.

Blueberry

Buah kecil berwarna biru ini mengandung banyak serat soluble pektin yang dapat menyerap cairan dalam usus, sehingga dipercaya sebagai obat diare anak yang ampuh. Blueberry ini juga termasuk jenis buah yang dapat mengatasi gejala diare. Ibu tau, bahwa diare mengeluarkan feses yang cair pada anak. Dengan mengkonsumsi blueberry ini, cairan dalam usus sebagai gejala diare ini bisa diserap oleh zat soluble pektin dalam buah blueberry ini. Jadi, buah hati Ibu bisa terhindar dari diare berat yang beresiko tinggi. 

Berikut ini kandungan yang terdapat pada buah blueberry yang perlu Ibu ketahui :

  • Tannins: zat yang membantu proses keluarnya cairan dan lendir yang bersifat toksik terhadap tubuh buah hati, Ibu.
  • Anthocyanosides: sebagai anti bakteri dan salah satu sumber antioksidan
  • Serat Soluble: sebagai pembantu proses terserapnya cairan di dalam usus.

Untuk mendapatkan khasiat pengobatan diare pada blueberry ini, ada baiknya mengkonsumsi blueberry ini dengan mengolahnya menjadi teh yang telah ditumbuhi sebelumnya atau Ibu juga bisa mengkonsumsinya dalam keadaan kering, sebagai cemilan baik untuk buah hati Ibu.

Makanan Lain yang Ampuh Sebagai Obat Diare Anak

Di samping buah-buahan di atas, ada beberapa makanan pereda diare lainnya yang dianjurkan untuk dikonsumsi bayi. Di antaranya adalah:

  • Yogurt: mengandung bakteri baik Lactobacillus dan Bifidobacterium yang bagus untuk pencernaan si Kecil.
  • Aneka jenis karbohidrat (nasi, roti, sereal, dan kentang): memiliki kandungan protein, lemak, dan serat yang rendah sehingga baik untuk dikonsumsi saat pencernaan mengalami masalah. Karbohidrat lebih mudah dicerna dan dapat memadatkan feses sebagai upaya untuk mengurangi diare pada bayi.
  • Untuk nasi Ibu dapat mengolahnya menjadi nasi tim atau bubur. Lalu untuk roti bisa diolah dengan cara dikukus dan dicampur dengan buah-buahan di atas. Pengolahan sereal bisa dengan dimasak menggunakan air dan ditambah dengan yogurt. Kentang bisa diolah dengan cara dipanggang.

Tubuh memerlukan asupan serat sebagai pengatur atau penetralisir feses. Serat dalam makanan terdiri dari serat larut dan tak larut, sebagai berikut:

  • Serat larut: membantu mengurangi kolesterol dan mengontrol kadar gula darah. Selain itu, akan memperlambat makanan saat melewati usus, yang selanjutnya akan membantu mencegah diare.
  • Serat tak larut: adalah jenis serat yang kasar; merupakan bagian yang tidak dapat dicerna. Contohnya adalah kulit apel dan biji stroberi. Serat tak larut justru dapat membantu mencegah konstipasi (sembelit). Bagi penderita sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome = IBS), bila kebanyakan serat tak larut justru akan memperburuk diare. Karenanya, disarankan untuk lebih banyak makan serat larut.

Bayi berusia 0-6 bulan belum memiliki kebutuhan serat yang dianjurkan, sedangkan di usia 7-12 bulan bayi memerlukan 10 gram serat per hari. (sumber: hellosehat.com) Di usia 0-12 bulan bayi masih lebih banyak membutuhkan ASI sebagai asupan utamanya. Sebisa mungkin berikan ASI eksklusif hingga usia si Kecil 6 bulan. Setelah itu Ibu sudah boleh memperkenalkan MPASI secara bertahap yang bisa dimulai dengan buah-buahan. Ada kemungkinan bayi mengalami diare atau malah sembelit dikarenakan pencernaannya masih ‘beradaptasi’ terhadap asupan yang masuk dalam tubuhnya. Amati reaksi si Kecil setelah ia makan. Jika mengalami diare, maka ada baiknya untuk mengonsumsi buah untuk diare atau jenis makanan lainnya yang dianjurkan.

Dan nasihat lain, jangan lupa berikan si Kecil banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang. Bila sampai kekurangan cairan, tentunya bisa mengalami dehidrasi parah. Apabila diare tidak kunjung membaik, maka sebaiknya Ibu segera membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Asupan Makanan yang Perlu Dihindari Saat Anak Diare

Kekhawatiran para ibu terhadap diare yang menyerang anak-anak, menimbulkan kewaspadaan yang tinggi dalam asupan anak setiap harinya. Banyak sekali ibu yang pada akhirnya sangat ketat dalam asupan gizi anak. Apalagi, untuk para ibu yang baru memiliki bayi yang telah memasuki tahap MPASI. Segala asupan bayi diperhatikan baik-baik takaran dan komposisinya. Hal tersebut dilakukan para ibu untuk menghindari buah hati tercinta dari penyakit diare. 

Diare tak bisa dianggap ringan, walau hanya gejala diare cukup membuat banyak anak bahkan bayi menderita. Dari feses yang tidak normal hingga mengalami dehidrasi, membuat banyak ibu panic menghadapi buah hatinya yang terjangkit diare. Namun, ibu tidak perlu panic lagi. Setelah membahas obat diare anak yang alami, sekarang kita akan membahas asupan makanan yang perlu dihindari saat anak diare. 

Bahasan ini, semata-mata untuk para ibu agar lebih waspada lagi dalam asupan makanan buah hati, Ibu. Berikut ini beberapa jenis makanan yang wajib Ibu hindari untuk buah hati saat Diare:

Makanan Berminyak dan Berlemak

Semua jenis makanan berminyak dan berlemak dapat menghambat penyembuhan diare pada anak. Menurut penelitian, makanan berminyak dan berlemak dalam menegangkan otot dinding saluran pencernaan, yang dapat menyebabkan diare yang diderita buah hati Anda tidak lekas sembuh. Selain itu, dapat membuat lambung terasa kembung. 

Hal tersebut patut kita sadari sebagai seorang Ibu. Bijak dalam mengelola asupan makanan untuk anak hal yang wajib. Ibu dapat mengelola asupan makanan buah hati ketika diare dengan merebus atau mengukusnya. Banyak alternatif pengolahan makanan selain digoreng dengan minyak. 

Produk Olahan Susu

Saat buah hati Ibu diare, disarankan untuk menghentikan konsumsi olahan susu sementara waktu. Hal ini dilakukan agar pencernaan buah hati Anda dapat pulih lebih cepat. Diare membuat usus kesulitan untuk memproduksi enzim laktase dalam mencerna laktosa (zat dalam produk olahan susu). Oleh karena itu, hindari beberapa produk olahan susu, seperti susu kemasan dan keju. 

Namun, ada satu produk olahan susu yang baik jika dikonsumsi saat diare pada anak, yaitu Yoghurt. Produk olahan susu yoghurt ini memiliki kandungan yang berbeda dengan produk olahan susu lainnya. Yoghurt dengan probiotik yang baik yang bisa sebagai obat diare anak. Jadi, sebagai ibu bijak pilihlah produk olahan susu yang baik dan benar untuk buah hati Anda yang tengah diare.

Sayuran yang Mengandung Gas

Sayuran dan buah-buahan merupakan makanan yang baik untuk kesehatan, tetap saat buah hati diare kedua jenis makanan ini juga patut dihindari. Apalagi sayuran hijau yang dapat meningkatkan gas dalam tubuh buah hati Anda. Beberapa sayuran yang memicu meningkatnya gas dalam tubuh, antara lain: kembang kol, kacang polong, brokoli, sayuran berdaun hijau, paprika, buncis, jagung, dan kubis. Tidak hanya sayuran, buah-buahan juga ada beberapa yang patut dihindari saat anak diare, yaitu : nanas, anggur, ceri, dan buah ara. 

Namun, walaupun sayuran dan buah-buahan juga harus dijauhi saat si kecil diare. Ada beberapa sayur dan buah yang aman dikonsumsi si kecil saat diare melanda, yaitu: wortel, kacang hijau, jamur, asparagus, dan zucchini. Dalam kategori buah-buahan, bahasan buah di atas lah yang aman untuk dikonsumsi bahkan dianjurkan dikonsumsi sebagai obat diare anak.

Cara Mencegah Diare Pada Si Buah Hati 

Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Pepatah sederhana penuh makna seharusnya menjadi pengingat kita sebagai ibu untuk menjaga kesehatan buah hati. Setelah membahas obat diare anak dan asupan yang tidak boleh dikonsumsi untuk anak yang diare, kini bahasan selanjutnya adalah cara mencegah diare pada buah hati kesayangan Ibu. 

Penyakit umum diare yang bisa dengan mudah menyerang buah hati kita, patut diwaspadai selalu. Diare tidak memandang umur, bayi bahkan orang dewasapun bisa dengan mudah terserang diare. Oleh karena itu, pencegahan ini harus diteladani baik-baik, khususnya para Ibu. Obat diare pada anak mungkin bisa menyembuhkan diare pada buah hati kita, tetapi pencegahan lebih baik dilakukan untuk bayi dan anak Ibu. Berikut ini beberapa cara mencegah diare pada anak yang mudah diterapkan:

Menjaga Kebersihan Diri

Membiasakan anak untuk mencuci tangan sebelum makan, merupakan salah satu langkah dalam menjaga kebersihan diri. Kebiasaan menjaga kebersihan diri harus ditanamkan sejak dini kepada si kecil. Seperti membuang sampah pada tempatnya, agar sampah apapun bisa tetap berada ditempatnya dan kuman pada sampah tersebut tidak menyebarkan penyakit yang bisa saja menimbulkan gejala diare pada anak. 

Oleh karena itu, kebersihan diri pada buah hati Anda, harus ditanamkan secara baik oleh orang tua. Jika buah hati Anda masih bayi, Anda sebagai orang tua lah yang punya peran banyak dalam menjaga kebersihan diri buah hati. 

Memperkuat Kekebalan sistem Imun 

Salah satu cara mudah dalam mencegah diare pada anak adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh si kecil. Caranya tidak susah, dengan memberikan ASI eksklusif sejak bayi merupakan salah satu langkah Ibu menjaga kekebalan imun buah hati Anda. ASI merupakan zat terbaik dalam membentuk sistem kekebalan dan daya tahan tubuh anak dalam serangan penyakit, salah satunya diare. 

Selain ASI, asupan makanan juga mempengaruhi sistem imun daya tahan tubuh buah hati Anda. Jika, asupan gizi dalam tubuh buah hati Anda kurang, berbagai serangan penyakit dapat dengan mudah datang ke tubuh si kecil. Oleh karena itu, perhatikan baik-baik asupan gizi buah hati ANda. Dan tanamkan sejak dini kebiasaan mengkonsumsi makanan-makanan bergizi pada buah hati Anda.

Menjaga Kebersihan Makanan dan Minuman

Selain mengonsumsi obat diare anak, tindakan terakhir dalam pencegahan diare pada anak adalah menjaga kebersihan makanan dan minum buah hati Anda. Tidak jajan sembarang menjadi salah satu langkah untuk menjaga kebersihan makanan dan minuman anak. Selain itu, memastikan kebersihan makanan dan minuman yang akan disantap si kecil dengan menjaga kebersihan tempat makan dan minumnya. Dengan menutup makanan buah hati Anda, agar tidak dihinggapi serangga dan merebus botol susu agar steril dan terbebas dari kuman. 

Untuk Ibu yang ingin bertanya atau berkonsultasi, bisa mengunjungi laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu, ya.