Whatsapp Share Like
Simpan

Mengalami diare memang sangat tidak mengenakkan. Selain orang dewasa, bayi pun bisa mengalaminya. Pemberian obat bisa menyembuhkan diare, tapi untuk bayi sebaiknya diberikan pengobatan secara alami saja. Tahukah Ibu bahwa ada beberapa buah untuk diare yang bisa diberikan pada bayi? Benar, Bu, beberapa buah ada yang mengandung zat yang bisa membantu mengurangi frekuensi diare. Apa saja buah-buahan tersebut? Ini dia daftarnya untuk Ibu:

Pisang

Pisang sudah dikenal sebagai buah yang baik untuk MPASI bayi. Tidak hanya itu saja, buah berwarna kuning ini ternyata juga sangat ampuh dalam mengatasi diare pada bayi lho, Bu. Ini karena pisang mengandung beberapa zat berikut ini:

  • Potassium: baik untuk pencernaan dan mengatasi dehidrasi.
  • Vitamin dan kalium: meningkatkan energi tubuh.
  • Serat: memulihkan fungsi usus sehingga feses bisa menjadi padat kembali.

Apel

Selain pisang, buah untuk diare yang bisa diberikan pada si Kecil adalah apel. Buah dengan rasa yang segar ini kaya akan zat berikut:

  • Pektin: zat ini terdiri dari pektin mentah dan pektin matang yang memiliki fungsi berlawanan. Pektin mentah melembutkan tinja sehingga dapat mengatasi sembelit, sedangkan pektin matang mengeraskan tinja sehingga dapat mengatasi diare.
  • Asam tanat: merupakan zat yang mampu mengurangi sekresi dan mengurangi kandungan air pada feses. Dengan begitu frekuensi BAB pun dapat berkurang dan diare pada anak bisa sembuh.
  • Serat

Dikarenakan fungsi dari apel sebagai obat diare anak baru bisa didapat saat pektin dalam keadaan matang, maka apel harus dimasak terlebih dulu. Ibu bisa mengukusnya hingga empuk tanpa membuang kulitnya, kemudian sajikan.

Jambu Biji

Sejak dulu masyarakat Indonesia sudah percaya bahwa buah jambu biji sangat efektif dalam mengatasi diare. Buah ini memang mengandung zat yang mirip dengan attapulgite yang biasa terdapat pada obat diare yang berfungsi untuk memadatkan feses. Selain itu jambu biji  juga kaya vitamin C dan antioksidan yang baik untuk membunuh kuman dan menangkal radikal bebas dalam tubuh. Diare pada anak pun dapat berkurang bahkan sembuh. Terakhir, jambu biji juga mengandung tanin yang mampu mengatasi diare.

Dikarenakan buah ini memiliki banyak biji dalam dagingnya, maka Ibu harus berhati-hati dalam memberikannya pada si Kecil. Agar mudah dikonsumsi, sebaiknya buat jambu biji menjadi jus, kemudian saring airnya.

Pir

Pir juga dapat dijadikan sebagai buah untuk diare berkat kandungannya yang mirip dengan apel. Kandungan pektin dan serat di dalamnya dapat membantu menghentikan diare, sedangkan tanin mampu menenangkan saluran pencernaan yang mengalami iritasi. Untuk cara mengonsumsinya juga sama seperti apel, harus dikukus hingga empuk lebih dulu tanpa dibuang kulitnya agar mendapatkan pektin yang matang.

Makanan Lain untuk Dikonsumsi Saat Diare

Di samping buah-buahan di atas, ada beberapa makanan pereda diare lainnya yang dianjurkan untuk dikonsumsi bayi. Di antaranya adalah:

  • Yogurt: mengandung bakteri baik Lactobacillus dan Bifidobacterium yang bagus untuk pencernaan si Kecil.
  • Aneka jenis karbohidrat(nasi, roti, sereal, dan kentang): memiliki kandungan protein, lemak, dan serat yang rendah sehingga baik untuk dikonsumsi saat pencernaan mengalami masalah. Karbohidrat lebih mudah dicerna dan dapat memadatkan feses sebagai upaya untuk mengurangi diare pada bayi.
  • Untuk nasi Ibu dapat mengolahnya menjadi nasi tim atau bubur. Lalu untuk roti bisa diolah dengan cara dikukus dan dicampur dengan buah-buahan di atas. Pengolahan sereal bisa dengan dimasak menggunakan air dan ditambah dengan yogurt. Kentang bisa diolah dengan cara dipanggang.

Tubuh memerlukan asupan serat sebagai pengatur atau penetralisir feses. Serat dalam makanan terdiri dari serat larut dan tak larut, sebagai berikut:

  • Serat larut: membantu mengurangi kolesterol dan mengontrol kadar gula darah. Selain itu, akan memperlambat makanan saat melewati usus, yang selanjutnya akan membantu mencegah diare.
  • Serat tak larut: adalah jenis serat yang kasar; merupakan bagian yang tidak dapat dicerna. Contohnya adalah kulit apel dan biji stroberi. Serat tak larut justru dapat membantu mencegah konstipasi (sembelit). Bagi penderita sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome = IBS), bila kebanyakan serat tak larut justru akan memperburuk diare. Karenanya, disarankan untuk lebih banyak makan serat larut.

Bayi berusia 0-6 bulan belum memiliki kebutuhan serat yang dianjurkan, sedangkan di usia 7-12 bulan bayi memerlukan 10 gram serat per hari. (sumber: https://hellosehat.com) Di usia 0-12 bulan bayi masih lebih banyak membutuhkan ASI sebagai asupan utamanya. Sebisa mungkin berikan ASI eksklusif hingga usia si Kecil 6 bulan. Setelah itu Ibu sudah boleh memperkenalkan MPASI secara bertahap yang bisa dimulai dengan buah-buahan. Ada kemungkinan bayi mengalami diare atau malah sembelit dikarenakan pencernaannya masih ‘beradaptasi’ terhadap asupan yang masuk dalam tubuhnya. Amati reaksi si Kecil setelah ia makan. Jika mengalami diare, maka ada baiknya untuk mengonsumsi buah untuk diare atau jenis makanan lainnya yang dianjurkan.

Dan nasihat lain, jangan lupa berikan si Kecil banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang. Bila sampai kekurangan cairan, tentunya bisa mengalami dehidrasi parah. Apabila diare tidak kunjung membaik, maka sebaiknya Ibu segera membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sumber: https://www.klikdokter.com