Share Like
Simpan

 Mengalami diare sangat tidak mengenakkan, karena menghambat semua aktivitas. Meski gejalanya ringan, diare tidak bisa dianggap sepele. Bila terjadi lebih dari dua hari walau telah ditangani dengan obat-obatan yang tersedia di rumah, maka diare dianggap bisa membahayakan. Selain dehidrasi yang perlu diwaspadai, keadaan diare bisa berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

Bagi orang awam, diare adalah buang air besar berbentuk cair terus menerus akibat ‘salah makan’. Dari segi medis, diare merupakan mekanisme tubuh alami untuk mengeluarkan racun dan membersihkan bahan-bahan penyebab iritasi dan peradangan dalam usus. Usus mengeluarkan cairan ekstra untuk menghalau material asing tersebut, sehingga menyebabkan kejang perut dan tinja (feses) cair.

Diare terjadi bila terdapat banyak air dalam feses. Menangani diare kronis yang bukan disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus ternyata cukup mudah. Diare kronis dapat diobati dengan buah, karena kandungan serat tinggi dalam buah. Adanya serat dalam usus akan menyerap dan menahan feses cair, sehingga dapat mengurangi / memperbaiki diare.

Tubuh memerlukan asupan serat sebagai pengatur atau penormalisir feses. Serat dalam makanan terdiri dari serat larut dan tak larut, sebagai berikut:

  • Serat larut, membantu mengurangi kolesterol dan mengontrol kadar gula darah. Selain itu, akan memperlambat makanan saat melewati usus, yang selanjutnya akan membantu mencegah diare. Jenis buah yang mengandung serat larut adalah mangga, apel, persik (peach), dan pir.
  • Serat tak larut, adalah jenis serat yang kasar; merupakan bagian yang tidak dapat dicerna. Contohnya adalah kulit apel dan biji stroberi. Serat tak larut justru dapat membantu mencegah konstipasi (sembelit). Bagi penderita sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome = IBS), bila kebanyakan serat tak larut justru akan memperburuk diare. Karenanya, disarankan untuk lebih banyak makan serat larut.


Kebutuhan serat per hari adalah 20-30 gram. Bagi perut sensitif, sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan serat ini. Jangan takut bila kelebihan serat, karena tubuh akan mengeluarkan serat yang tidak digunakan.

Bagi orang yang belum terbiasa makan makanan berserat, mulailah secara bertahap hingga tubuh terbiasa menerimanya. Sebagian orang mengalami perut kembung dan ada gas bila tiba-tiba kelebihan mengonsumsi serat. Sepotong apel sehari cukup memenuhi kebutuhan serat per hari. Buah-buahan lain sumber serat antara lain mangga, jeruk, buah beri, pir, kiwi, plum, peach. Selain itu, pisang matang juga memiliki efek menenangkan perut, menormalkan fungsi usus dengan menyerap air selama diare, dan membantu mengatur gerak usus besar.

Mulai sekarang jangan kupas kulit buah yang memang bisa dimakan, karena di situlah sumber seratnya. Dan nasihat lain, jangan lupa minum banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang. Bila sampai kekurangan cairan, tentunya bisa mengalami dehidrasi parah. Apabila diare tidak kunjung membaik, maka sebaiknya Ibu mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.