Whatsapp Share Like
Simpan

Pada masa-masa usia lima hingga tujuh tahun, si Kecil akan menjadi ‘mesin pemakan segala’ karena kebutuhan nutrisinya sangat tinggi. Tak jarang, Ibu sampai terheran-heran , bahwa si Kecil mampu mengkonsumsi sangat banyak makanan dalam satu hari. Selain karena tubuh si Kecil membutuhkan asupan nutrisi yang banyak, gerak aktifnya juga menuntut asupan tenaga yang stabil.

Tak pelak, nafsu makan si Kecil yang besar akan mengurangi kontrolnya pada makanan apa yang dimasukkan ke dalam tubuhnya. Seringkali si Kecil membeli makanan yang dijajakan di pinggir jalan, yang sudah pasti higienitasnya tidak terjamin. Hal ini bisa berdampak pada gangguan pencernaan untuk si Kecil, dan akan menuntut antisipasi yang sigap dari Ibu.

Memang tidak setiap gejala yang nampak pada si Kecil merupakan gejala dari gangguan pencernaan yang serius. Namun demikian, Ibu harus memahami benar gangguan apa yang terjadi pada si Kecil. Terdapat beberapa gejala yang bisa diidentifikasi sebagai gejala gangguan pencernaan serius pada pencernaannya.

Berikut 5 gejala utama, dimana Ibu harus langsung membawa si Kecil untuk mendapatkan penanganan seorang dokter anak secepatnya.

Muntah-muntah

Si Kecil yang muntah bisa disebabkan oleh banyak hal. Paling sederhana adalah karena si Kecil mengunyah makanannya secara tidak sempurna, sehingga ketika ditelan akan mengganjal di bagian tenggorokan. Penyebab lain juga bisa menjadi gejala penyakit yang menuntut penanganan profesional, seperti meningitis, penyumbatan pada bagian usus dan radang usus buntu.

Artikel Sejenis

Lalu kapan saat yang tepat untuk menghubungi atau membawanya ke dokter anak? Hal ini sangat perlu dilakukan ketika si Kecil muntah beberapa kali pada jangka waktu yang berdekatan. Selain itu, ketika si Kecil muntah dan disertai keluarnya darah, maka tidak ada waktu untuk menunggu, si Kecil perlu penanganan dokter secepatnya.

Sakit Perut

Sakit perut bisa jadi gejala umum yang muncul karena pencernaan si Kecil terganggu. Penyebabnya, bisa berupa konstipasi, diare, keracunan makan, Gastroentitis atau flu perut, peradangan organ dalam, atau sesederhana konsumsi makan yang terlalu banyak. Selain itu, gejala lain seperti kembung, kram, mual atau perut terasa tidak nyaman.

Untuk gejala ini, identifikasi pada gangguan serius sedikit sulit untuk diidentifikasi. Beberapa ahli menyarankan untuk membawa si Kecil ke dokter jika sakit perut yang terjadi sudah lebih dari empat belas hari. Wajarnya, jika gangguan yang dialami tidak serius, sakit perut akan hilang dengan sendirinya dengan cepat.

Konstipasi dan Diare

Untuk masalah konstipasi atau diare yang terjadi pada si Kecil bisa disebabkan beberapa hal mendasar. Misalnya adalah stres ketika buang air besar, kurangnya asupan serat yang dikonsumsi, kekurangan cairan, kurang olahraga, hingga diabetes dan konsumsi obat-obatan. Gejala utamanya adalah berupa rasa sakit di bagian perut, kram, dan rasa tidak nyaman pada usus.

Saat paling tepat untuk membawanya ke dokter anak adalah ketika Ibu menjumpai kursi yang diduduki si Kecil terdapat bercak darah. Ini menandakan gangguan serius pada bagian pencernaan dalamnya dan harus mendapat penanganan sesegera mungkin. Selain itu, jika si Kecil tidak buang air besar secara rutin setiap hari, sebaiknya Ibu juga mengkonsultasikan hal ini dengan dokter kepercayaan.

Memilih Makanan secara Berlebihan

Si Kecil tentu memiliki makanan favorit yang harus selalu ada hampir setiap saat. Tentu ini bukan merupakan masalah, selama makanan favoritnya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Namun jika si Kecil terlalu memilih-milih makanan yang dikonsumsinya, ini bisa jadi indikasi terdapat gangguan pada sistem pencernaan si Kecil.

Jika si Kecil memiliki berat badan yang jauh di bawah batas normal dan muntah pada beberapa makanan yang dikonsumsinya, sebaiknya Ibu segera membawanya ke dokter. Selain itu, jika si Kecil mengalami sakit perut yang menusuk ketika sedang mengkonsumsi makanan tertentu, Ibu juga harus segera mengkonsultasikannya.

Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kelainan pola makan yang ekstrem yang bisa berdampak buruk pada si Kecil. Seperti diketahui bersama, badan si Kecil sangat membutuhkan asupan nutrisi dan tenaga yang banyak agar perkembangan fisiknya dapat optimal. Kelainan pola makan yang telat ditangani, bisa berakibat buruk dalam jangka panjang.

Kekuatan fisik si Kecil sangat bergantung pada nutrisi dan aktivitas fisik yang dilakukannya setiap hari. Selain menjaga nutrisi yang masuk ke dalam tubuh si Kecil, Ibu juga harus senantiasa melakukan kontrol pada higienitas makanan yang dikonsumsinya.

Ketika satu saat terjadi gangguan kesehatan pencernaan pada si Kecil, setidaknya Ibu dapat mengidentifikasi berbagai gejala yang telah disampaikan di atas. Penanganan yang cepat, akan menghindarkan si Kecil dari dampak buruk jangka panjang. Selalu perhatikan si Kecil dan cermati setiap keluhan seputar pencernaannya.