Whatsapp Share Like
Simpan

Anak-anak memang sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit, terutama saat mereka berusia 1-3 tahun. Selain flu, ada satu lagi penyakit yang rentan menyerang anak di usia tersebut, yakni diare. Menurut Cooke M. pada tulisannya di South African Journal of Clinical Nutrition, diare bahkan menyumbang 2,4 juta kematian di dunia dan menjadi penyebab kematian terbesar ke-2 di dunia pada anak berusia di bawah 5 tahun.

Ibu pun harus waspada dan mencari info yang banyak seputar diare pada anak. Apa sajakah jenis, tanda bahaya, penyebab, dan pencegahannya yang tepat. Berikut adalah informasi selengkapnya untuk Ibu:

Tentang Diare

Kapan seorang anak dikatakan mengalami diare? Yakni saat anak mengalami frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari 3 kali dalam 24 jam dan dengan tekstur feses yang cair. Tak jarang dalam feses tersebut juga terdapat lendir dan disertai dengan muntah. Berdasarkan lama berlangsungnya, jenis diare terbagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Diare akut: terjadi selama 3-5 hari.
  2. Diare berkepanjangan: terjadi selama 7-14 hari.
  3. Diare kronik: terjadi lebih dari 14 hari.

Penyebab diare pada anak secara umum dikarenakan adanya infeksi virus, bakteri, ataupun parasit. Infeksi dapat menjangkit anak melalui makanan atau terjadi kontak pada feses yang telah terkontaminasi. Namun diare juga bisa disebabkan oleh makanan basi, beracun, dan adanya alergi terhadap jenis makanan tertentu.

Ibu pastinya sudah memahami bahwa anak berusia 1-3 tahun suka memasukkan apa saja ke mulutnya tanpa mengetahui apakah yang dimasukkan tersebut bersih atau tidak. Belum lagi kalau mereka menyentuh aneka hal yang ditemuinya saat bermain kemudian menyentuh atau memasukkan tangan ke mulut. Kebiasaan-kebiasaan seperti ini memang sangat sulit untuk dicegah karena Ibu tidak bisa selalu mengawasinya. Tak heran bila di usia ini anak sangat rentan terhadap diare. Namun Ibu bisa melakukan pencegahan dengan selalu membersihkan tangan anak setelah ia selesai bermain dan sebelum makan untuk mengurangi resiko terserang diare.

Tanda Diare Berbahaya bagi Anak

Diare memang bisa disembuhkan dengan obat yang banyak dijual di apotek atau dengan obat-obatan alami. Namun Ibu harus mengetahui bahwa diare juga bisa berbahaya bagi anak. Apa sajakah tanda-tandanya?

Tanda dan gejala diare sebenarnya sangat bervariasi, tapi umumnya meliputi perut kembung dan mulas, feses cair, dan kadang disertai mual dan muntah. Ibu perlu waspada saat si Kecil mengalami gejala sebagai berikut:

  • penurunan berat badan
  • feses berlendir dan berdarah
  • feses mengandung makanan yang belum tercerna
  • demam
  • sakit kepala
  • dehidrasi (lemas, mulut dan kulit kering, mata cekung, serta volume urin yang sedikit dan berwarna keruh)

Jika si Kecil sudah mengalami semua atau sebagian gejala di atas, jangan ragu lagi untuk langsung membawanya ke dokter, Bu! Jangan sampai anak terlambat mendapatkan penanganan yang bisa berakibat fatal nantinya.

Penanganan & Pencegahan Diare

Saat si Kecil sudah terjangkit oleh diare, Ibu bisa melakukan penanganan dengan memberinya larutan garam dan gula, larutan oralit, dan tetap minum ASI bagi anak berusia di bawah 2 tahun. Cara untuk membuat larutan garam dan gula adalah dengan mencampurkan 1 sendok teh garam, 2 sendok teh gula, dan 250 cc air matang. Selain itu, anak juga harus makan yang bergizi, banyak minum air putih, serta beristirahat yang cukup.

Sedangkan untuk pencegahan diare pada anak, ada beberapa langkah yang bisa Ibu lakukan:

  1. Cuci tangan anak setelah buang air besar.
  2. Gunakan air matang untuk minum.
  3. Cuci tangan anak sebelum makan.
  4. Ibu juga harus mencuci tangan sebelum memasak dan mengolah makanan.
  5. Hindari makan di tempat yang kurang bersih.
  6. Cuci peralatan makan, masak, dan bahan masakan dengan air mengalir.
  7. Makan makanan yang bergizi dan rutin mengonsumsi buah-buahan.

Penyakit diare pada anak merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di negara berkembang. Indonesia pun tak luput dari serangan penyakit ini. Kurangnya kepedulian terhadap kebersihan menjadi salah satu faktor yang sering terjadi di Indonesia. Masih banyak yang suka membuang sampah sembarangan, mencuci piring dalam ember, tidak mencuci tangan setelah buang air dan sebelum makan, dan sebagainya.

Diperlukan kesadaran diri untuk hidup bersih dan sehat agar bisa terhindar dari penyakit. Mulailah dari diri sendiri, lakukan secara berkelanjutan, dan tularkan kebiasaan baik kepada si Kecil. Sangat penting untuk membiasakan anak hidup bersih dan sehat sejak dini agar ia selalu terbiasa melakukannya hingga ia dewasa nanti. Semangat untuk hidup bersih dan sehat ya, Bu!

Sumber: https://lintasdaerah.com