Share Like
Simpan

Pemeriksaan ultrasonografi (USG) merupakan salah satu pemeriksaan umum yang dilakukan saat kehamilan dan telah cukup populer. Alat diagnostik ini menggunakan gelombang ultrasonik dengan medium kecepatan gelombang suara.

Sejak tahun 1982, pemeriksaan USG telah diselidiki keamanannya oleh American Institute of Ultrasound in Medicine (AIUM). Dengan menggunakan frekuensi yang rendah atau kurang dari 10MHz dan intensitas kurang dari 100 mW/cm2, pemeriksaan USG tidak memberikan efek biologis yang merugikan dan cukup aman digunakan. Gelombang ultrasoniknya memiliki efek sangat minimal pada jaringan. Selain itu, saat dilakukan, sebagian gelombang ultrasonik yang dikeluarkan dari alat diserap oleh dinding perut Ibu sebelum masuk mengenai jaringan janin.

Pada usia kehamilan trimester 2, pemeriksaan dengan menggunakan perabaan pada dinding perut Ibu (pemeriksaan Leopold), terkadang tidak dapat memastikan dengan jelas letak dan posisi janin, apalagi bila Ibu memiliki dinding perut yang tebal atau Ibu memiliki perawakan yang gemuk. Pemeriksaan USG ini dapat membantu dokter atau bidan untuk mendeteksi adanya kelainan atau mencari kemungkinan faktor penyebab letak dan posisi janin yang tidak normal.

Apa saja yang dapat tampak pada pemeriksaan USG saat ini?
Dokter akan memperkirakan usia kehamilan dengan mengukur diameter lingkar kepala (biparietal), khususnya saat Ibu memasuki usia kehamilan trimester 2. Selama periode trimester 2, laju pertumbuhan kepala janin sangat cepat dan masih tipis, maka pemeriksaan USG lebih mudah dilakukan.

Selain itu, dokter juga akan mengukur panjang tulang paha (femur), karena tulang ini bentuknya padat, sehingga mudah diidentifikasi. Selain usia kehamilan, dari pemeriksaan tulang paha dapat dideteksi kemungkinan adanya kelainan yang berhubungan dengan kelainan tulang, seperti pada kelainan dwarfisme (kerdil/cebol).

Pemeriksaan USG dapat melihat beberapa kelainan dalam kehamilan lainnya, seperti pertumbuhan janin terhambat atau ukuran janin tidak sesuai/lebih kecil daripada ukuran seharusnya pada usia kehamilan saat itu, adanya kelainan bentuk kepala, atau gangguan lain yang dapat menyulitkan persalinan Ibu nantinya seperti tumor atau kista, dan sebagainya.

Pada usia kehamilan 20 minggu, alat kelamin janin telah dapat terdeteksi dengan pemeriksaan USG. Namun pada kondisi tertentu seperti kehamilan kembar, volume air ketuban berlebih, janin dalam posisi sungsang, atau saat pemeriksaan alat kelamin tertutup anggota badannya, maka penentuan jenis kelamin akan sulit. Pemeriksaan USG untuk memudahkan dokter mendeteksi adanya kelainan dalam kehamilan, dan bukan semata-mata untuk menentukan jenis kelamin saja. Dengan kemajuan teknologi, kelainan dalam kehamilan dapat dideteksi dengan cepat, namun juga harus disikapi dengan bijaksana dan hendaknya hanya digunakan untuk keperluan medis dan berdasarkan indikasi medis.