Whatsapp Share Like
Simpan

Zaman memang sudah sangat maju dan modern, tapi nyatanya masih saja ada anak-anak yang mengalami malnutrisi. Kebanyakan kasus anak malnutrisi terjadi di negara berkembang. Untuk itulah asupan nutrisi anak sangat perlu untuk diperhatikan, khususnya di 1000 hari pertama kehidupan.

Masa ini adalah masa yang rawan bagi anak dimana nutrisi yang masuk ke tubuhnya akan berpengaruh saat ia dewasa nanti. Jika anak kekurangan nutrisi, maka ia bisa mengalami stunting.

Waspada Stunting

Stunting adalah suatu kondisi kekurangan gizi akut pada anak. Kondisi ini bisa berdampak pada proses tumbuh kembang anak. Secara fisik anak yang mengalami stunting memiliki tinggi dan berat badan yang lebih rendah dibanding tinggi dan berat rata-rata anak seusianya. Selain itu, stunting biasanya juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan yang lebih rendah dibandingkan dengan anak sebayanya.

Pentingnya Mencukupi Nutrisi Anak Sejak Dini

Seperti yang sudah disinggung di atas, anak yang malnutrisi bisa terus terbawa hingga ia dewasa nanti. Saat dewasa, mereka cenderung akan menjadi orangtua yang malnutrisi dan memiliki anak yang juga malnutrisi jika tidak dilakukan perbaikan gizi dan kesehatan.

Dampak lainnya dari anak yang malnutrisi adalah cenderung lebih mudah sakit dan terserang penyakit serius di masa depan, seperti diabetes, kanker, hingga jantung. Di samping dampak dari sisi kesehatan, mengatasi masalah malnutrisi pada anak juga bisa membawa pengaruh bagi bidang ekonomi. Diantaranya adalah:

Artikel Sejenis

  1. Anak yang bergizi baik cenderung lebih sehat, sehingga dapat mengurangi angka kematian anak.
  2. Jika jumlah kematian anak menurun, maka hal ini dapat meningkatkan jumlah pendapatan sebanyak 5 hingga 50%.
  3. Anak yang cukup gizi mempunyai kemungkinan besar lebih berhasil secara finansial dibandingkan dengan anak yang kekurangan gizi.

Mulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Pemenuhan gizi anak harus sudah dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupannya. Mengapa? Sebab di masa ini anak sedang berada pada masa golden age, yaitu periode paling optimal untuk proses tumbuh kembangnya. Jika di masa ini kebutuhan gizinya tercukupi, maka kemampuannya untuk tumbuh berkembang serta belajar pun jadi lebih baik.

Pertanyaannya, kapankah 1000 hari pertama kehidupan tersebut? Masa ini dihitung sejak hari pertama konsepsi hingga anak berusia 2 tahun. Jadi masa-masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak ini kebutuhan gizi harus selalu terpenuhi supaya fungsi otak dan sistem imun dapat terbentuk lebih baik.

Apa yang Harus Diperhatikan?

Untuk mencegah dampak dari malnutrisi tersebut, maka di 1000 hari pertama kehidupan bayi Ibu harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

Di masa kehamilan

  • Agar tumbuh kembang janin berjalan dengan baik, ibu hamil haruslah selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi. Pada trimester pertama, ibu hamil setidaknya membutuhkan tambahan protein 20 gram, karbohidrat 25 gram, lemak 6 gram, dan kalori 180 kkal. Kemudian di trimester kedua dan ketiga ibu hamil memerlukan tambahan protein sebanyak 20 gram, karbohidrat 40 gram, lemak 10 gram, dan kalori 300 kkal.
  • Selalu mengecek kehamilan di dokter kandungan atau bidan secara rutin untuk mengetahui apakah terdapat masalah pada kehamilan atau tidak. Jika ya, maka masalah tersebut bisa langsung ditangani agar tidak berdampak buruk.
  • Mengkonsumsi tablet penambah darah sebanyak 90 tablet untuk menghindari risiko anemia, sebab ibu hamil yang terserang anemia bisa mengakibatkan bayi terlahir prematur atau komplikasi lainnya saat melahirkan.

Saat bayi lahir hingga berusia 6 bulan

  • Ibu sebaiknya melahirkan di dokter atau bidan terlatih yang sudah mengenal prosedur kelahiran dengan baik dan cara mengatasi apabila terjadi komplikasi selama proses kelahiran bayi.
  • Setelah bayi dilahirkan segera lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
  • ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya. Untuk itu Ibu sebaiknya hanya memberikan ASI eksklusif sejak bayi lahir hingga berusia 6 bulan bila keadaannya memungkinkan.
  • Bawa bayi ke rumah sakit atau posyandu untuk dilakukan pengecekan tumbuh kembang secara rutin. Selain untuk mengetahui tahap tumbuh kembangnya, Ibu juga dapat mengetahui apabila bayi mengalami kelainan pada status gizinya. Dengan mengetahui sejak dini, maka masalah tersebut bisa lebih mudah ditangani.

Bayi usia 6 bulan - 2 tahun

  • Bayi yang telah berusia 6 bulan, bayi masih tetap membutuhkan ASI yang disertai dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
  • Berikan anak menu makanan dengan gizi seimbang serta gaya hidup yang sehat agar ia selalu terjaga kecukupan gizi dan kesehatannya.
  • Berikan anak imunisasi di dokter atau posyandu sesuai dengan usianya serta vitamin untuk menurunkan risiko terserang penyakit.

Betapa pentingnya 1000 hari pertama kehidupan anak ini ya, Bu. Oleh karenanya Ibu harus benar-benar memperhatikan status gizi buah hati untuk menghindarkan ia dari malnutrisi. Apabila Ibu menemui adanya kelainan, maka segeralah berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya. Semoga buah hati tumbuh dan berkembang dengan optimal, Bu.

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar tumbuh kembang anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Namun untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu, ya.

 

Sumber:

Hellosehat