Whatsapp Share Like
Simpan

Menjadi orang tua baru memang menjadi tantangan tersendiri untuk Ibu di rumah. Biasanya Ibu akan merasa cemas kalau sampai ada yang salah dengan cara Ibu merawat si Kecil. Sebenarnya merawat bayi baru lahir tidak sesulit yang dibayangkan. Akan tetapi memang membutuhkan perhatian yang lebih. Untuk Ibu, bisa mengikuti tata cara perawatan yang diperlukan untuk bayi di awal kehidupannya berikut ini.

Merawat Tali Pusar

Tali pusar bisa lepas paling cepat pada usia 7 hari. Akan tetapi bisa juga pada usia 10-14 hari atau yang paling lama hingga sebulan. Tali pusar yang basah biasanya akan menyebabkan infeksi, bernanah, berbau, dan nyeri jika tidak dirawat dengan baik. Oleh karena itu Ibu harus tetap menjaga agar tetap bersih dan kering. Bersihkan secara perlahan dengan kasa steril atau kapas dan pastikan agar terkena udara sesering mungkin. Tali pusar juga tidak boleh terkena urin ataupun feses. Tunggu sampai tali pusar benar-benar kering dan terlepas sendiri. Setelah itu bersihkan pusar si Kecil dengan baby oil secara perlahan.

Memberi Makan dan Bersendawa

Bayi yang baru lahir hanya mendapatkan asupan makanan dari air susu ibu. Biasanya bayi yang baru lahir perlu mengonsumsi ASI 2-3 jam sekali. Namun, apabila si Kecil merasa lapar pada jangka waktu tersebut, Ibu tetap boleh memberikannya ASI. Tidak apa-apa memberikan ASI sedikit-sedikit tetapi diusahakan sesering mungkin. Biasanya si Kecil akan menangis, memasukkan tangan ke dalam mulut serta membuat suara mengecap. Setelah menyusu, posisikan badan si Kecil tegak dengan ditopang oleh dada Ibu. Ini akan membuat si Kecil bersendawa. Sendawa dibutuhkan untuk mencegah si Kecil muntah ketika kenyang.

Memandikan dan Membersihkan Tubuh Si Kecil

Selama tali pusar belum putus, bayi yang baru lahir cukup diseka dengan waslap atau spons yang telah dibasahi dengan air hangat. Ini sekaligus menjaga agar tali pusar tidak lembap. Apabila tali pusarnya telah lepas, Ibu bisa memandikan si Kecil dengan berendam di dalam bak mandi. Untuk menjaga kebersihannya disarankan untuk menyeka bagian-bagian seperti kepala, telinga, hidung, siku, kemaluan, lipatan leher, lipatan paha, serta kepala. Jika bayi sudah bisa direndam, bersihkan dengan sabun dan sampo yang sesuai dengan jenis kulitnya. Mandikan si Kecil dengan lembut dan jangan tergesa-gesa.

Mengganti Popok

Pantat dan area kemaluan si Kecil khususnya di bagian lipatan selangkangan merupakan daerah yang sensitif dengan kelembapan, bahan kimia, sisa urine, dan pemakaian popok. Apabila mengganti popok pastikan agar area tersebut kering, bersih, dan bisa dibubuhi dengan diaper untuk mencegah iritasi. Ganti popok sesering mungkin agar tidak lembap. Dan usahakan tidak terlalu kencang memakaikannya agar tidak menyebabkan lecet.

Artikel Sejenis

Memilih dan Merawat Pakaian

Kulit si Kecil yang sensitif membutuhkan pakaian yang lembut dan nyaman untuknya. Biasanya bahan katun cocok untuk si Kecil karena lebih ringan, mudah menyerap keringat, dan tidak melar ketika ditarik-tarik oleh si Kecil. Pilih juga desain yang simpel sehingga mudah dipakai dan dilepas. Sebelum dipakaikan pada si Kecil, pastikan pakaian tersebut dicuci bersih terlebih dahulu. Ketika mencuci pun usahakan menggunakan deterjen khusus untuk pakaian bayi dan menghindari penggunaan softener. Ini akan mencegah adanya residu yang tertinggal di pakaian si Kecil.

Menenangkan

Di minggu-minggu awal kelahirannya si Kecil memang cenderung rewel. Hal ini wajar karena si Kecil masih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Kunci untuk menenangkan bayi rewel pada saat ini adalah dengan membuat lingkungan yang mirip seperti di dalam rahim. Membedong, mengayun, mendekap, serta menggendongnya adalah cara ampuh untuk menenangkannya. Berikan pula si Kecil sentuhan lembut dengan cara mengusap dan memberi pijatan kecil karena ini sangat efektif untuk menstimulasi reseptor perasaan nyaman di otak si Kecil.

Mengatur Tidur Bayi

Bayi baru lahir umumnya akan tidur hingga 20 jam per hari dengan durasi 20 menit hingga 4 jam di setiap tidurnya. Sebelum menginjak usia 3 bulan, biasanya pola tidurnya belum terbentuk dan sering terbangun malam hari karena lapar.

Selama tidur usahakan untuk membuat ruangan sejuk agar si Kecil merasa nyaman. Hindari juga menaruh barang terlalu banyak di atas tempat tidur untuk membuat ruang dan memastikan si Kecil tidak tertimpa. Tidurkan si Kecil dengan posisi terlentang untuk mencegah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Pastikan juga untuk mengganti posisi kepala dari waktu ke waktu untuk mencegah kepala peyang atau datar.

Cukup simpel kan Bu? Setelah melihat kebutuhan perawatan bayi di awal kehidupannya tadi, Ibu pastinya bisa lebih siap untuk merawat si Kecil. Kini menemani si Kecil akan menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan.