Share Like
Simpan

Halo Ibu, bagaimana keadaan kehamilan Ibu saat ini? Apakah Ibu masih sering diserang oleh rasa mual dan susah makan? Apa pun yang sedang ibu rasakan saat kehamilan ini, semoga cepat berlalu dan janin di dalam perut sehat selalu ya, Bu.

Saat hamil, bila Ibu tak memiliki penyakit bawaan, sebenarnya penyakit yang datang umumnya hanya seputar sakit kepala, mual, atau sulit makan. Seperti waktu saya hamil dulu, lumayan sering dihinggapi sakit kepala lho, Bu. Tapi untungnya, dokter mengatakan penyakit saya itu normal, dan tidak perlu minum obat. Jadi lega, deh.

Lalu, bagaimana dengan calon Ibu yang memiliki penyakit bawaan, seperti asma? Apakah harus minum obat? Apakah penyakit bawaan tersebut akan membahayakan kehamilan? Daripada bingung, mari kita simak penjelasan tentang penyakit asma dalam kehamilan dan cara mengatasinya berikut ini.

Bahayakah Asma Saat Hamil?

Asma adalah penyakit umum yang terjadi pada wanita hamil. Bisa merupakan penyakit turunan, namun tidak menutup kemungkinan untuk menyerang ibu yang belum pernah terkena asma. Selama kehamilan, asma tak hanya mengenai sang ibu, tapi juga dapat memutuskan oksigen yang didapat oleh janin dari pernapasan Ibu. Selain itu, risiko asma pada wanita hamil yang tak diawasi dan dikontrol oleh dokter, bisa mengakibatkan: terjadinya pendarahan, pre-eklamsia, pertumbuhan janin yang terbatas, berat bayi yang kurang, dan persalinan caesar.

Tapi jangan khawatir Bu, bukan berarti kehamilan bagi penderita asma berbahaya, kok. Asal dikontrol dengan tepat, maka asma tidak akan membahayakan kehamilan.

Apakah Kehamilan Bisa Memperparah Asma?

Asma bisa dikelompokkan dalam beberapa kategori, mulai dari yang ringan hingga yang terberat. Seringkali, kehamilan tidak membawa pengaruh pada penyakit asma. Namun, ada juga beberapa penyakit asma yang bertambah seiring tumbuhnya janin dalam perut. Ketika ini terjadi, biasanya asma bertambah parah di minggu ke-29 hingga minggu ke-36.

Hingga saat ini, belum ada bukti kuat bahwa kehamilan bisa memperparah asma. Kemungkinan besar yang terjadi adalah, calon ibu tidak berani minum obat semasa kehamilan, dan itulah yang dapat memperparah penyakitnya. Perubahan apapun yang Ibu lakukan pada rutinitas minum obat juga dapat mempengaruhi peningkatan asma itu sendiri.

Amankah Minum Obat Asma Selama Kehamilan?

Selama kehamilan, dokter biasanya akan memberikan obat hirup untuk asma pereda asma, obat hirup pencegah, theophyllines, dan steroid dalam bentuk tablet. Semuanya biasanya tidak berbahaya untuk janin. Justru yang membahayakan adalah, jika Ibu tidak mengonsumsi dan menggunakan obat yang diberikan dokter secara teratur. 

Saat hamil, Ibu biasanya juga disarankan untuk disuntik vaksin flu, karena jika penderita asma terkena flu, maka besar kemungkinan untuk terjadi komplikasi. Apakah vaksin tersebut aman? Tenang saja Bu, vaksin flu tidak berisiko terhadap bayi. Bahkan, vaksin flu dapat melindungi bayi Ibu dari flu di bulan-bulan pertamanya.

Ingat yang paling penting, Ibu harus menemui dokter asma secara teratur, untuk memastikan bahwa penyakit asma Ibu selalu dalam kendali.

Akankah Bayi Saya Tertular Asma?

Mayoritas asma terbentuk karena genetik. Karena itu, jika kedua orang tua mengidap asma, maka potensi tertularnya bayi tentu akan lebih besar. Tapi bila hanya Ibu yang mengidap asma, belum tentu bayi juga akan tertular. Kemungkinan bayi tertular lebih besar jika Ibu merokok selama kehamilan.

Bagaimana Jika Saya Terserang Asma Saat Proses Persalinan?

Serangan asma amat jarang terjadi saat proses persalinan, karena tubuh memproduksi hormon kortison dan adrenalin. Hormon-hormon inilah yang mencegah terjadinya serangan asma. Namun, bila ada gejala asma yang terjadi saat proses persalinan, penggunaan inhaler pereda seperti biasanya, tidak akan membahayakan bayi. Jika sebelum persalinan Ibu mengonsumsi steroid dalam dosis tinggi, maka ada baiknya ibu mengonsultasikan kondisi ini kepada dokter.

Bagaimana, Bu? Sudah lebih tenang dengan penjelasan di atas? Nah, walaupun asma yang dirawat terbukti tidak berbahaya, hal-hal ini bisa ibu lakukan untuk mencegah asma semakin parah:

  • Jika ada lebih dari satu dokter (ahli kandungan dan dokter paru-paru) yang menangani Ibu, harus ada komunikasi antar keduanya tentang perawatan yang Ibu jalani.
  • Selalu perhatikan fungsi paru-paru agar janin selalu mendapat oksigen yang cukup. Jangan lupa juga untuk selalu memonitor pergerakan janin setiap hari setelah menginjak usia kandungan 28 minggu.
  • Hindari hal-hal dan benda-benda yang memicu asma, seperti rokok dan debu.

Memiliki penyakit asma bukan berarti kehamilan yang Ibu jalani harus semakin sulit. Dengan kontrol yang tepat, Ibu pun akan tetap bisa menjalani kehamilan dengan normal. Selamat menanti kelahiran si Kecil!