Whatsapp Share Like Simpan

Melahirkan normal merupakan proses persalinan yang menjadi harapan sebagian besar Ibu hamil. Namun, persalinan normal juga sering memicu rasa khawatir dan ketakutan berlebih karena harus melalui proses yang tidak mudah. Nah, agar Ibu lebih berani dan siap dalam menghadapi persalinan normal, ada beberapa hal penting yang harus diketahui guna memahami seperti apa proses melahirkan normal yang aman. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini. 

Hal yang Harus Diketahui Sebelum Melahirkan Normal

Sebelum memutuskan untuk melahirkan normal, ada beberapa hal yang perlu Ibu ketahui mengenai kondisi selama proses persalinan berlangsung, di antaranya: 

Proses Melahirkan Normal

Menjelang waktu melahirkan normal, Ibu hamil akan memasuki beberapa tahapan atau proses persalinan normal yang meliputi:

  • Tahapan pertama

    Pada tahapan pertama, Ibu hamil akan mengalami dua fase, yaitu fase awal dan fase aktif. Di fase awal, biasanya Ibu akan merasakan kontraksi ringan yang berlangsung selama 30-45 detik, setiap 5-30 menit. Semakin lama, kontraksi akan semakin teratur dan kuat. Di fase ini juga biasanya akan ada lendir bercampur darah yang keluar dari vagina. 

    Memasuki fase aktif, biasanya Ibu hamil akan merasakan kontraksi selama 45-60 detik, setiap 3-5 menit. Ibu yang sudah merasakan fase aktif, disarankan untuk segera ke rumah sakit atau tempat bersalin. Sebab, di fase ini intensitas rasa sakit akan semakin meningkat. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kandungan. 

  • Tahapan kedua

    Di tahap kedua terjadi proses pendorongan bayi agar keluar dari dalam kandungan. Biasanya Ibu hamil akan merasakan kontraksi 60-90 detik dan mereda setiap 2-5 menit. Setiap kontraksi muncul, Ibu akan merasakan desakan kuat untuk mengejan. Tetapi perlu diingat, mengejan sebaiknya hanya dilakukan ketika diminta oleh dokter.

    Selama proses kontraksi dan mengejan, kepala bayi akan mulai terlihat dari vagina. Pada tahap ini, vagina dan perineum, yaitu area antara vagina dan anus, akan sangat meregang sehingga menimbulkan rasa nyeri.

    Semakin Ibu mengejan, kepala bayi akan makin terdorong keluar. Ikuti petunjuk dari dokter dan penolong persalinan, agar proses ini berjalan dengan lancar. Dengan dorongan yang baik, kepala bayi akan keluar hingga seluruhnya. 

    Setelah tubuh bayi keluar sempurna, dokter akan menjepit tali pusar dan mengguntingnya. Lendir dan darah yang menempel pada tubuh bayi pun akan dibersihkan, terutama di bagian mulut dan hidung agar ia lebih mudah bernapas. 

  • Tahapan ketiga

    Setelah proses melahirkan normal selesai, Ibu masih harus mengeluarkan plasenta. Pada fase ini, kontraksi masih akan terjadi untuk melepas dan mengeluarkan plasenta dari rahim. Jika proses persalinan berlangsung lancar serta kondisi Ibu dan bayi sehat, maka akan masuk fase inisiasi menyusui dini (IMD) yang sangat baik untuk bayi serta agar terjalin ikatan yang kuat antara Ibu dan bayi.

    Baca juga: 8 Cara Memancing Kontraksi Agar Cepat Melahirkan

Persiapan Sebelum Melahirkan Normal

  • Carilah dokter kandungan dan dokter anak yang tepat.
  • Pelajari proses dan tahapan melahirkan normal sejak masa awal kehamilan.
  • Persiapkan mental.Hal ini berguna untuk membantu Ibu selama proses persalinan serta untuk menghadapi kemungkinan bila tidak bisa melahirkan normal.
  • Lakukan olahraga ringan, seperti pemanasan otot, atau jalan kaki. Hal ini berguna untuk memperkuat otot panggul untuk mengejan saat melahirkan.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang. 
  • Persiapkan kebutuhan bayi dan Ibu. 

Tanda- tanda Jelang Melahirkan

Dokter kandungan pasti akan memberitahukan Hari Perkiraan Lahir (HPL) buah hati Ibu. Namun, tanggal ini biasanya dapat maju atau mundur sekitar 2 minggu. Oleh sebab itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui tanda-tanda yang dirasakan saat janin akan lahir sebelum memasuki proses melahirkan normal, di antaranya:

  • Lebih sering buang air kecil

    Kondisi ini muncul karena janin menekan kandung kemih, sehingga Ibu jadi lebih sering buang air kecil. Selain itu, Ibu juga dapat lebih sering buang air besar bahkan mengalami diare. 

  • Keluar lendir

    Keluarnya lendir bercampur darah dari vagina menandakan bahwa leher rahim (serviks) sudah mulai terbuka. 

  • Nyeri punggung bagian bawah yang hilang timbul

    Tanda akan melahirkan juga bisa dirasakan Ibu ketika muncul nyeri punggung bagian bawah yang hilang timbul. Nyeri punggung bisa muncul sendiri atau bersamaan dengan kontraksi.

  • Kontraksi otot rahim

    Tanda akan melahirkan selanjutnya yaitu terasa kontraksi otot rahim yang dapat muncul secara berkala tiap 10 menit. Di bagian rahim akan muncul rasa mengencang atau seperti kram saat menstruasi dengan intensitas dan frekuensi yang semakin meningkat saat mendekati waktu persalinan. 

  • Keluar air ketuban

    Tanda jelang melahirkan ini terjadi akibat pecahnya selaput pelindung janin. Setelah air ketuban keluar, janin harus dikeluarkan tidak lebih dari 24 jam. 

Penyebab Tidak Bisa Melahirkan Normal

Setiap Ibu hamil memiliki kemungkinan untuk melakukan persalinan secara normal. Namun, melahirkan normal tidak disarankan bila terjadi sejumlah kondisi berikut ini: 

  • Prolaps tali pusat

    Prolaps tali pusat merupakan kondisi saat tali pusat menutupi jalan lahir bayi. Akibatnya, tali pusat bisa tertekan, sehingga menyebabkan bayi kekurangan oksigen. 

  • Kelainan posisi janin

    Kelainan posisi janin disebut juga malpresentasi janin. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi sungsang, Akibatnya, persalinan akan lebih sulit dari proses persalinan dengan posisi bayi yang normal. 

  • Kehamilan kembar

    Kehamilan kembar yang tidak mungkin untuk menjalani persalinan normal adalah ketika kedua bayi dalam posisi sungsang, kembar siam, ada di dalam satu selaput air ketuban, atau kehamilan yang lebih dari dua janin. 

  • Pernah melakukan operasi caesar 

    Ibu ingin melahirkan normal meskipun di kehamilan sebelumnya persalinan dengan operasi caesar? Sebenarnya hal tersebut tergolong aman. Namun, cara ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti rahim robek. Oleh karena itu, pastikan Ibu konsultasi dengan dokter sebelum memutuskan persalinan normal.

  • Denyut jantung janin tak stabil

    Kondisi ini bisa jadi pertanda bahwa janin mengalami rendahnya kadar oksigen dalam tubuh atau hipoksia. 

    Baca juga: 5 Cara Mempercepat Pembukaan yang Alami dan Mudah

  • Kelainan letak plasenta

    Kondisi yang tidak boleh menjalani persalinan normal yaitu kelainan letak plasenta, termasuk plasenta menutupi jalan lahir (plasenta previa) atau plasenta menempel sampai ke dalam otot rahim (plasenta akreta). 

  • Berat badan janin berlebih

    Berat badan janin berlebih disebut juga makrosomia. Jika berat badan janin yang dikandung melebihi 4-4,5 kg, sebaiknya Ibu tidak melakukan persalinan normal. Sebab, kondisi ini berisiko menyebabkan bahu janin terjepit.

Supaya proses melahirkan normal berjalan lancar, sebaiknya Ibu selalu konsultasikan kondisi kandungan kepada dokter sejak trimester awal. Dengan begitu, dokter dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Selain itu, dokter juga akan menganjurkan beberapa hal kepada Ibu untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan. 

Salah satu hal yang perlu Ibu lakukan yaitu mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang. Ada banyak nutrisi yang perlu dikonsumsi, seperti susu khusus Ibu hamil dan menyusui. Pilihlah susu Frisian Flag MAMA karena mengandung protein, serat pangan, vitamin B9 (asam folat), zat besi, dan kalsium untuk mendukung kesehatan Ibu dan si Kecil selama di dalam kandungan hingga setelah lahir.