Share Like
Simpan

“Niatnya sih, pakai aromaterapi supaya pegal-pegal yang dirasakan hilang. Eh, nggak tahunya malah bikin kondisiku memburuk. Duh, nggak lagi-lagi, deh!” cerita salah seorang teman ketika ia salah memilih minyak aromaterapi saat menjalani kehamilan trimester kedua.

Mendengar ceritanya, bulu kuduk saya langsung berdiri. Ketika mengandung si Kecil, saya termasuk orang yang suka menggunakan minyak aromaterapi untuk sekadar membuat suasana hati membaik atau mengatasi pegal-pegal dan mual, terutama saat memasuki trimester kedua. Untungnya, si Kecil lahir dengan sehat dan normal. Saya ngeri membayangkan jika saat itu saya salah memilih minyak aromaterapi dan membahayakan kandungan.

Beberapa aroma minyak esensial ini memang bisa membantu kita menghadapi masa sulit saat hamil. Apalagi, saat mengandung, kita tidak bisa sembarangan mengonsumsi obat apalagi dipijat. Namun ternyata, tidak semua ekstrak yang didapat dari tanaman ini bisa dihirup oleh ibu hamil. Seperti obat-obatan pada umumnya, minyak aromaterapi juga punya manfaat masing-masing, tergantung dari tanaman yang menjadi bahan utama pembuatan  minyak tersebut. Jika kita salah memilih aroma,ada risiko yang dapat membahayakan si Kecil sejak dalam kandungan. Ngeri ya, Bu?

Maka dari itu, sebelum memutuskan menggunakan minyak aromaterapi tertentu, sebaiknya Ibu memerhatikan dengan saksama kandungannya, agar tidak salah memilih. Sebagai panduan, ada beberapa minyak aromaterapi dari tanaman ini yang sebaiknya Ibu hindari dulu selama masa kehamilan.

  • Rosemary

Meskipun penelitian dari Universitas Northumbia menunjukkan rosemary dapat mempertajam kemampuan otak, namun aroma ini menjadi salah satu yang sebaiknya Ibu hindari saat hamil. Jika dihirup oleh ibu hamil, aroma dari rosemary dapat menaikkan tekanan darah. Selain itu, aroma ini juga berisiko memicu kontraksi sebelum waktunya, Bu.

  • Basil

Sebagai orang tua, tentu kita menginginkan bayi yang sehat dan normal, bukan? Oleh sebab itu, hindari aroma basil saat memilih minyak aromaterapi ya, Bu. Efek yang cukup kuat dari basil dapat memengaruhi perkembangan sel janin. Bahkan, minyak aromaterapi beraroma basil dapat menambah risiko bayi lahir cacat karena pertumbuhan sel abnormal yang meningkat, Bu.

  • Sage

Di dalam tumbuhan sage, terdapat kandungan kimia bernama thujone yang dapat memperlancar menstruasi. Oleh karena itu, menghirup minyak aromaterapi ini berisiko besar melukai janin dan menyebabkan pendarahan, Bu. Hal ini dapat membahayakan si Kecil karena risiko keguguran juga bertambah besar. Inilah yang membuat minyak aromaterapi sage dan produksi lain dari tanaman satu ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil, Bu. Ditambah lagi, sage juga dapat mengurangi produksi air susu ketika sudah melahirkan.

Sebaiknya, sebelum menggunakan minyak aromaterapi, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter kandungan untuk mengurangi risiko berbahaya baik bagi Ibu maupun janin. Selain itu, Ibu juga perlu memerhatikan asupan nutrisi agar pertumbuhan si Kecil semakin optimal di dalam kandungan. Dulu, saya melengkapi asupan nutrisi saat hamil dengan rutin meminum dua gelas Frisian Flag Mama per hari, Bu.

Frisian Flag Mama mengandung ALA/AA yang dapat mendukung pertumbuhan otak dan retina janin, Asam Folat untuk membantu mengurangi risiko gangguan otak, serta dilengkapi 28 vitamin, Kalsium dan Zat Besi. Asupan nutrisi yang komplet ini dapat menunjangpertumbuhan si Kecil sejak masih dalam kandungan agar semakin optimal. Terus semangat menjaga kondisi kehamilan ya, Bu!