Share Like
Simpan

Kemajuan industri menyebabkan banyak faktor di lingkungan sekitar atau lingkungan kerja menjadi tidak baik dan dapat mempengaruhi sistem reproduksi dan kesehatan janin semasa kehamilan. Paparan radiasi, bahan kimiawi dan asap rokok dapat menyebabkan kelainan bawaan, bayi lahir dengan berat lahir rendah, lahir prematur, gangguan perkembangan di kemudian hari, dan bahkan keguguran serta dapat menyebabkan kanker pada anak.

Kelainan bawaan atau cacat lahir dapat tampak pada penampilan bayi yang tidak normal, namun sebagian gangguan perkembangan tidak terdeteksi hingga kemudian hari. Dari semua kelahiran, sekira 2-3% bayi dilahirkan dengan kelainan bawaan dan umumnya tidak diketahui penyebabnya. Yang termasuk cacat lahir diantaranya gangguan perkembangan ringan hingga berat dan tidak nampak saat lahir. Anak-anak ini dapat memiliki perilaku hiperaktivitas pada perkembangannya, gangguan konsentrasi, gangguan belajar dan walau sangat jarang terjadi, beberapa kasus berat menimbulkan keterbelakangan mental.

Beberapa hal dalam lingkungan kerja yang perlu diwaspadai sebagai zat yang berbahaya bagi kelangsungan dan pertumbuhan janin adalah zat yang dapat terhirup, kontak melalui kulit, atau tertelan. Zat-zat ini dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin tergantung dari berapa lama tubuh terpapar, berapa banyak yang masuk dalam tubuh, waktu dan cara terpapar. Misalnya zat alkohol, dapat beredar dalam darah ibu dan diteruskan ke dalam tubuh janin melalui plasenta, sehingga mempengaruhi tumbuh kembang janin yang dapat mengurangi hantaran nutrisi untuk janin. Contoh lain adalah cat yang merupakan cairan dengan zat pewarna dan mengandung minyak atau alkyd resin dan beberapa zat yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan jamur. Zat ini dapat masuk dalam ke dalam saluran cerna saat ibu tidak sengaja menelan partikel atau debu cat, atau menghirup uap dan debu cat, serta dapat masuk melalui kulit saat ibu kontak langsung.

Dalam populasi umum, paparan zat kimiawi tidak dapat dihindari. Zat kimiawi tidak hanya terdapat dalam lingkungan industri, bahkan dalam rumah tangga dapat kita jumpai pada produk pembersih, disinfektan, dan produk rumah tangga lainnya. Bagaimana ibu dapat mengurangi paparan kimiawi ini? Mulailah dari penggunaan produk rumah tangga, dan gunakan produk-produk pembersih yang ramah lingkungan dan memiliki bahan pelarut dari bahan organik, sehingga mudah larut dan dapat dibersihkan dengan air.

Beberapa tips menghindari paparan kimiawi:

• Sebaiknya ibu tidak mengerjakan pekerjaan yang menggunakan cat atau bahan kimiawi, sehingga ibu dapat meminta bantuan orang lain, terutama yang sudah terbiasa/ahli, untuk mengerjakannya. Namun, bila ibu terpaksa harus mengerjakannya, maka:
- Ikutilah langkah-langkah pengaman dan peringatan yang tertera pada kemasan produk tersebut.
- Bekerjalah di area yang terbuka dan terjadi pertukaran udara yang cukup.
- Gunakan sarung tangan, masker dan baju pelindung untuk melindungi kulit dan saluran pernafasan ibu.
- Hindari penggunaan cat semprot.
- Gunakan produk cat dengan kandungan yang ramah lingkungan, misalnya cat lateks VOC dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan anggaran yang dapat ibu penuhi. Jangan menggunakan thinner/pengencer atau mengerjakan pengelupasan cat.
- Bila kulit ibu terpapar cat, bersihkan semua cat dari tubuh ibu dengan menggunakan minyak sayur atau baby oil.
- Jangan makan atau minum apapun saat mengecat.

• Hindari area yang sedang dicat hingga cat kering dan tidak tercium bau.

• Gunakan produk-produk yang tidak memerlukan penyelesaian dengan cat, varnished, atau terdapat noda yang perlu dibersihkan dengan bahan kimiawi.

• Mintalah pada orang lain yang selesai mengerjakan pengecatan untuk mengganti baju sebelum masuk ke rumah ibu, dan mencuci bajunya secara terpisah.

• Usahakan untuk menggunakan produk-produk rumah tangga yang ramah lingkungan dan sebisa mungkin terbuat dari bahan organik dengan kandungan zat kimiawi tambahan di dalamnya sesedikit mungkin.