Share Like
Simpan

Bu, salah satu hal yang sering dicemaskan oleh para wanita yang sudah menikah adalah masa kesuburan. Kita pasti berharap agar segera diberi momongan, apalagi jika usia perkawinan sudah tidak muda lagi. Oleh sebab itu, penting bagi Ibu dan Ayah untuk mencari tahu perihal kesuburan termasuk cara menghitungnya.

Masa subur merupakan saat di mana sel telur yang sudah dalam keadaan matang dilepaskan dari ovarium dan menunggu dibuahi oleh sperma. Jika tidak dibuahi, maka sel telur tersebut akan lepas dari rahim, lalu dibuang melalui darah menstruasi. Nah, agar bisa segera hamil, ibu perlu menghitung waktu yang tepat untuk memastikan ibu sedang masa subur.

Ngobrol-ngobrol soal menghitung masa subur, saya punya pengalaman, lho. Waktu usia perkawinan saya sudah memasuki tahun kedua, saya dan suami sempat bingung karena belum ada tanda-tanda kehamilan. Kemudian, salah seorang kerabat memberikan tips tentang menghitung masa subur. Wah, tips tersebut ternyata berguna sekali!

Sekarang ini alat penguji kesuburan memang sudah dijual dimana-mana. Namun, cara menghitung masa subur secara manual efektif juga kok, Bu. Buktinya, saya positif hamil setelah 10 bulan menghitung masa subur secara manual yang ternyata praktis juga. Syukurlah, doa saya dan suami untuk punya anak akhirnya terkabul.

Nah, mau tahu bagaimana cara saya menghitung masa subur? Baiklah, berikut ini adalah 3 cara jitunya:

  • Mengukur suhu tubuh tiap hari

Metode ini dilakukan dengan cara mengukur suhu tubuh secara rutin dengan termometer. Idealnya, hal ini dilakukan pada pagi hari, pada jam yang kurang lebih sama. Pasalnya, sore hari adalah masa-masa tidak subur. Ibu dapat mencatat suhu tubuh pada 10 hari pertama, mulai dari hari pertama masa menstruasi, pada secarik kertas untuk membandingkan perubahan suhu tubuh setiap hari.

Normalnya, suhu tubuh sebelum masa subur adalah sekitar 35.6-36.7ºC, sedangkan saat masa subur, suhu tubuh akan naik menjadi 36.1-37.2ºC. Inilah saat yang tepat untuk berhubungan intim, Bu. Akan tetapi, abaikan jika suhu tubuh tiba-tiba tinggi karena demam atau gangguan lainnya, ya.

  • Menghitung masa subur dan prasubur

Metode yang satu ini dilakukan dengan cara menghitung secara sederhana. Rumusnya pun tidak sulit, kok. Begini caranya!

Menghitung masa subur: hari terakhir menstruasi +13 hari.

Contoh: Hari terakhir menstruasi terjadi pada tanggal 5, lalu ditambah 13, sehingga masa subur Ibu adalah pada tanggal 18.

Menghitung masa pra subur: masa subur – 3 dan masa subur + 3.

Contoh: Jika masa subur Ibu jatuh pada tanggal 20, berarti masa prasubur awal Ibu jatuh pada tanggal 17 (20 dikurangi 3) dan tanggal 23 (20 ditambah 3) adalah masa akhir prasubur.

  • Perhatikan waktu perubahan emosi

Bu, menjelang masa subur biasanya tingkat emosi dapat meningkat dengan signifikan. Satu siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari. Sedangkan masa subur, biasanya muncul saat emosi Ibu tiba-tiba melonjak di tengah dua siklus menstruasi berturut-turut. Peningkatan emosi Ibu disebabkan oleh peningkatan kadar hormon reproduksi di antara dua siklus tersebut.

Bagaimana, Bu? Tidak sulit bukan cara menghitungnya? Nah, apabila Ibu merasa kurang yakin dengan hasil perhitungan Ibu atau justru tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter untuk mendapatkan jawaban yang lebih pasti.

Semoga cepat dikaruniai buah hati ya, Bu!