Whatsapp Share Like
Simpan

Ibu pasti pernah merasa khawatir ketika buah hati terkena flu atau pilek. Bagaimana tidak? Karena biasanya ketika buah hati yang masih bayi terserang flu, ia terus-terusan rewel. Jangankan mau tidur enak, untuk menyusu saja membuat bayi tersiksa karena hidung tersumbat. Duh, pasti tidak nyaman rasanya, apalagi bayi memang belum bisa membuang ingusnya sendiri. Tentu Ibu akan bingung bagaimana cara mengatasi pilek pada bayi tersebut.

Jangan terlalu cemas, Bu. Agar tahu harus bertindak apa, pertama-tama yang perlu Ibu ketahui adalah penyebab pileknya terlebih dulu.

Penyebab dan Jenis Pilek pada Bayi

Pilek terjadi karena adanya peradangan pada saluran pernafasan bagian atas, terutama hidung, yang umumnya disebabkan oleh virus Rhinovirus. Selain virus, pilek juga bisa disebabkan oleh alergi dan bakteri. Untuk pilek yang disebabkan oleh bakteri, biasanya ditandai dengan pilek yang tidak membaik selama lebih dari tujuh hari. Sedangkan pilek yang disebabkan oleh virus, Ibu bisa mencegahnya dengan cara memberikan ASI pada bayi dan asupan makanan yang sehat dan bergizi, serta memberikan vitamin dan mineral untuk membantu menjaga kekebalan tubuhnya.

Dikarenakan dapat dengan mudah menular melalui udara, karena itu ketika ada salah satu keluarga di rumah atau tetangga yang terkena pilek, sebaiknya jauhkan bayi dari mereka untuk mengurangi risiko penularan. Jenis pilek ada dua, yakni pilek yang meler atau biasa disebut ingusan, dan pilek yang mampet atau biasa disebut hidung tersumbat. Jadi, Ibu harus kenali pilek yang diderita bayi agar tepat penanganannya.

Apakah Pilek Bisa Berbahaya?

Bila pilek buah hati tak kunjung sembuh setelah melewati tujuh hari, lebih baik Ibu konsultasikan hal ini ke dokter untuk dilihat sumber permasalahannya, misalnya mungkin dikarenakan oleh alergi. Jangan abaikan bila pilek bayi tidak kunjung sembuh. Bisa jadi ini adalah gejala dari sinusitis (radang pada rongga tulang di sekitar hidung) atau komplikasi dari sinusitis dan otitis media.

Biasanya otitis media (radang telinga tengah yang dapat menyebabkan congek) banyak diderita oleh usia balita karena jarak antara gendang telinga dengan hidungnya masih pendek, sehingga pilek yang berkepanjangan bisa berdampak pada telinganya. Jika hal ini terjadi, tentu akan mempengaruhi pendengaran bayi.

Cara Mengatasi Hidung Meler

Berikut adalah beberapa cara mengatasi pilek pada bayi dengan hidung meler yang bisa Ibu coba praktekkan di rumah:

  1. Sebelum bayi diberi obat, sebaiknya Ibu perhatikan apakah obat tersebut dapat diberikan tanpa resep dokter atau harus dengan resep dokter. Jika harus dengan resep dokter, maka konsultasikan dulu ke dokter mengenai obat yang akan diberikan.
  2. Perhatikanlah cara penggunaan dan anjuran pemberian obat, baik itu obat bebas maupun obat resep. Apabila obat terlihat sudah tidak layak digunakan, maka gantilah dengan obat baru.
  3. Ibu bisa menggunakan penyedot lendir (nasal aspirator) untuk bayi yang berbentuk seperti botol karet kecil dengan ujung plastik untuk penyedot. Ibu bisa membelinya di apotik atau supermarket dan gunakan merek khusus untuk bayi. Ingat ya Bu, setelah selesai digunakan, langsung dibersihkan agar alat ini tetap bersih dan higienis.
  4. Selain penyedot lendir, Ibu juga bisa gunakan obat tetes NaCl atau larutan garam. Caranya, larutkan obat tetes NaCl fisiologis 0,9% (20 ml) untuk melembabkan saluran pernapasan bayi. Teteskan sekurang-kurangnya 3 kali sehari. Bila tidak ada larutan NaCl, Ibu bisa ganti dengan seperempat sendok teh garam yang dilarutkan ke dalam setengah gelas air hangat. Air garam (NaCl) bisa membantu mencairkan ingus dan melancarkan hidung yang tersumbat. Masukkan larutan tadi ke hidung bayi, cukup teteskan dua kali pada kedua lubang bayi.

Cara Mengatasi Hidung Mampet

Untuk hidung yang mampet, begini cara mengatasinya:

  1. Ibu bisa membalurkan minyak angin atau balsem ke bagian dada, leher, dan punggung agar bisa membantu melegakan pernapasan bayi.
  2. Saat hidung bayi tersumbat, Ibu bisa memposisikan tidur bayi dengan tidur miring atau tengkurap. Dua posisi ini bisa membantu melegakan pernapasan.
  3. Ketika bayi tidur, suhu AC di kamar sebaiknya tidak terlalu dingin atau bila perlu tidak gunakan pendingin supaya bayi tidak lama terkena pilek.
  4. Ibu juga bisa membuat sendiri aromaterapi. Caranya, tuangkan beberapa tetes minyak kayu putih ke dalam ember berisi air panas. Simpan ember di pojok kamar yang tertutup di mana bayi berada. Uap yang dihasilkan dari air panas yang telah bercampur dengan minyak kayu putih tersebut akan membantu melegakan hidung bayi yang mampet.

Jadi, bayi Ibu terserang jenis pilek yang mana? Selamat mencoba cara mengatasi pilek pada bayi yang sesuai dengan jenis pileknya ya, Bu. Untuk Ibu yang masih memiliki pertanyaan tentang pilek atau lainnya, bisa berkunjung ke sini. Semoga buah hati Ibu lekas sehat dan ceria kembali.

Bagi Ibu yang masih ingin berkonsultasi seputar kesehatan anak, Ibu bisa menggunakan fitur Tanya Pakar, lho. Fitur ini adalah tempat di mana Ibu bisa bertanya langsung oleh pakar-nya mengenai si Kecil. Namun jangan lupa untuk registrasi terlebih dahulu ya, Bu.