Whatsapp Share Like Simpan

Ciri-ciri masa subur menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui bagi Ibu yang sedang berusaha memiliki buah hati atau ingin lebih dulu menunda kehamilan. Intinya, mengetahui ciri-ciri masa subur adalah hal yang perlu diketahui saat merencanakan kehamilan.

Jika mengetahui masa subur, maka Ibu bisa memprediksi kapan saat tepat untuk berhubungan intim. Lalu apakah sebenarnya yang dimaksud dengan masa subur pada wanita dan pria?

Masa subur wanita adalah masa ketika indung telur (ovarium) melepaskan sel telur yang siap dibuahi oleh sperma. Selain untuk merencanakan kehamilan, mengenali ciri masa subur juga dapat dimanfaatkan untuk memahami siklus menstruasi dan memerhatikan ada tidaknya gangguan kesuburan.

Ciri-ciri masa subur bisa dikenali dari beberapa tanda dan gejala yang sering muncul atau melalui alat tes khusus. Selain itu, masa subur juga bisa dilihat dengan menggunakan metode kalender atau menandai waktu-waktu periode haid.

Baca juga: 3 Cara Jitu Menghitung Kesuburan

Artikel Sejenis

Ketahui Ciri-ciri Masa Subur

Ciri-ciri masa subur pada setiap wanita berbeda-beda, sebagian wanita bahkan tidak merasakan ciri-ciri masa subur itu. Waktu masa subur setiap wanita juga berbeda-beda, ada yang mengalami masa subur tepat di tanggal tertentu dan ada juga yang tanggal masa suburnya mengalami perubahan setiap bulan.

Hal yang paling umum terjadi, masa subur wanita dimulai ketika siklus haid atau menstruasi telah selesai. Wanita usia produktif umumnya memiliki siklus haid sekitar 28-32 hari dengan masa subur sekitar 12-16 hari sebelum masa haid berikutnya. Berikut ciri-ciri masa subur yang bisa Ibu kenali:

Ciri-ciri Masa Subur: Perubahan Suhu Tubuh

Untuk ciri-ciri masa subur, suhu basal tubuh wanita alias suhu saat tubuh istirahat mengalami perubahan. Suhu ini biasanya diukur ketika bangun tidur dan ketika mendekati masa subur suhu tubuh biasanya akan sedikit mengalami penurunan, lalu kembali naik saat masa subur berakhir atau saat ovulasi.

Perubahan suhu tubuh ini terjadi karena hormon estrogen yang meningkat saat ovulasi. Suhu tubuh basal sebelum ovulasi berkisar antara 36,1-36,4ºC. Peningkatan suhu basal tubuh pada ovulasi biasanya sekitar 0,4-1 derajat atau antara 36,4-37ºC. Supaya kenaikan suhu tubuh rata-rata bisa terdeteksi, jangan lupa mengukur dan mencatat perubahan suhu tubuh Ibu di waktu ini secara teratur setiap bulannya.

Ciri-ciri Masa Subur: Nyeri Payudara

Beberapa gejala fisik juga bisa dirasakan oleh Ibu ketika dalam masa subur, salah satu ciri-ciri masa subur itu adalah merasa nyeri payudara. Ciri-ciri masa subur ini merupakan dampak dari perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh sebelum dan sesudah masa ovulasi. Kondisi ini seringkali membuat area payudara menjadi lebih mudah nyeri saat disentuh.

Ciri-ciri Masa Subur: Perubahan pada Serviks dan Cairan Serviks

Ketika Ibu sudah memasuki masa subur, maka ciri-ciri masa subur berikutnya bisa ditandai dengan tubuh menghasilkan lebih banyak esterogen. Kondisi ini membuat lendir serviks menjadi lebih lentur dan bening seperti putih telur. Vagina juga akan mengeluarkan lendir lebih banyak dari biasanya.

Selain itu, ciri-ciri masa subur pada bagian serviks biasanya akan membuat bagian tubuh ini menjadi lebih lembut, basah, dan terbuka. Ibu bisa merasakan perubahan ini dengan memasukkan jari telunjuk yang bersih ke dalam vagina untuk memeriksa serviks.

Ciri-ciri masa subur: Sakit ovulasi

Pada sebagian wanita, ciri-ciri masa subur juga ditandai dengan rasa sakit yang amat kuat, seperti ditusuk pada bagian bawah perut. Kondisi ini disebut sakit ovulasi atau dalam dunia medis disebut mittelschmerz. Biasanya ciri-ciri masa subur ini muncul tanpa sebab dan secara tiba-tiba. Jika rasa sakit itu muncul di tengah siklus, maka itulah yang disebut dengan mittelschmerz atau sakit ovulasi. Ini adalah salah satu ciri terakhir yang mungkin bisa diidentifikasi saat memasuki waktu subur. Rasa sakit ovulasi ini biasanya dialami setiap bulan, tetapi tidak dialami pada semua wanita. 

Ciri-ciri Masa Subur: Lebih Bergairah karena Perubahan Libido

Untuk ciri-ciri masa subur berikutnya adalah Ibu akan mengalami perubahan libido. Banyak dari wanita yang menyadari jika dorongan seks mereka semakin meningkat selama masa ovulasi. Meski demikian, hal ini memang sulit jika hanya dijadikan satu-satunya ukuran, mengingat peningkatan hasrat seksual juga bisa disebabkan oleh hal lain, seperti suasana hati yang ceria.

Cara Lain Memprediksi Masa Subur

Catat jadwal haid atau menstruasi

Untuk mengetahui ciri-ciri masa subur, Ibu juga dapat mencatat kapan haid atau menstruasi dimulai dan berakhir selama beberapa bulan. Jika siklus haid normal dan teratur, Ibu akan mengalami ovulasi sekitar 14 hari sebelum haid selanjutnya. 

Perhatikan waktu perubahan emosi

Bu, menjelang masa subur biasanya tingkat emosi dapat meningkat dengan signifikan. Satu siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari. Sedangkan masa subur, biasanya muncul saat emosi Ibu tiba-tiba melonjak di tengah dua siklus menstruasi berturut-turut. Peningkatan emosi Ibu disebabkan oleh peningkatan kadar hormon reproduksi di antara dua siklus tersebut.

Mengukur suhu tubuh tiap hari

Metode ini dilakukan dengan cara mengukur suhu tubuh secara rutin dengan termometer. Idealnya, hal ini dilakukan pada pagi hari, pada jam yang kurang lebih sama. Pasalnya, sore hari adalah masa-masa tidak subur. Ibu dapat mencatat suhu tubuh pada 10 hari pertama, mulai dari hari pertama masa menstruasi, pada secarik kertas untuk membandingkan perubahan suhu tubuh setiap hari.

Normalnya, suhu tubuh sebelum masa subur adalah sekitar 35.6-36.7ºC, sedangkan saat masa subur, suhu tubuh akan naik menjadi 36.1-37.2ºC. Inilah saat yang tepat untuk berhubungan intim, Bu. Akan tetapi, abaikan jika suhu tubuh tiba-tiba tinggi karena demam atau gangguan lainnya, ya.

Alat prediksi kesuburan

Alat prediksi kesuburan dapat mengukur tingkat hormon pelutein (luteinizing hormone) dalam urine. Umumnya, wanita akan mengalami ovulasi sekitar 10-12 jam setelah hormon pelutein meningkat. Jika siklus haid 28 hari, kemungkinan peningkatan hormon pelutein bisa terjadi 14-15 hari setelah haid. Alat prediksi kesuburan juga mampu mendeteksi hari paling subur selama masa subur.

Ciri-ciri masa subur ini bisa Ibu ketahui dengan menggunakan fitur kalkulator kesuburan. Fitur ini akan mempermudah Ibu untuk mengecek masa subur dengan hanya memasukkan tanggal Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dan lama siklus haid rata-rata yang Ibu alami, biasanya 28 hari. 

Selanjutnya, setelah masa kehamilan tiba, Ibu bisa mengoptimalkan asupan nutrisi dengan mengonsumsi susu khusus Ibu hamil dan Ibu menyusui secara rutin. Dari beberapa jenis nutrisi dan vitamin yang telah disebutkan di atas, Ibu bisa mendapatkannya dalam susu Frisian Flag MAMA. Susu ini diformulasikan khusus untuk Ibu hamil dan Ibu menyusui yang mengandung protein, serat pangan, vitamin B9 (asam folat), zat besi, dan kalsium untuk memenuhi asupan gizi harian Ibu dan si Kecil.