Whatsapp Share Like Simpan

Beberapa pasangan suami istri membutuhkan waktu cukup lama untuk mendapatkan momongan. Hal tersebut kerap memicu rasa ingin tahu pasangan terkait program hamil Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari masalah kesehatan, gaya hidup, kesuburan, hingga faktor usia. Setelah berkonsultasi dengan dokter, biasanya dokter akan menyarankan untuk menjalani program hamil (promil). Tentunya program ini harus melalui langkah-langkah yang tepat supaya menjadi efektif dan membuahkan hasil positif. Bagi Ibu dan Ayah yang sedang akan menjalani promil, coba simak dulu informasi di bawah ini, ya:

Menghentikan Pemakaian Alat Kontrasepsi

Untuk bisa hamil, tentunya Ibu harus menghentikan pemakaian alat kontrasepsi jenis apapun, seperti KB, kondom, implan, dan spiral. Berhentilah menggunakannya beberapa bulan sebelum memulai program hamil ya, Bu. Namun bila Ibu sudah cukup lama mengonsumsi pil KB, maka untuk bisa berovulasi secara teratur lagi tubuh Ibu memerlukan beberapa kali siklus menstruasi. Barulah setelah itu tubuh Ibu siap untuk hamil.

Ketahui Masa Subur Ibu

Sangat penting bagi Ibu untuk mengetahui masa subur (ovulasi) Ibu sendiri guna memperbesar peluang hamil. Masa subur merupakan waktu yang pas untuk berhubungan intim dengan suami, karena saat itu ovarium (sel indung telur) akan melepaskan ovum (sel telur) yang sudah siap untuk dibuahi ke dalam tuba falopi (saluran indung telur).

Bagaimana cara mengetahui masa subur? Ibu bisa memakai alat prediksi ovulasi yang akan mendeteksi peningkatan luteinizing hormone (LH) pada urine sekitar 36-48 jam sebelum masa ovulasi. Melalui alat ini, Ibu dapat mengetahui lebih dini kapan ovum akan dilepaskan oleh ovarium.

Cara lainnya adalah dengan metode pengukuran suhu basal tubuh. Ibu cukup mengurangi 14 hari dari lamanya siklus haid, maka suhu basal tubuh Ibu dapat diketahui.

Artikel Sejenis

Baca Juga: Kenali Pemicu Ambeien Pada Kehamilan Trimester 3

Waktu Berhubungan Intim yang Tepat

Seperti yang sudah dibahas di atas, waktu berhubungan intim yang tepat adalah pada masa ovulasi, atau lebih tepatnya dua atau tiga hari sebelum masa ovulasi. Perlu Ibu ketahui bahwa saluran telur mampu bertahan hidup selama 2-3 hari, sperma selama 5 hari, sementara sel telur hanya 12-24 jam. Oleh karena itu, jika berhubungan intim pada masa itu, maka ada kemungkinan besar terdapat sperma yang masih hidup di dalam rahim ketika memasuki ovulasi. Sperma ini lah yang akan membuahi sel telur setelah dilepaskan dari indung telur.

Siklus menstruasi yang normal adalah 28 hari dan masa ovulasi jatuh pada hari ke-14. Jika Ibu termasuk memiliki siklus yang normal, maka setelah haid selesai Ibu sebaiknya segera berhubungan intim selama beberapa kali dalam seminggu. Hal ini akan membuat Ibu tidak melewatkan hari tersubur Ibu. Bisa juga dengan berhubungan intim setiap dua hari sekali yang dimulai pada hari ke-10 setelah hari terakhir menstruasi.

Anjuran dan Larangan Saat Hubungan Intim

Saat berhubungan intim, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut:

  • Berhubungan intim di malam hari. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pagi hari merupakan waktu di mana sperma memiliki jumlah terbanyak. Meski begitu, pagi hari bukanlah waktu terbaik untuk berhubungan intim. Ibu sebaiknya memilih malam hari sebelum tidur untuk melakukannya, sebab setelah itu Ibu akan berbaring dan memungkinkan sperma untuk tetap tinggal di dalam vagina.
  • Wanita di posisi bawah. Posisi berhubungan intim yang paling disarankan agar program hamil yang Ibu jalani cenderung berhasil adalah wanita berada di bawah (misionaris). Pada posisi ini Ibu akan berbaring telentang, sehingga akan mempermudah sperma langsung bergerak ke rahim.
  • Berbaring telentang setelah hubungan intim untuk wanita. Agar sperma tidak tumpah dari vagina, maka Ibu sebaiknya berbaring telentang selama beberapa saat. Cara ini akan membuat sperma tetap tinggal dan mempermudahnya untuk bergerak menuju rahim. Tidak ada anjuran untuk mengangkat kaki, tapi jika ingin melakukannya pun tak masalah, Bu.

Berikut adalah beberapa larangan yang harus dihindari oleh Ibu dan Ayah:

  • Penggunaan celana dalam ketat bagi pria. Infertilitas pria dapat disebabkan oleh suhu testis yang terlalu panas yang akan mempengaruhi produksi sperma. Meski sebenarnya belum ada penelitian ilmiah tentang pengaruh celana dalam ketat bagi kualitas sperma, tapi lebih baik jika Ayah memakai celana dalam dengan model yang lebih longgar. Celana dalam yang terlalu ketat dapat menaikkan suhu di sekitar testis, sehingga sebaiknya hindarilah hal ini jika tidak ingin kualitas sperma menurun.
  • Penggunaan pelumas saat berhubungan intim. Sangat tidak disarankan untuk menggunakan pelumas saat berhubungan intim, sebab di dalamnya banyak terkandung zat yang dapat mengurangi pergerakan sperma serta mengubah keseimbangan pH di vagina.

Kapan Bisa Melakukan Tes Kehamilan?

Saat Ibu sudah terlambat haid, tak ada salahnya untuk melakukan tes kehamilan sendiri di rumah menggunakan alat tes kehamilan. Alat ini akan mendeteksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) di dalam urine. Pada awal kehamilan, kadar hormon ini akan meningkat dan keluar sebagian bersama urine. Hormon inilah yang akan mendeteksi apakah Ibu positif hamil atau tidak.

Supaya hasilnya lebih akurat, sebaiknya lakukan tes pada hari yang biasanya menjadi hari pertama siklus haid Ibu. Jika terlalu cepat melakukan tes kehamilan, kadangkala memberikan hasil negatif yang palsu. Maksudnya adalah hasil tes menunjukkan Ibu tidak hamil, padahal sebenarnya Ibu hamil. Hasil palsu ini bisa terjadi karena produksi hCG belum cukup banyak dihasilkan oleh tubuh, sehingga alat tes kehamilan belum mampu mendeteksinya. Ibu bisa menunggu beberapa hari untuk melakukan tes ulang lagi.

Tips Meningkatkan Kesuburan

Jika mendapati Ibu belum berhasil hamil, jangan patah semangat ya, Bu. Tetaplah berusaha untuk menjalankan program hamil. Selain itu, penting bagi Ibu untuk melakukan beberapa hal yang dapat meningkatkan kesuburan demi program hamil yang sedang dijalankan. Berikut caranya:

Menerapkan pola hidup sehat. Sangat penting untuk menerapkan pola hidup yang sehat, sebab hal ini dapat mempengaruhi kesuburan. Hindarilah kebiasaan yang merusak kesehatan, seperti merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi obat-obatan. Selain itu, mulailah berolahraga dengan rutin, menjaga berat badan, serta mendapatkan vaksinasi.

Makan makanan bernutrisi

Pola makan juga wajib diperhatikan selama menjalani program hamil ya, Bu. Perbanyaklah mengonsumsi makanan bernutrisi yang terdiri dari makanan berprotein, bervitamin, dan tinggi zat besi. Kemudian, hindarilah mengonsumsi junk food, minuman bersoda, kafein, serta gula.

Mengonsumsi vitamin. Meningkatkan kesuburan juga bisa dibantu dengan mengonsumsi vitamin B, C, D, dan E. Selain itu, konsumsilah suplemen yang mengandung zat besi, asam folat 400 mcg, zinc, selenium, dan koenzim Q10.

Berkonsultasi dengan Dokter Kandungan

Setelah menjalani program hamil selama setahun dengan cara-cara di atas dan masih belum berhasil hamil, Ibu dan Ayah dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Di sana, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti tes darah dan USG.

Hal yang mengurangi keberhasilan program hamil

Selain mengetahui apa saja yang diperlukan agar program hamil berjalan maksimal, Ibu juga perlu memahami aspek apa saja yang dianggap sebagai kesalahan atau kelalaian saat menjalankan program hamil. Informasi terkait kesalahan dalam program hamil ini penting untuk diketahui agar meminimalisasi kesalahan atau kekurangan yang terjadi saat menjalankan program hamil. Kesalahan pada program hamil ini mengacu pada kurangnya perhatian akan aktivitas sehari-hari yang dapat mengganggu keberhasilan program hamil yang sedang dijalankan. Berikut adalah beberapa kesalahan atau kelalaian yang kerap terjadi saat menjalankan program hamil.

  1. Tidak rutin ke dokter

    Salah satu hal yang perlu dijadikan rutinitas saat menjalankan program hamil adalah rutin untuk melakukan konsultasi ke dokter. Dengan melakukan konsultasi ke dokter, Ibu akan lebih memahami kebiasaan yang nantinya akan berdampak pada produktivitas atau tingkat keberhasilan dari program hamil tersebut. Selain itu, dengan konsultasi ke dokter, Ibu juga akan mengetahui tingkat kesuburan serta masa subur yang ada di dalam tubuh. Sehingga, Ibu bisa berkomunikasi dengan ayah atau suami di rumah untuk menemukan langkah dan waktu yang tepat agar program hamil berjalan secara maksimal. Ketika menepati janji konsultasi ke dokter, pastikan untuk datang secara berpasangan. Upaya ini dilakukan agar kedua belah pihak mengerti dan memahami peran yang dibutuhkan dalam menjalankan program hamil.

  2. Gaya hidup yang kurang sehat

    Gaya hidup dari Ibu maupun pasangan pun juga memengaruhi optimalisasi program hamil yang dijalankan. Jika gaya hidup yang dimiliki terkesan kurang sehat, maka akan mengurangi tingkat keberhasilan dari program hamil yang telah disepakati. Oleh karena itu, sebagai pasangan, kedua belah pihak memiliki peranan penting untuk saling mengingatkan dan menjaga agar gaya hidup yang dijalani sehari-hari masuk ke dalam kategori yang seimbang. Gaya hidup sehat dalam memaksimalkan program hamil ini bisa dimulai dengan cara yang mudah. Salah satunya adalah dengan cara mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Selain itu, dalam menjalankan program hamil, pasangan pun perlu rutin melakukan olahraga setiap hari. Paduan Konsumsi makanan dari bahan yang sehat dan olahraga yang rutin dapat membantu tubuh untuk bekerja secara lebih baik, sehingga tubuh terhindar dari serangan stres yang dapat mengurangi persentase keberhasilan program hamil.

  3. Tidak memanfaatkan masa subur

    Dengan berkonsultasi dengan dokter, pasangan suami istri pun akan mengetahui masa subur yang berdampak baik terhadap keberhasilan program hamil yang sedang dijalankan. Untuk itu, Ibu dan Ayah perlu memanfaatkan masa subur sebaik-baiknya saat menjalankan program hamil. Secara umum, masa subur ini merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan hubungan suami istri demi proses pembuahan yang lebih optimal. Untuk rentang waktunya sendiri biasanya terjadi pada 3-5 hari sebelum ovulasi dan tepat pada hari ovulasi. Namun, tidak ada salahnya bagi pasangan suami istri untuk berkonsultasi kepada dokter mengenai waktu yang tepat. Dengan pemahaman yang mendalam dari profesional, mampu menghadirkan kemungkinan terhadap keberhasilan program hamil yang lebih besar juga.

  4. Hubungan suami istri yang kurang teratur

    Setelah mengetahui masa subur dari konsultasi kepada dokter terkait menjalankan program hamil, selanjutnya pasangan suami istri harus rutin dan memiliki komitmen untuk melakukan hubungan suami istri yang lebih teratur. Dengan melakukan hubungan suami istri yang teratur, tingkat keberhasilan atau peluang dari optimalisasi program hamil pun akan meningkat. Sebaliknya jika tidak dilakukan dengan teratur, optimalisasi program hamil pun akan mengalami penurunan dalam peluangnya. Agar tidak bentrok dengan aktivitas pekerjaan, alangkah baiknya meningkatkan komunikasi antara Ibu dan Ayah demi keberhasilan program hamil yang sedang dijalankan.

Menjalani program hamil yang tepat memang memungkinkan pasangan suami istri untuk berhasil mendapatkan momongan. Namun jika beberapa kali usaha masih belum membuahkan hasil, maka Ibu bisa menjalani program seperti bayi tabung, operasi, inseminasi buatan, atau pengobatan medis. Tetap semangat ya, Bu. Semoga Ibu dan Ayah secepatnya dikaruniai buah hati.

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar kehamilan, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.