Share Like
Simpan

Kehamilan pertama biasanya jadi momen yang tak terlupakan ya, Bu. Itu pula yang saya rasakan dulu ketika mengandung anak pertama. Perubahan tubuh yang terjadi dari hari ke hari, membuat saya semakin tidak sabar menunggu kelahiran si Kecil. Namun, saya sempat khawatir dengan perkembangan janin yang tampak “betah” berada di kandungan dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan lahir. Padahal, usia kandungan saya waktu itu sudah melewati 41 minggu.

Untuk memastikan kondisi ini, saya memutuskan untuk berkonsultasi soal kehamilan ini ke dokter. Alhasil, saya akhirnya tahu jika anak pertama memang memiliki kecenderungan untuk lahir lewat waktu. Selain informasi tersebut, dokter juga memaparkan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi ini.

  • Posisi Janin yang Salah

Posisi salah yang dimaksud adalah miring atau sungsang, dimana letak kepala menjauhi mulut rahim. Kondisi ini tentu akan menyulitkan proses kelahiran secara normal, sehingga untuk mengeluarkan anak dari dalam rahim harus melalui operasi Caesar.

  • Ukuran Tubuh yang Terlalu Besar

Tubuh anak yang terlalu besar atau gemuk juga bisa memengaruhi proses kelahiran, karena akan sulit dikeluarkan dari dalam rahim, apalagi jika ukuran pinggul Ibu terbilang kecil. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk menjaga pola makan dan asupan gizi yang seimbang untuk mendukung perkembangan si Kecil dalam kandungan.

  • Riwayat Kelahiran Terlambat

Jika ada anggota keluarga lain yang memiliki riwayat kelahiran terlambat, atau Ibu pernah mengalami kondisi ini pada kehamilan sebelumnya, kelahiran lewat waktu memang umum terjadi. Yang terpenting adalah rutin melakukan pemeriksaan kandungan sebagai salah satu cara untuk menjaga kehamilan dan untuk mendeteksi potensi terjadinya kelainan.

  • Kesalahan Prediksi Kelahiran

Banyak ibu hamil yang merasa kelahirannya terlambat, padahal sebenarnya tidak sama sekali. Penyebabnya adalah kesalahan dalam menghitung usia kehamilan. Kesalahan ini bisa terjadi karena ibu yang tidak yakin kapan tanggal menstruasi terakhir. Padahal prediksi waktu kelahiran dihitung berdasarkan tanggal tersebut.

Setelah Ibu mengetahui apa saja faktor penyebab terjadinya kelahiran yang terlambat, selanjutnya saya akan menjelaskan beberapa risiko yang bisa timbul akibat kondisi ini.

  • Menurunnya Fungsi Plasenta

Berkurangnya fungsi plasenta dapat menyebabkan menurunnya pasokan nutrisi dan oksigen pada janin, sehingga perkembangan janin dalam kandungan bisa terhambat. 

  • Menurunnya Jumlah Cairan Amino (Ketuban)

Air ketuban memiliki fungsi penting untuk perkembangan janin dalam kandungan, yaitu sebagai bantalan untuk melindungi janin dari trauma atau benturan, serta sebagai sistem imun untuk melindungi janin dari virus dan bakteri. Air ketuban yang terus berkurang bisa membahayakan kondisi janin, sehingga membutuhkan penanganan yang cepat untuk mengeluarkannya dari dalam kandungan.

  • Peningkatan Risiko Proses Kelahiran

Masa kehamilan yang melebihi waktu normal, mengharuskan ibu hamil untuk melakukan proses persalinan secepatnya. Hal ini biasanya dilakukan dengan operasi Caesar yang tentu lebih berisiko. Selain itu, terjadinya komplikasi juga membuat risiko persalinan semakin tinggi.

  • Kemungkinan Menelan dan Menghirup Mekonium

Kemungkinan ini bisa terjadi saat proses melahirkan. Mekonium sendiri merupakan kotoran atau feses yang dihasilkan bayi selama di dalam rahim. Jika tertelan, cairan mekonium dapat memepengaruhi pertumbuhan janin dan menyebabkan gangguan fungsi pernapasan.

  • Meningkatnya Risiko Palsi Serebral

Palsi serebral adalah gangguan gerakan, otot, atau postur yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal di otak. Kondisi ini paling sering terjadi sebelum kelahiran dan bisa berdampak pada sistem motorik anak, sehingga fungsi perintah untuk menggerakkan tubuh akan terganggu.

  • Hilangnya Lapisan Lemak yang Melindungi Kulit

Kondisi ini dapat mengakibatkan kulit anak yang kering, mengerut, dan mengelupas. Kukunya yang sudah tumbuh panjang juga dapat berisiko melukai dirinya sendiri.

Kini, Ibu sudah tahu kan apa saja penyebab dan risiko dari anak yang terlambat lahir. Untuk mencegah terjadinya kondisi ini, Ibu disarankan untuk rutin melakukan konsultasi kehamilan untuk memantau pertumbuhan janin. Satu kali di trimester pertama, satu kali di trimester kedua, dan dua kali di trimester ketiga. Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya, Bu!