Share Like
Simpan

Tidak terasa ya, Bu. Si Kecil kini sudah berumur enam bulan. Agar bayi sehat, kebutuhan nutrisi balita, khususnya zat besi, di usia ini sudah berbeda. Ketika si Kecil masih berusia di bawah enam bulan, kebutuhan zat besinya tercukupi dari ASI. Namun, di usia enam bulan, kebutuhan zat besinya adalah 11 miligram per hari. Kebutuhan ini harus dipenuhi, supaya si Kecil sehat dan terhindar dari risiko terserang penyakit anemia. Itulah sebabnya, Ibu perlu tahu bagaimana cara memaksimalkan penyerapan zat besi pada si Kecil.

Berdasarkan pengalaman dengan anak pertama dulu, saya sempat mengalami kondisi si Kecil kekurangan zat besi. Setelah berkonsultasi dengan dokter, rupanya pola makan yang kurang tepat adalah salah satu faktor yang penyebabnya. Semenjak itu, saya betul-betul memerhatikan menu MPASI yang saya  sajikan setiap harinya. Tanpa dibantu oleh menu MPASI yang tepat, kebutuhan zat besi si Kecil bisa sulit terpenuhi lho, Bu. Nah, untuk membantu bayi sehat Ibu memaksimalkan penyerapan zat besi, yuk perhatikan beberapa hal berikut:

  • Beri MPASI tinggi zat besi

Banyak MPASI tinggi zat besi yang bisa Ibu berikan kepada si Kecil untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Beberapa bahan MPASI tinggi zat besi, di antaranya daging merah, hati ayam dan sapi, kacang merah, kacang kedelai, tahu, dan bayam. Ibu juga bisa memberi si Kecil sereal khusus yang sesuai dengan usianya dan memiliki kandungan zat besi tinggi, sehingga kebutuhan gizi balita terpenuhi.

  • Batasi konsumsi makanan penghambat zat besi

Ya, ada beberapa jenis makanan yang ternyata dapat menghambat penyerapan zat besi menjadi kurang maksimal, yaitu cokelat, dan jus apel. Demi kesehatan si Kecil, satu hal yang perlu Ibu tahu, sebaiknya hindari memberikan si Kecil teh hingga ia berusia 1 tahun karena mengonsumsi teh terutama jika berbarengan dengan menu MPASI-nya bisa membuat penyerapan zat besi kurang maksimal.

  • MPASI tinggi zat besi dibarengi makanan tinggi vitamin C

Menurut situs Scienceofmom.com, MPASI tinggi zat besi akan dapat diserap dengan maksimal oleh si Kecil jika disantap bersamaan dengan makanan yang mengandung vitamin C tinggi. Misalnya, hati ayam yang kaya akan zat besi dimasak dengan tomat yang tinggi dengan kandungan vitamin C. Tidak hanya bisa memaksimalkan penyerapan zat besi pada si Kecil, makanan tersebut juga dapat memenuhi kebutuhan gizi pada balita. 

  • Beri jeda ketika akan mengonsumsi produk olahan susu

Produk olahan susu dapat menjadi menu pendukung untuk memenuhi salah satu kebutuhan nutrisi balita, khususnya kalsium. Namun, akan lebih baik jika ia tidak menyantap MPASI tinggi zat besi bersamaan dengan produk susu. Pasalnya, kalsium termasuk salah satu zat yang dapat mengganggu penyerapan zat besi dengan maksimal. Beri jeda sekitar dua sampai tiga jam ketika Ibu ingin memberinya sajian berupa produk olahan susu.

Berbagai MPASI tinggi zat besi ini bisa jadi tidak terlalu akrab di lidah si Kecil pada awalnya, sehingga membuat ia menolak menu yang Ibu sediakan ini. Namun, jangan langsung menyerah ya, Bu. Tetaplah berusaha memperkenalkan makanan-makanan ini agar penyerapan zat besi tetap maksimal dan si Kecil selalu sehat dan.tetap semangat ya, Bu!