Whatsapp Share Like Simpan

Hai Bu! Sudah lengkapkah asupan nutrisi termasuk vitamin C untuk anak Ibu hari ini? Di usianya yang menjelang 5 tahun dimana si Kecil tumbuh pesat, Ibu pasti menginginkan semua yang terbaik bagi balita kesayangan. Salah satunya adalah asupan nutrisi balita yang masuk ke dalam tubuh mungil si Kecil.

Ada berbagai elemen yang mampu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan balita, salah satunya adalah vitamin. Secara umum, vitamin merupakan sebuah komposisi organik yang dibutuhkan tubuh untuk kelangsungan hidup . Pada dasarnya, vitamin didapatkan dari makanan karena tubuh tidak mampu memproduksi zat ini dalam jumlah yang cukup sebagai sarana pemenuhan nutrisi si Kecil. 

Berdasarkan penjelasan di atas, maka jelas bagi Ibu untuk mengetahui bahwa balita membutuhkan asupan gizi berupa vitamin untuk tetap sehat, salah satu jenisnya adalah vitamin C. Vitamin C juga dikenal sebagai asam askorbat, merupakan senyawa yang dapat ditemukan pada buah serta sayuran dan bisa larut dalam air. Artinya vitamin ini tidak disimpan dalam tubuh melainkan mengalir melalui aliran darah dan jika tidak dibutuhkan akan dikeluarkan melalui urin. Zat ini penting bagi balita karena memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Selain itu, vitamin C juga membantu balita memelihara jaringan tubuh termasuk tulang, pembuluh darah, dan kulit.

Selain memelihara jaringan tubuh, vitamin C untuk anak juga merupakan sumber nutrisi yang baik untuk melindungi dari kelainan jantung. Bukan hanya itu, antioksidannya yang cukup tinggi membantu mengurangi kolesterol buruk yang mungkin terbawa masuk ke dalam tubuh balita. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa vitamin ini membantu melawan radikal bebas, menetralisir efek nitrites (zat yang ditemukan dalam makanan siap saji yang dapat menimbulkan kanker). 

Lebihnya lagi, vitamin C untuk anak juga dapat membantu menguatkan sistem imunnya, menghalangi dan membantu menyembuhkan demam, serta mengurangi risiko katarak lho, Bu. Kekurangan vitamin C dalam asupan nutrisi balita dapat menyebabkan kelelahan, otot lemah, gusi berdarah, dan sakit pada sendi. Pada kasus tertentu, defisiensi vitamin C dapat menyebabkan gangguan scurvy . Scurvy adalah penyakit yang terjadi karena kekurangan asupan vitamin C yang parah sehingga terjadi kelemahan fisik menyeluruh, anemia, penyakit pada gusi dan perdarahan pada kulit. Perdarahan pada kulit yang terjadi berukuran sangat kecil (pinpoint) di sekitar folikel rambut, gusi, dan di bawah kuku. 

Artikel Sejenis

Berdasarkan riset dari US National Institute of Health, ketika anak memasuki usia 1-3 tahun dianjurkan agar konsumsi vitamin C untuk anak sebanyak 15 mg/hari. Lebih lanjut, ketika anak memasuki usia 4-5 tahun, jumlah ini meningkat menjadi 25 mg/hari. Penuhi kebutuhan vitamin C untuk anak dengan makanan sehat seperti jeruk, apel, melon, lemon, dan lain sebagainya.

Berapa Banyak Vitamin C untuk Anak?

Vitamin C untuk anak juga diperlukan dosis agar sesuai dengan kebutuhan si Kecil. Untuk anak di usia 1 hingga 3 tahun umumnya memerlukan vitamin C untuk anak sebanyak 15 miligram setiap hari, sementara anak di usia 4 sampai 8 tahun perlu vitamin C untuk anak sekitar 25 miligram setiap hari.

Nilai harian atau Daily Value (DV) yang dikembangkan Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, merekomendasikan anak-anak berusia di atas 4 tahun mendapatkan 60 mg vitamin C. Pada 2020, kebutuhan ini meningkat menjadi 90 mg. Untuk mengetahui dosis harian yang tepat dari makanan, Ibu bisa berkonsultasi dengan ahli gizi. 

Sumber vitamin C untuk anak sendiri bisa didapatkan di banyak makanan sehingga deisiensi vitamin C sangat jarang terjadi. Namun, anak-anak yang sangat pemilih saat makan atau kurang makan buah dan sayuran mungkin tidak mendapatkan cukup vitamin C. Agar Si Kecil bisa mendapatkan asupan vitamin C yang cukup setiap hari, pastikan ibu memberinya makan berbagai macam buah dan sayuran berwarna setiap hari.

Sumber Vitamin C untuk Anak

Vitamin C untuk anak banyak ditemukan di dalam buah-buahan dan sayuran sehingga cukup mudah untuk Ibu mencari sumber vitamin C untuk si Kecil. Berikut ini daftar beberapa makanan sumber vitamin C untuk anak.

Kiwi

Di dalam 70 gram buah kiwi disebutkan terkandung setidaknya 65 mg vitamin C. elain itu, buah yang memiliki rasa manis dan asam ini juga mengandung vitamin E, magnesium, protein, kalsium, dan asam folat. Dengan rutin mengonsumsi buah kiwi, sumber vitamin C untuk si Kecil bisa terpenuhi dan menghindarkan dari gangguan pernapasan (misalnya infeksi saluran pernapasan dan asma) dan gangguan pencernaan (misalnya irritable bowel syndrome dan konstipasi).

Jambu Biji

Sumber vitamin C untuk anak selanjutnya yang bisa Ibu berikan adalah dari buah jambu biji, bahkan buah ini disebut punya kandungan vitamin C lebih banyak daripada jeruk. Jambu biji sebagai sumber vitamin C untuk anak mengandun setidaknya 125 mg vitamin C, sementrara jeruk mengandung sekitar 70 mg vitamin C. Selain vitamin C, jambu biji juga mengandung antioksidan, kalium, serat, zinc, vitamin A, vitamin B12, dan asam folat yang baik untuk kesehatan anak.

Pisang

Disebutkan bahwa dalam 100 gram buah pisang, terkandung setidaknya 9 mg vitamin C untuk anak. Selain sebagai sumber vitamin C untuk anak, buah pisang juga merupakan sumber serat, kalium, vitamin B6, dan antioksidan yang baik untuk melawan radikal bebas.

Pepaya

Selain dipercaya bisa mengatasi masalah sembelit, pepaya juga ternyata bisa menjadi sumber vitamin C untuk anak, Bu. Dalam 100 g buah pepaya, terkandung sekitar 65 mg vitamin C. Selain itu, pepaya juga mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata anak.

Stroberi

Buah dengan nama latin Fragaria ananassa ini adalah sumber vitamin C untuk anak yang baik karena dalam 150 g stroberi terkandung sekitar 90 mg vitamin C. Buah ini juga baik untuk menjaga kesehatan jantung, mengontrol kadar gula darah, serta menurunkan risiko terjadinya penyakit kanker. Akan tetapi, tidak semua anak dapat mengonsumsi stroberi, karena buah ini bisa menyebabkan reaksi alergi.

Bayam

Bayam merupakan salah satu sayuran yang bisa menjadi sumber vitamin C untuk anak. Dalam 100 g bayam, terkandung setidaknya 30 mg vitamin C. Selain itu, rutin mengonsumsi sayur bayam dapat menjaga kesehatan mata, menurunkan risiko munculnya kanker, serta menurunkan tekanan darah tinggi. Bayam pun rendah karbohidrat dan seratnya tidak larut, sehingga baik untuk pencernaan anak.

Brokoli

Selain bayam, brokoli juga bisa menjadi sumber vitamin C untuk anak. Dalam 100 gram sayuran brokoli terkandung setidaknya 90 mg vitamin C. Selain vitamin C, sayuran ini juga mengandung vitamin A dan K, asam folat, protein, lemak, fosfor, dan kalium.

Nah Bu, betapa pentingnya vitamin C bagi pertumbuhan dan kesehatan balita tersayang. Jadi, jangan lupa memastikan menunya hari ini sudah dilengkapi dengan makanan kaya vitamin tersebut. Balita sehat, Ibu juga senang, kan?