Whatsapp Share Like
Simpan

Zat besi merupakan salah satu jenis mineral yang penting untuk bayi. Mengapa? Sebab mineral ini berpengaruh besar terhadap proses tumbuh kembangnya. Bayi berusia 7-11 bulan disarankan untuk mengonsumsi zat besi sebanyak 7-11 mg per hari. Oleh karena itu, MPASI bayi sebaiknya selalu terdiri dari makanan yang mengandung zat besi. Sumber zat besi sendiri cukup banyak, Bu, diantaranya adalah sebagai berikut:

Daging Tanpa Lemak

Daging adalah sumber makanan yang kaya akan kandungan zat besinya lho, Bu. Beberapa jenis daging yang mengandung zat besi antara lain sapi, kambing, ayam, kalkun, dan bebek. Ibu bisa memberikannya secara bervariasi untuk MPASI bayi.

Hal yang penting untuk diingat adalah pastikan Ibu memilih daging yang sedikit mungkin mengandung lemak, karena lemak ini kurang baik untuk kesehatan bayi. Selain itu, olahlah daging hingga menjadi empuk dan lembut supaya mudah untuk dikunyah oleh bayi yang belum memiliki banyak gigi.

Hati Sapi atau Ayam

Selain dari dagingnya, hati sapi dan ayam juga merupakan sumber zat besi yang baik dikonsumsi oleh bayi. Selain teksturnya yang lembut, hati juga memiliki rasa yang enak sehingga dapat meningkatkan nafsu makan bayi.

Meski bergizi, tapi pemberian hati juga tidak boleh terlalu sering ya, Bu. Ini karena hati mengandung performed vitamin A yang dapat menyebabkan hipervitaminosis A jika dikonsumsi berlebihan. Kelebihan vitamin ini bisa meningkatkan risiko patah tulang. Hati juga merupakan organ penyaring racun di dalam sistem pencernaan hewan sehingga sangat rentan tercemar zat kimia, pestisida, maupun racun lainnya.

Artikel Sejenis

Telur

Tak hanya kaya akan kandungan protein, telur ternyata juga sumber makanan yang mengandung zat besi. Memberikan kuning telur pada bayi akan membantu mencukupi kebutuhan zat besi hariannya. Rasanya yang lembut dan gurih akan membuat MPASI bayi menjadi nikmat. Namun bagi bayi yang memiliki alergi perlu diawasi pemberiannya ya, Bu. Tunda dulu untuk memberikannya hingga ia berusia 1 tahun di mana tingkat alergi biasanya sudah mulai menurun.

Ikan Tuna dan Seafood

Ikan tuna dan seafood tertentu seperti kerang dan udang juga bisa memberikan asupan zat besi pada bayi. Bahkan kandungannya cukup banyak lho, Bu. Di dalam 3 ons tuna terkandung 1 mg zat besi, pada 4 ons kerang 3 mg, sementara 4 ons udang 2 mg. Pemberian seafood ini juga harus hati-hati, sebab sangat rentan menyebabkan alergi pada bayi.

Sayuran Berdaun Hijau

Sayuran berdaun hijau umumnya mengandung zat besi yang tinggi dan sangat baik untuk dikonsumsi oleh bayi. Beberapa pilihan sayuran hijau yang kaya akan jenis mineral ini antara lain, bayam, brokoli, sawi, kale, dan keciwis. Membiasakan bayi mengkonsumsi sayuran sejak dini memang sangat baik, Bu, karena manfaatnya memang sangat banyak bagi tumbuh kembangnya.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan biasanya dikenal akan kandungan vitamin E nya. Namun beberapa kacang-kacangan juga masuk ke dalam jenis makanan yang mengandung zat besi. Contohnya saja kacang merah, kacang kedelai, dan kacang polong. Ketiganya baik untuk dikonsumsi oleh bayi sekaligus memiliki rasa yang enak dan tekstur yang empuk, sehingga memudahkan bayi untuk mengunyahnya.

Tempe dan Tahu

Memiliki bahan dasar kacang kedelai sudah tentu tempe dan tahu juga termasuk ke dalam sumber makanan yang mengandung zat besi ya, Bu. Protein yang murah meriah ini memang sudah dikenal akan kandungan gizinya yang baik bagi tubuh, termasuk untuk bayi. Mengolahnya pun sangat mudah. Bisa dikukus atau dimasak kuah sehingga memberikan rasa yang enak pada MPASI bayi.

Sereal yang Telah Difortifikasi Zat Besi

Ibu juga bisa memberikan bayi MPASI yang terbuat dari sereal, lho. Namun pastikan Ibu memilih sereal yang telah difortifikasi zat besi, seperti oatmeal. Sumber karbohidrat kompleks ini bisa diberikan bersama sumber protein dan nutrisi lainnya agar semakin melengkapi kebutuhan gizi bayi.

Manfaat Zat Besi

Zat besi erat kaitannya dengan jumlah pasokan darah di dalam tubuh. Di samping itu, zat besi masih memiliki beberapa fungsi seperti:

  • Membentuk hemoglobin. Merupakan fungsi utama dari zat besi, dimana hemoglobin merupakan bagian penting dari sel darah merah yang berperan dalam pengedaran oksigen ke seluruh bagian tubuh. Saat zat besi kurang tercukupi, maka tubuh pun akan kekurangan oksigen dan bisa mengakibatkan rasa lemas.
  • Meningkatkan kerja otot. Zat besi merupakan salah satu bagian penting dari protein yang sangat berperan dalam meningkatkan kesehatan dan kerja otot. Saat oksigen yang diedarkan ke jaringan otot kurang mencukupi, maka elastisitas dan gaya otot akan berkurang.
  • Meningkatkan kinerja otak. Agar dapat bekerja dengan baik, otak akan membutuhkan kadar oksigen sebanyak 20% yang artinya sangat membutuhkan zat besi untuk memperlancar aliran darah ke otak. Bila pasokan oksigen di dalam otak tercukupi, kinerja otak pun akan meningkat dan sekaligus dapat menstimulasi kemampuan kognitif di dalam otak.
  • Meningkatkan kualitas tidur. Zat besi akan menjaga pembentukan sel darah merah supaya berjalan dengan lancar. Jika kebutuhan sel darah merah tercukupi, bayi akan terhindar dari tekanan darah rendah yang bisa menyebabkan sulit tidur dengan nyenyak. Dengan begitu, kualitas tidurnya pun dapat meningkat.
  • Memperkuat daya tahan tubuh. Mencukupi kebutuhan zat besi anak turut membantu tubuhnya lebih sehat, karena mineral ini berfungsi memperkuat daya tahan tubuh. Oksigen yang diedarkan oleh hemoglobin juga bisa mempercepat proses penyembuhan.

Selalu berikan makanan yang mengandung zat besi di atas agar tumbuh kembang bayi berjalan optimal ya, Bu. Bila bayi menunjukkan reaksi alergi setelah mengkonsumsi makanan di atas, segera konsultasikan pada dokter, ya. Selain zat besi, tambahkan juga asupan nutrisi lainnya seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Semoga informasi ini bermanfaat.

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Namun untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu, ya.

Sumber:

OramiParenting, PopMama