Share Like
Simpan

Wah, akhir-akhir ini beberapa Ibu yang tinggal di sekitar rumah saya lagi senang datang ke rumah dan mengobrol soal merawat si Kecil. Nah, salah satu dari mereka tiba-tiba bertanya tentang makanan padat pertama yang seperti apa yang sebaiknya diberikan terlebih dahulu. Lalu, saya cerita deh soal pengalaman saya dulu.

Sewaktu memperkenalkan si Kecil  yang berusia enam bulan kepada makanan pendamping ASI (MPASI) dulu , saya mencoba membuat puree atau variasi bubur dengan bahan utama buah atau sayuran (kali ini saya menggunakan apel dan ubi) yang diproses dengan blender hingga lembut . Nah, karena ia belum terbiasa merasakan makanan lain selain ASI, sebaiknya perkenalkan satu persatu dan beri ia waktu untuk mengenali rasa serta teksturnya ya, Bu.  Mengapa apel dan ubi? Buah apel  termasuk salah satu buah yang mudah di cerna dan memiliki risiko menimbulkan alergi yang sangat kecil. Sementara itu, saya memilih ubi dengan pertimbangan rasanya yang cukup manis namun rasanya lebih lembut dibandingkan puree sayuran yang lain. Agar rasa dari apel dan ubi yang ia konsumsi tidak terlalu asing, saya tetap mencampurkan sedikit ASI ke dalam bahan-bahannya. Nah, cara membuatnya seperti ini, Bu:

Puree Ubi

Bahan-bahan:

  • 3 buah ubi berukuran sedang
  • 3 sdm ASI

Cara membuat:

  1. Siapkan dandang dan panaskan.
  2. Kukus ubi kurang lebih selama satu jam atau sampai ubi benar-benar lembut. Setelah itu, angkat dan dinginkan ubi selama kurang lebih setengah jam atau hingga cukup dingin untuk dipegang.
  3. Kupas kulit ubi kemudian potong ubi menjadi empat sampai enam bagian agar mudah terpotong pada blender atau food processor . Tambahkan 3 sdm ASI secara bertahap agar ASI tercampur dengan baik. 
  4. Setelah jadi, bekukan puree ubi tersebut ke dalam cetakan es batu agar lebih mudah disimpan. Biasanya satu kotak es batu setara dengan 2 sdm puree. Sebelum menyajikan kepada si Kecil, ambillah satu balok es kemudian t aruh puree beku  di luar dengan suhu ruangan dan tunggu hingga mencair. Jika ia masih belum terlalu familiar dengan makanan padat, berikan ia satu porsi seukuran satu balok terlebih dahulu. Saat ia mulai terbiasa, tambahkan porsi tesebut menjadi dua balok, ya. 

Puree Apel

Bahan-bahan:

  • 3 buah apel
  • 1 sdm ASI

Cara membuat:

  1. Kupas apel lalu buang bijinya kemudian potong menjadi seukuran dadu.
  2. Panaskan kukusan, kemudian kukus apel selama kurang lebih 12 menit atau hingga apel benar-benar lembut. Setelah itu, angkat apel dan dinginkan sejenak. 
  3. (Tips: semakin matang buah apel, maka Ibu tidak perlu mengukusnya terlalu lama).
  4. Jika apel sudah cukup dingin, masukkan ke dalam blender atau food processor dan tunggu hingga apel menjadi benar-benar halus. 
  5. Sambil menunggu hingga apel menjadi halus, tambahkan 1 sdm ASI.
  6. Setelah halus, Ibu bisa menyimpan puree tersebut ke dalam freezer dengan cara membagi apel puree ke dalam cetakan es batu.  Berikan si Kecil satu porsi sebanyak satu kotak. 

Bu, sebelum memberikannya makanan pendamping ASI, Ibu harus memperhatikan beberapa hal berikut menyangkut dengan kesiapan si Kecil terhadap MPASI, yaitu:

  • Ketika si Kecil sudah memasuki usia enam bulan namun masih merasa lapar walau sudah diberi ASI, perkenalkan ia kepada MPASI di sela-sela waktu menyusui. 
  • Saat si Kecil menunjukkan ketertarikan pada makanan yang Ibu makan, mungkin sudah saatnya Ibu memperkenalkan makanan pendamping ASI kepadanya.
  • Apabila si Kecil mudah terbangun di malam hari dan menolak diberikan ASI,  bisa jadi itu artinya kebutuhan makannya sudah mulai bertambah.

Waktu si Kecil diperkenalkan kepada mpasi pertama kali, ia sempat menolak karena tekstur dan rasanya yang cukup asing. Tapi, lama kelamaan setelah mengenali tekstur dari puree, ia justru jadi ketagihan. Di satu sisi, saya jadi lega melihat ia sudah mulai membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan pendamping ASI. Di sisi lain, saya juga merasa bangga karena bisa memberikannya ASI selama enam bulan, Bu . Mengapa saya bangga? Karena, menurut WHO, pemberian ASI selama enam bulan dapat melindungi si Kecil dari terkena infeksi saluran pencernaan. Dengan begitu, saya menjadi salah satu Ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif untuk si Kecil. 

Dengan memberikannya kebutuhan nutrisi yang tepat, maka perkembangannya pun akan semakin optimal. Selamat mencoba, Bu!