Whatsapp Share Like Simpan

Sejak kecil, anak sudah harus diajari untuk bersosialisasi. Kemampuan ini penting untuk dikuasai oleh anak supaya ia bisa mengenali dan mengelola emosi, memiliki rasa empati, dan mampu bergaul dengan anak-anak lainnya. Tak hanya itu, bersosialisasi dengan teman yang sebaya memiliki berbagai manfaat bagi anak. Diantaranya adalah untuk perkembangan sosial-emosional, fisik, dan berpikir.

Namun bagaimana dengan kondisi saat ini yang mengharuskan anak untuk berada di rumah saja? Tentunya ini akan sangat berpengaruh terhadap cara Ibu mengajarkannya kemampuan sosialisasi. Berikut ada beberapa cara yang bisa Ibu coba terapkan agar anak tetap bisa mengembangkan kemampuan sosialnya selama berada di rumah aja:

Berbicara pada Anak Secara Sadar

Kemampuan bersosialisasi anak perlu untuk dilatih. Hal ini bisa dimulai dengan cara Ibu berbicara pada anak, yaitu berbicara secara sadar. Maksudnya adalah saat anak mengajak Ibu berbicara, berikan ia pertanyaan secara terbuka untuk membuat percakapan tersebut mengarah ke banyak topik. Sambil bercakap-cakap, berikan penekanan menggunakan bahasa tubuh. Manfaatkan kesempatan ini untuk melatih keterampilan bersosialisasi anak, seperti sopan santun, kontak mata, ketidaksetujuan secara sopan, dan mendengarkan dengan baik.

Lakukan Panggilan Video Bersama Keluarga

Susah untuk bertemu dengan keluarga besar tentu akan membuat rasa rindu yang begitu besar ya, Bu. Untuk sementara hilangkan rasa kangen tersebut dengan melakukan panggilan video saja. Tidak hanya dengan satu orang, Ibu bahkan bisa berkomunikasi secara video langsung dengan beberapa orang menggunakan suatu aplikasi. Ajak anak untuk ikut serta dan biarkan momen ini menjadi kesempatan yang pas agar anak bisa mengenal dan merespon emosi dari orang lain.

Ciptakan Permainan Bersama Keluarga

Di dalam bersosialisasi, anak juga perlu diajari untuk memiliki sikap sportif. Ibu bisa mengajarkannya dengan menciptakan permainan bersama keluarga di mana sudah ada beberapa peraturan. Semua anggota keluarga harus mematuhi peraturan tersebut, bermain hingga selesai, memberi selamat kepada pemenangnya, dan tidak boleh mengkritik orang lain.

Artikel Sejenis

Playdate Secara Online

Sebelumnya Ibu bisa bebas mengajak anak bermain bersama alias playdate dengan teman atau saudara. Namun dikarenakan sekarang tidak bisa playdate secara langsung, maka Ibu bisa menggantinya secara online. Buatlah janji untuk melakukan video call dan bebaskan anak untuk bermain bersama dengan temannya.

Ajari Cara Bekerjasama Dalam Tim

Pada suatu waktu anak akan terlibat di dalam sebuah kerjasama tim. Untuk itu anak perlu dilatih untuk bekerjasama dengan orang lain sejak dini. Mulailah dari keluarga terlebih dahulu. Ajak anak untuk berbagi tugas bersama anggota keluarga lainnya. Dengan cara ini, anak akan belajar berempati untuk menghargai dan mendengarkan orang lain. Anak juga dapat belajar untuk berbicara yang baik dan saling bekerja sama dengan banyak orang untuk satu tujuan.

Baca juga: Mengetahui Tahapan Perkembangan Sosial Anak Usia 1-3 Tahun

Belajar Mengidentifikasi Perasaan & Pikiran Orang Lain

Dalam bersosialisasi, anak perlu belajar untuk mengidentifikasi perasaan dan pikiran orang lain untuk menciptakan empati di dalam diri anak. Rasa empati penting untuk dimiliki anak agar ia tidak menjadi pribadi yang egois. Bagaimana cara untuk bisa menanamkan empati pada anak? Yaitu dengan menonton film bersama. Contoh film yang tepat untuk menunjukkan perasaan dan emosi diantaranya adalah The Incredibles, Inside Out, dan The Good Dinosaur. Selama menonton film tersebut, jelaskan padanya tentang emosi dan perasaan yang dialami oleh para karakter di dalamnya beserta alasan yang menyertainya.

Ajak Anak Bermain Peran

Untuk menghalau rasa bosan karena harus berada di rumah saja, ajak anak bermain peran yuk, Bu. Selain seru, permainan ini juga bisa mengajarkannya cara bersosialisasi. Minta ia untuk berpura-pura menjadi suatu karakter tertentu, misalnya Spongebob, sedangkan Ibu menjadi Patrick. Pancing ia dengan pertanyaan, seperti, Kalau tidak sengaja menyakiti teman, apa yang harus kamu katakan padanya?”. Melalui pertanyaan-pertanyaan seperti ini, anak akan belajar tentang bagaimana cara bersikap dan menghormati orang lain ketika ia sedang bersosialisasi.

Membacakan Dongeng

Begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh anak saat Ibu membacakan atau menceritakan dongeng padanya. Salah satunya adalah dapat melatih anak belajar berpendapat dan mendengar. Saat Ibu bercerita, anak tentu akan dilatih untuk mendengarkan ucapan Ibu. Sembari bercerita, sisipkan pertanyaan berupa masalah yang dialami oleh karakter yang ada di dalam dongeng yang Ibu bacakan. Tanyakan bagaimana solusi yang bisa dilakukan terhadap masalah tersebut. Dari sini anak akan dilatih untuk berpikir dan mengatasi sebuah masalah.

Saling Bercerita Tentang Kegiatan yang Dilakukan

Luangkanlah waktu sejenak untuk saling bercerita tentang kegiatan yang dilakukan selama sehari. Cara ini diperlukan bagi Ibu untuk memantau sudah sejauh mana perkembangan yang dimiliki oleh anak. Mulailah dari Ibu yang menceritakan keseharian Ibu, lalu minta ia untuk melakukan hal yang sama.

Saat anak bercerita, cobalah untuk mendengarkan setiap perkataannya, karena anak dapat terlatih untuk belajar mengelola emosi dan mengungkapkan perasaannya. Namun hindarilah mendorong ia berpikir terlalu keras karena bisa menyebabkan emosinya melonjak.

Temu Kangen dengan Teman Secara Virtual

Anak-anak yang sudah bersekolah pasti akan merasa kangen dengan teman-temannya karena sudah lama tidak bisa bersekolah dan bertemu dengan mereka. Manfaatkanlah teknologi canggih saat ini untuk mempertemukan anak dengan teman-temannya secara virtual, Bu. Meski hanya bisa melalui gadget, tapi dengan cara ini anak dapat meluapkan emosinya, bisa berupa rasa senang, sedih, maupun terharu. Selain itu, anak juga dapat belajar untuk melakukan kontak mata dengan lawan bicara, menunjukkan bahasa tubuh saat mendengarkan, dan menunggu giliran untuk berbicara.

Kemampuan bersosialisasi penting untuk diajarkan sejak dini agar anak dapat lebih peka terhadap kehidupan sosial dan tidak memiliki kepribadian yang tertutup. Cobalah terapkan beberapa cara di atas selama harus berada di rumah saja ya, Bu, supaya keterampilan sosial anak tetap terasah dengan baik.

Untuk Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh ahlinya. Untuk bisa mengakses laman tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Sumber:

Fimela, Tirto