Whatsapp Share Like Simpan

Anak-anak masih sangat rentan mengalami gangguan sistem pencernaan yang dapat mengganggu kesehatan tubuhnya. Ibu perlu menjaga kesehatan saluran pencernaan si Kecil karena kesehatan saluran pencernaan akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang secara keseluruhan.

Namun sayangnya, sampai saat ini gangguan sistem pencernaan pada anak kerap muncul karena berbagai faktor, mulai dari pola makan yang salah, infeksi, keracunan makanan, gaya hidup tidak sehat, dan lain sebagainya.

Meskipun gangguan sistem pencernaan terlihat wajar dialami oleh anak-anak, khususnya anak usia 4 – 6 tahun, tetapi Ibu tidak bisa membiarkan kondisi ini secara terus menerus. Sebab, gangguan sistem pencernaan yang tidak diatasi dengan cepat akan meningkatkan risiko komplikasi yang lebih berbahaya dan mengganggu tumbuh kembangnya menjadi tidak prima. Namun, Ibu tidak perlu khawatir karena di artikel ini akan dijelaskan mengenai penyebab dan cara mengatasi gangguan sistem pencernaan pada anak. Yuk, kita simak penjelasannya di bawah ini.

Gangguan Sistem Pencernaan yang Biasa Dialami Anak

Berikut ini beberapa gangguan sistem pencernaan pada anak yang perlu Ibu ketahui:

  1. Perut Kembung

    Perut kembung pada anak bisa terlihat dari beberapa tanda, mulai dari kondisi perutnya yang menjadi keras, sering bersendawa, rewel, dan sering kentut. Gangguan sistem pencernaan ini bisa disebabkan oleh cara makan dan minum si Kecil yang terlalu cepat atau pelan, minum susu dari botol dot yang banyak gelembung udaranya, kebiasaan mengisap botol dot kosong, serta terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gas, seperti brokoli, ubi, bawang, atau kol. Namun tak sedikit pula anak-anak yang mengalami perut kembung karena refluks asam lambung.

    Artikel Sejenis

    Untuk mengatasi perut kembung pada anak, sebaiknya Ibu hindari dulu memberikan makanan yang mengandung gas, minuman bersoda, biasakan si Kecil untuk mengunyah secara perlahan, perbanyak minum air putih, dan berikan kompres hangat.

  2. Diare

    Diare merupakan gangguan sistem pencernaan yang paling umum dialami oleh anak-anak. Sebagian besar diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus dan infeksi bakteri akibat kebersihan dan sanitasi di lingkungan sekitar yang buruk. Namun, tak sedikit pula diare disebabkan oleh alergi, keracunan makanan, gangguan penyerapan makanan, dan efek samping obat.

    Diare biasanya ditandai dengan feses yang cair atau encer, serta frekuensi BAB lebih sering dibandingkan biasanya. Meski terlihat umum, tetapi diare yang berkepanjangan justru akan menyebabkan dehidrasi yang lebih berbahaya.

    Oleh karena itu, Ibu perlu menambah asupan cairan pengganti saat si Kecil mengalami diare, seperti air putih dan cairan rehidrasi atau oralit. Namun, apabila si Kecil mengalami diare yang disertai dengan gejala lain, seperti wajah pucat, badannya sangat lemas, frekuensi diare lebih dari 4 kali dalam sehari, diare berlangsung selama beberapa hari, dan muntah, segeralah bawa si Kecil ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih baik.

  3. Sembelit atau Konstipasi

    Sembelit juga termasuk gangguan sistem pencernaan yang sering dialami oleh anak-anak. Anak dikatakan mengalami sembelit jika frekuensi BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu, terlihat harus mengejan atau berusaha keras untuk mengeluarkan feses, fesesnya tampak keras, kering, dan kecil-kecil.

    Biasanya sembelit pada anak disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya kurang asupan serat, kurang minum air putih, jarang bergerak, dan efek samping obat-obatan tertentu. 

    Untuk mengatasi gangguan sistem pencernaan ini, sebaiknya Ibu memberikan si Kecil asupan serat yang cukup, memenuhi kebutuhan cairan, mendorong si Kecil melakukan aktivitas fisik, dan membiasakan jadwal makan.

    Perlu Ibu ketahui, serat dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO 3+ itu sekitar 2 gram per saji. Artinya, jika Ibu memberikan susu Frisian Flag PRIMAGRO 3+ 3 gelas sehari, maka Ibu sudah mencukupi hampir 50% kebutuhan serat harian anak.

  4. GERD (Refluks asam lambung)

    Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga ternyata bisa mengalami gangguan sistem pencernaan seperti refluks asam lambung atau GERD lho, Bu. Biasanya refluks asam lambung pada anak dapat terlihat dari beberapa gejala, seperti mual dan muntah saat makan, sulit menelan, sakit perut setelah makan, susah tidur, hingga rewel berkepanjangan. GERD mungkin menyerupai gejala gangguan sistem pencernaan lain, sehingga Ibu sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk mendiagnosis penyakitnya.

  5. Gastritis atau radang lambung

    Gastritis merupakan gangguan sistem pencernaan yang terjadi akibat adanya peradangan dan iritasi yang mengakibatkan pengikisan lapisan dinding lambung. Umumnya anak-anak yang mengalami gangguan sistem pencernaan ini akan mengalami mual, munta, dan sakit perut di daerah atas pusar.

    Radang lambung juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri yang bernama Helicobacter pylori yang bisa hidup di bawah selaput lendir lambung. Selain menyebabkan radang lambung, bakteri tersebut bisa menyebabkan tukak lambung dan susu dua belas jari, bahkan pada kasus gangguan sistem pencernaan yang lebih parah akan meningkatkan risiko kanker lambung.

    Ibu perlu tahu bahwa ada beberapa gejala radang lambung yang perlu diwaspadai, seperti kesulitan bernapas, mual dan muntah, sakit kepala, rasa tidak nyaman di bagian perut atas, serta fesesnya berwarna hitam bercampur darah. 

    Untuk mengobati radang lambung, sebaiknya Ibu langsung memeriksakan si Kecil ke dokter. Dengan begitu, dokter akan langsung memberikan obat yang tepat untuk mencegah kambuhnya gastritis pada anak.

  6. Keracunan makanan

    Gangguan sistem pencernaan yang perlu Ibu waspadai selanjutnya yaitu keracunan makanan. Keracunan makanan lebih sering dialami oleh anak yang berusia di bawah 5 tahun. Hal ini dikarenakan saluran pencernaan dan sistem imun tubuhnya belum berfungsi optimal dan sempurna.

    Gangguan sistem pencernaan ini biasanya disebabkan oleh kuman yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh si Kecil. Bakteri yang sering menjadi penyebab keracunan makanan adalah E. Coli, Salmonella, dan Listeria.

    Meskipun terlihat berbahaya, tetapi Ibu tidak perlu khawatir karena ada beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan, di antaranya perbanyak minum air putih, menyajikan makanan dalam porsi yang kecil, memastikan si Kecil cukup istirahat, dan hindari memberikan obat diare yang sembarangan.

    Untuk mencegah keracunan makanan, sebaiknya Ibu memastikan makanan yang diberikan kepada si Kecil dalam kondisi baik, serta pengolahan makanannya pun harus tepat agar lebih mudah dicerna oleh saluran pencernaan si Kecil.

Seperti yang Ibu ketahui, gangguan sistem pencernaan bisa diatasi sesuai dengan penyebab dan gejala yang dialami si Kecil. Jadi, pastikan Ibu mengetahui penyebab dan gejalanya terlebih dahulu sebelum melakukan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, pastikan Ibu untuk selalu menjaga kesehatan saluran pencernaan si Kecil dengan benar agar terhindar dari gangguan sistem pencernaan.

Salah satu pencegahannya dengan memberikan si Kecil asupan nutrisi yang berkualitas. Beberapa nutrisi yang dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh di antaranya 9 Asam Amino Esensial (9AAE), serat, vitamin C, vitamin D3, zinc, zat besi, dan magnesium. 

Ketujuh nutrisi tersebut terkandung dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO 3+ , sehingga susu pertumbuhan ini cukup efektif untuk dijadikan nutrisi tambahan agar daya tahan tubuh dan kesehatan saluran pencernaan si Kecil tetap terjaga.

Tak hanya itu, susu Frisian Flag PRIMAGRO 3+ juga mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembangnya dengan baik. 9AAE ini harus Ibu dapatkan dari sumber protein berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, serta kacang-kacangan dan hasil olahannya. Namun, jumlah 9AAE dalam protein hewani lebih lengkap dibandingkan protein nabati. Itulah sebabnya, protein hewani termasuk zat gizi makro yang paling penting dan dibutuhkan oleh si Kecil. 

Susu Frisian Flag PRIMAGRO 3+ juga diperkaya dengan 8 nutrisi penting yang dapat meningkatkan kreativitas si Kecil, seperti DHA 4x lebih tinggi, omega 3, omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi yang dikombinasikan dengan 9 Asam Amino Esensial (9AAE).