Whatsapp Share Like Simpan

Mungkin Ibu sering melihat anak yang kekurangan atau kelebihan gizi? Kondisi tersebut termasuk penyebab malnutrisi lho, Bu. Di Indonesia, malnutrisi merupakan kondisi yang masih menjadi permasalahan dari tahun ke tahun. Salah satu kondisi malnutrisi yang membutuhkan perhatian adalah stunting pada anak

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menemukan bahwa persentase tingkat stunting di Indonesia mencapai 30,81 persen. Sebenarnya persentase tersebut sudah mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013, namun angka ini masih jauh di bawah standar kasus stunting yang bisa ditoleransi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu paling banyak setidaknya 20 persen saja. 

Untuk itu, penting bagi Ibu memahami apa saja penyebab malnutrisi, agar si Kecil terhindar dari kondisi yang mengganggu tumbuh kembangnya hingga dewasa. Sebelum membahas mengenai tanda dan penyebab malnutrisi, sebaiknya Ibu mengetahui dulu apa itu malnutrisi pada anak.

Apa itu Malnutrisi?

Melansir laman resmi who.int, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa malnutrisi adalah kondisi ketika terjadinya ketidakseimbangan nutrisi dalam tubuh, bisa karena kekurangan nutrisi atau kelebihan nutrisi yang dialami seseorang. Kondisi kekurangan gizi meliputi stunting, berat badan kurang, dan gizi buruk. Sementara, kelebihan nutrisi meliputi berat badan berlebih hingga menyebabkan obesitas. Kondisi malnutrisi bisa menyerang siapapun, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Namun, sebagian besar kasus malnutrisi dialami oleh anak-anak yang berusia di bawah empat tahun. Selain stunting, penyebab malnutrisi juga bisa karena kelebihan gizi yang mengakibatkan si Kecil mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas. 

Apa Penyebab Malnutrisi?

Penyebab malnutrisi dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu karena kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Supaya Ibu lebih paham mengenai penyebab malnutrisi secara lengkap, simak penjelasannya di bawah ini yuk! 

Artikel Sejenis

  • Penyebab malnutrisi: Kurangnya pemahaman orang tua tentang gizi

    Penyebab malnutrisi bisa terjadi karena kurangnya pemahaman orang tua tentang pola makan sehat dan gizi seimbang bagi anak-anak. Bila Ibu tidak mengetahui jenis dan jumlah nutrisi yang dibutuhkan si Kecil, maka asupan yang diberikannya pun tidak akan sesuai batas normal. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk memahami apa saja nutrisi yang wajib dikonsumsi si Kecil, serta jumlah yang dianjurkan sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan kondisi tubuh si Kecil. 

  • Penyebab malnutrisi: Tingkat sosial ekonomi yang rendah

    Biasanya penyebab malnutrisi ini mengakibatkan anak-anak mengalami kekurangan gizi, sehingga ia akan mengalami stunting, berat badan kurang, dan kurus. Hal ini karena jika porsi dan jenis makanannya tidak memenuhi kebutuhan gizi dalam waktu yang lama, si Kecil akan mengalami gizi buruk. 

  • Penyebab malnutrisi: Kebersihan lingkungan yang buruk

    Lingkungan yang tidak bersih juga bisa menjadi penyebab malnutrisi pada anak, khususnya kekurangan gizi. Sebab, lingkungan yang kotor bisa membuat anak terserang berbagai penyakit, sehingga menyebabkan penyerapan gizinya terhambat. 

  • Penyebab malnutrisi: Mengidap penyakit tertentu

    Penyebab malnutrisi juga bisa diakibatkan karena anak mengidap penyakit tertentu, terutama penyakit saluran pencernaan yang membuat tubuh anak sulit mencerna atau menyerap makanan.

  • Penyebab malnutrisi: Konsumsi makanan tidak sehat

    Kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat sejak kecil bisa menjadi penyebab malnutrisi pada anak. Hal ini karena si Kecil akan mengalami kelebihan gizi yang bisa berdampak buruk terhadap kesehatannya. Kondisi ini akan menyebabkan si Kecil mengalami berat badan berlebih hingga obesitas. 

Apa Saja Tanda Anak yang Mengalami Malnutrisi?

Sama seperti penyebab malnutrisi, tanda anak yang mengalami malnutrisi juga dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu tanda anak kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Simak penjelasannya yuk, Bu! 

Tanda Anak Kekurangan Gizi

  1. Stunting

    Stunting biasanya terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Stunting ditandai dengan tinggi badan anak tidak normal atau tidak setara seperti anak seusianya yang akan berdampak hingga ia dewasa. Kondisi ini akan memengaruhi pertumbuhan anak hingga jangka panjang. Bukan hanya berpengaruh terhadap tinggi badan, stunting juga akan menganggu fungsi otak, metabolisme tubuh, dan gangguan kesehatan lainnya. Stunting bisa dicegah sedini mungkin jika asupan nutrisi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral terpenuhi sejak masa kehamilan dan pertumbuhan anak. 

  2. Berat badan kurang (Underweight)

    Seperti yang telah disebutkan, salah satu penyebab malnutrisi yaitu anak mengalami kekurangan gizi. Kondisi ini yang mengakibatkan berat badan anak kurang (underweight). Artinya, berat badan anak tidak setara dengan berat badan normal anak seusianya. Berat badan kurang juga bisa ditandai dengan adanya ketidakseimbangan antara berat badan dan tinggi badan anak. Banyak ahli yang menyebut kondisi ini susah diketahui secara pasti jika tidak ditangani oleh dokter. 

Tanda Anak Kelebihan Gizi

  1. Berat badan berlebih (Overweight)

    Selain kekurangan gizi, kelebihan gizi juga termasuk penyebab malnutrisi pada anak. Kondisi ini ditandai dengan bobot badan anak yang melebihi tinggi badannya. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kemungkinan si Kecil akan mengalami obesitas. 

  2. Obesitas

    Obesitas merupakan kondisi yang sudah lebih parah dibandingkan berat badan berlebih (overweight). Anak yang mengalami obesitas memiliki kelebihan nutrisi yang sangat tinggi dibandingkan dengan rentang normal anak seusianya. 

    Jika si Kecil mengalami tanda-tanda malnutrisi di atas, sebaiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang lebih baik. 

Bagaimana Mencegah Malnutrisi?

Melakukan pencegahan akan lebih baik dibandingkan dengan melakukan pengobatan. Oleh karena itu, sebaiknya Ibu mencegah malnutrisi pada si Kecil agar tumbuh kembangnya optimal. Salah satu pencegahan yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan si Kecil asupan 9 asam amino esensial (9AAE) secara lengkap. 9 asam amino esensial (9AAE) merupakan bentuk sederhana dari protein yang dapat diserap oleh tubuh untuk tumbuh kembang anak. Asupan 9 asam amino esensial (9AAE) sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga memerlukan bantuan dari sumber protein berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. 

Perlu Ibu ketahui bahwa protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Ini karena protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Sementara, 9 asam amino esensial (9AAE) dibutuhkan dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat untuk dapat berfungsi secara optimal. Jika hilang satu jenis 9AAE, maka sisanya tidak akan berfungsi dan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh. 

Selain protein, Ibu juga perlu menyeimbangkan asupan nutrisi lain berupa karbohidrat, lemak, serat, serta berbagai vitamin dan mineral penting bagi tubuh si Kecil. Meskipun semua zat gizi ini penting dikonsumsi, namun asupannya harus disesuaikan dengan kebutuhan si Kecil secara seimbang, tidak kurang dan tidak lebih. Sebab, mengonsumsi zat gizi secara berlebihan pun tidak baik bagi kesehatan si Kecil. 

Supaya tumbuh kembang si Kecil lebih optimal, Ibu bisa memberikan tambahan nutrisi berupa susu pertumbuhan, seperti Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ yang mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) secara lengkap dan 9 nutrisi lain, meliputi minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Kandungan nutrisi dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ sudah ditingkatkan dari sebelumnya demi mendukung potensi tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. 

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz