Whatsapp Share Like Simpan

Makanan tinggi protein perlu Ibu berikan kepada si Kecil dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya. Sebab, makanan ini memiliki banyak manfaat yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Sebenarnya cukup mudah untuk menemukan berbagai jenis makanan tinggi protein, namun sebagian Ibu belum mengetahui pentingnya protein, sehingga banyak anak-anak yang justru kekurangan zat gizi tersebut. Padahal, kekurangan protein bisa menghambat pertumbuhan, fungsi optimal tubuh, si Kecil jadi mudah sakit, dan lain sebagainya. 

Sebelum mengetahui apa saja makanan tinggi protein, Ibu juga perlu memahami pentingnya protein bagi si Kecil. Protein disusun oleh asam amino untuk menjadi suatu kesatuan. Ada 20 jenis asam amino pembentuk protein. Namun, 9 di antaranya merupakan asam amino esensial yang sangat penting dan paling dibutuhkan oleh tubuh. Sebab, tubuh manusia tidak bisa memproduksi sendiri 9 asam amino esensial (9AAE) ini, sehingga memerlukan asupan dari makanan tinggi protein yang berkualitas. Sedangkan, asam amino non esensial dapat disintesis atau dibuat oleh tubuh. Kehadiran 9 asam amino esensial (9AAE) cukup krusial karena tubuh si Kecil tidak dapat menyimpan 9AAE berlebih, sehingga harus dipenuhi secara rutin setiap hari.

Protein memiliki fungsi khas yang tidak bisa digantikan oleh zat gizi lain, yaitu untuk pertumbuhan dan pemeliharaan, untuk pembentukan antibodi guna memerangi infeksi penyakit, luka, dan pembekuan darah, untuk mengangkut zat gizi, serta sebagai sumber energi. Protein terbagi menjadi dua jenis yang dibedakan berdasarkan sumbernya, yaitu protein hewani dan protein nabati. Lantas, apa saja makanan tinggi protein yang wajib dikonsumsi si Kecil? Ketahui daftar makanannya di bawah ini yuk! 

Makanan Tinggi Protein

Sebenarnya ada banyak makanan yang mengandung protein. Namun, sebagian ada yang kandungan proteinnya cukup sedikit. Oleh karena itu, di bawah ini terdapat beberapa makanan tinggi protein berkualitas, di antaranya:

  1. Susu

    Makanan tinggi protein yang pertama adalah susu sapi. Susu termasuk sumber protein hewani yang di dalamnya terkandung 9 asam amino esensial (9AAE) secara lengkap untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. Lantas, bagaimana dengan susu kedelai? Perlu Ibu ketahui, susu kedelai berasal dari kacang kedelai yang direbus dan digiling hingga berubah menjadi sari kedelai. Berbeda dengan susu sapi, susu kedelai tidak mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) secara lengkap. Sebab, kedelai termasuk protein nabati yang di dalamnya terdapat asam amino pembatas. 

    Artikel Sejenis

    Selain itu, produk olahan susu seperti keju dan yogurt juga termasuk makanan tinggi protein yang bisa dikonsumsi oleh si Kecil. Namun, pilihlah jenis yogurt yang tanpa rasa (plain yogurt) agar lebih sehat. Sebab, saat ini banyak produk yogurt yang ditambahkan dengan gula tambahan yang justru berdampak buruk terhadap kesehatan dan pertumbuhan si Kecil jika dikonsumsi secara berlebihan. 

  2. Telur

    Telur termasuk makanan tinggi protein yang paling mudah didapatkan dan diolah menjadi makanan kesukaan si Kecil. Selain sebagai makanan tinggi protein, telur juga kaya akan asam lemak omega 3, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari paparan penyakit berbahaya. 

  3. Ikan

    Ikan termasuk makanan tinggi protein yang dapat dikonsumsi si Kecil. Meskipun begitu, tak semua ikan dapat dikonsumsi secara rutin karena ada beberapa jenis ikan yang memiliki kandungan merkuri cukup tinggi. Oleh karena itu, Ibu perlu cermat dalam memilih jenis ikan untuk dijadikan makanan tinggi protein bagi si Kecil. Beberapa jenis ikan yang bisa Ibu pilih di antaranya ikan salmon, ikan tuna, ikan makarel, ikan nila, ikan kembung, ikan cakalang, dan ikan mas. 

  4. Daging Merah

    Makanan tinggi protein selanjutnya adalah daging merah. Jenis daging merah yang disarankan adalah daging sapi tanpa lemak. Selain protein, di dalamnya diperkaya juga dengan kandungan vitamin B3, B6, B12, zinc, dan zat besi yang bermanfaat untuk memperkuat imun tubuh dan mencukupi jumlah sel darah merah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Makanan tinggi protein ini bisa Ibu olah menjadi berbagai jenis hidangan lezat kesukaan si Kecil. 

    Baca juga: Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 9 Asam Amino Esensial

  5. Daging Putih

    Selain daging merah, daging putih juga termasuk makanan tinggi protein hewani yang perlu dikonsumsi si Kecil. Jenis daging putih seperti dada ayam mengandung protein, vitamin B6, B12, E, zat besi, kalium, zinc, dan kalsium yang penting untuk tumbuh kembang anak. Kandungan lemak di bagian dada ayam juga hanya sedikit, sehingga akan lebih sehat untuk diolah menjadi hidangan lezat bagi si Kecil. 

  6. Kacang-kacangan 

    Berbeda dari daftar makanan tinggi protein hewani sebelumnya, kacang-kacangan termasuk sumber protein nabati. Ada banyak jenis kacang yang bisa Ibu berikan kepada si Kecil, mulai dari kacang almond, kacang kedelai, kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, dan edamame. 

Seperti yang telah disebutkan, 9 asam amino esensial (9AAE) merupakan bentuk sederhana dari protein yang dapat diserap oleh tubuh untuk tumbuh kembang anak. Asupan 9 asam amino esensial (9AAE) ini bisa Ibu dapatkan dalam makanan tinggi protein. Namun, perlu diketahui bahwa protein hewani merupakan jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Ini karena protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. 

Sementara, kebutuhan 9AAE harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal. 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Jika kekurangan satu jenis asam amino esensial, maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian dari J.Nutr yang dipublikasi dalam National Center for Biotechnology Information. Penelitian ini menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen. 

Tak hanya itu, dalam jurnal EBioMedicine yang dipublikasi oleh The Lancet juga menyebutkan bahwa masalah stunting pada anak berkaitan erat dengan kurangnya asupan asam amino esensial dalam tubuh. Penelitian itu menunjukkan pentingnya asupan 9 asam amino esensial (9AAE) sebagai makanan tinggi protein untuk pertumbuhan anak. Oleh karena itu, 9 asam amino esensial (9AAE) termasuk nutrisi penting yang harus dikonsumsi si Kecil dalam jumlah yang lengkap. Sebab, 9 asam amino esensial (9AAE) berfungsi untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sebagai sumber energi, membangun antibodi, serta dapat mengangkut zat gizi pada tubuh si kecil.

Kandungan 9 asam amino esensial (9AAE) bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+, kandungan nutrisi di dalam susu pertumbuhan ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya demi mendukung potensi tumbuh kembang optimal si kecil. Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga diperkaya dengan 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3, serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Hadir dalam tiga varian rasa, vanilla, madu, dan cokelat yang disukai anak-anak.