Whatsapp Share Like Simpan

Ibu pasti sering mendengar pentingnya protein bagi tumbuh kembang anak. Protein memang direkomendasikan agar selalu ada di dalam makanan yang dikonsums oleh si kecil. Makanan yang mengandung protein tinggi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan sumber energi, mendukung sistem kekebalan tubuh, memperbaiki dan memelihara jaringan tubuh, memperkuat tulang, menurunkan tekanan darah, dan lainnya. Sebelum Ibu mengetahui apa saja makanan yang mengandung protein, simak dulu yuk pentingnya protein bagi tubuh. 

Manfaat Protein Bagi Tubuh

Selain sumber gizi yang penting, protein juga memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh, hingga bisa menjangkau sistem hormon dan enzim agar lebih optimal dalam metabolisme. 

Sumber Energi yang Penting

Selain karbohidrat dan lemak, protein juga termasuk sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Saat proses pengolahan makanan untuk membentuk sumber energi, tubuh akan menggunakan karbohidrat dan lemak terlebih dahulu. Sedangkan, protein berperan sebagai cadangan dan akan digunakan saat tubuh membutuhkannya. Sumber energi ini bisa didapatkan dalam makanan yang mengandung protein tinggi. 

Membangun dan Memperbaiki Sel Jaringan Tubuh

Protein dibutuhkan untuk proses pertumbuhan tulang, otot, rambut, darah, dan organ lainnya. Selain itu, kehadiran protein juga diperlukan untuk memelihara dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Oleh karena itu, ada beberapa kondisi di mana setiap orang membutuhkan protein lebih banyak dari biasanya, yakni saat sedang sakit, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Kehadiran protein juga dapat membantu tubuh untuk membentuk antibodi. Nah, antibodi ini berperan penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga terhindar dari infeksi bakteri atau virus. Karenanya, makanan yang mengandung protein tinggi penting dikonsumsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari bakteri atau virus jahat. 

Artikel Sejenis

Mengangkut dan Menyimpan Zat Gizi

Protein pengangkut bertugas untuk mengangkut dan menyimpan berbagai jenis zat gizi yang ada dalam tubuh. Zat gizi yang diangkut ini termasuk vitamin, mineral, gula darah, kolesterol, dan oksigen. Contoh protein pengangkut adalah hemoglobin yang membawa oksigen dari paru-paru menuju jaringan tubuh lainnya. Selain mengangkut zat gizi, ada juga protein yang menyimpan zat gizi seperti ferritin.  Oleh karena itu, makanan yang mengandung protein dibutuhkan oleh tubuh untuk mengangkut dan menyimpan zat gizi. 

Menghasilkan Haemoglobin (Hb)

Haemoglobin (Hb) adalah protein yang berada di dalam sel darah merah. Kadar normal haemoglobin perlu dijaga karena memiliki banyak fungsi bagi kesehatan tubuh. Jika si kecil kekurangan kadar Hb, maka ia akan mengalami kuning pada mata dan kulit, sesak napas, detak jantung tidak teratur, pucat pada gigi dan gusi, serta sering merasa lemah atau lelah. 

Manfaat-manfaat protein di atas sangat dibutuhkan oleh anak-anak di masa pertumbuhannya. Seperti yang Ibu ketahui bahwa di masa pertumbuhannya, si kecil memerlukan sumber nutrisi seimbang agar tumbuh kembangnya optimal. Salah satu caranya dengan memberikan si kecil makanan yang mengandung protein tinggi setiap hari. 

Jenis Makanan yang Mengandung Protein

Ketika si kecil mengonsumsi makanan yang mengandung protein, sistem pencernaannya akan memecah protein menjadi asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh. Asam amino tersebut ada yang diproduksi sendiri oleh tubuh, ada juga yang bisa Ibu dapatkan dalam makanan. Berikut beberapa jenis makanan yang mengandung protein:

Susu

Susu merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang dibutuhkan setiap orang sejak masih anak-anak hingga dewasa. Setelah anak lepas dari ASI Eksklusif, Ibu perlu memilih jenis susu formula yang tepat untuk mendorong pertumbuhan si kecil. Pilihlah susu formula yang mengandung 9 asam amino esensial (9AAE). Asam amino esensial dibutuhkan agar mengoptimalisasi penyerapan nutrisi bagi tumbuh kembang anak. Makanan yang mengandung protein ini bisa Ibu dapatkan dalam susu Frisian Flag agar kebutuhan nutrisi si kecil terpenuhi. 

Selain susu, keju dan yogurt juga termasuk makanan yang mengandung protein yang bisa jadi pilihan Ibu sebagai asupan nutrisi untuk tumbuh kembang anak. Namun, pastikan kembali jumlah dan porsi yang dibutuhkan oleh si kecil ya! 

Telur

Telur termasuk makanan yang mengandung protein hewani dengan kandungan protein murni di bagian putih telurnya. Selain protein, telur juga mengandung lemak, vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang baik untuk perkembangan otak.

Ikan

Sudah jadi rahasia umum bahwa semua jenis ikan termasuk makanan yang mengandung protein tinggi. Tak heran jika ikan seringkali jadi pilihan Ibu sebagai salah satu menu makanan utama anak setiap harinya. Ikan juga mengandung omega-3 dan mineral yang dapat menyehatkan jantung. Ibu bisa memilih ikan jenis apapun sesuai dengan selera si kecil. 

Daging Merah

Si kecil tidak suka ikan dan jenis seafood lainnya? Ibu bisa memberikan daging merah tanpa lemak sebagai sumber makanan yang mengandung protein untuk si kecil. Selain protein, daging merah, khususnya daging sapi tanpa lemak juga merupakan sumber zat besi, vitamin B12, dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan tubuh. 

Daging Putih

Makanan yang mengandung protein tinggi selanjutnya adalah daging putih. Daging putih merupakan daging yang berasal dari unggas dan ikan-ikanan. Salah satu pilihan daging putih terbaik adalah dada ayam karena termasuk makanan yang mengandung protein tinggi. Kandungan protein pada dada ayam lebih tinggi serta lemaknya lebih rendah dibanding bagian lainnya. 

Kacang-kacangan

Kacang termasuk makanan yang mengandung protein nabati yang baik untuk tubuh. Mengonsumsi kacang-kacangan dapat membantu memenuhi kebutuhan protein yang diperlukan untuk membangun otot dan tulang. Protein dalam kacang juga bisa membantu meningkatkan rasa kenyang. 

Selain dari tujuh makanan di atas, ada juga makanan yang mengandung protein lainnya untuk mendukung nutrisi harian, seperti brokoli, jagung, bayam, kembang kol, dan pakcoy.

Jumlah Protein Harian yang Harus Dipenuhi

Meski makanan yang mengandung protein tinggi baik untuk kesehatan anak, namun Ibu tetap harus mengontrol jumlah asupannya agar si kecil tidak kekurangan maupun kelebihan protein. Kekurangan protein dalam tubuh dapat terlihat dari beberapa tanda atau gejala, seperti rentan terkena infeksi, rambut rontok, tubuh lebih lama sembuh saat sakit, hingga bisa malnutrisi. Sementara, kelebihan protein juga tidak baik karena bisa memberikan efek samping terhadap kesehatan. Berikut jumlah asupan protein yang dianjurkan berdasarkan Permenkes No 28 Tahun 2019 Tentang AKG:

  • Anak usia 1 - 3 tahun: 20 gram/hari
  • Anak usia 4 - 6 tahun: 25 gram/hari
  • Anak usia 7 - 9 tahun: 40 gram/hari
  • Anak usia 10 - 12 tahun: 50 - 55 gram/hari
  • Remaja usia 13 - 18 tahun: 60 - 70 gram/hari
  • Orang dewasa dan lansia: 60 - 75 gram/hari 

Untuk mencukupi asupan nutrisi si kecil dari makanan yang mengandung protein, Ibu bisa menghadirkan susu sebagai asupan tambahan di samping makanan utamanya. Susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI bisa menjadi pilihan tepat untuk memenuhi asupan 9 asam amino esensial (9AAE) agar si kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. 

Jika Ibu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan protein harian anak, misalnya karena si kecil tidak suka atau alergi terhadap jenis makanan yang mengandung protein, Ibu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui asupan nutrisi lain yang baik untuk menunjang tumbuh kembangnya.