Whatsapp Share Like Simpan

Ibu pasti sering mendengar pentingnya mengonsumsi makanan yang mengandung protein bagi tumbuh kembang anak. Protein memang direkomendasikan agar selalu ada di dalam makanan yang dikonsumsi oleh si kecil. 

Makanan yang mengandung protein tinggi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan sumber energi, mendukung sistem kekebalan tubuh, memperbaiki dan memelihara jaringan tubuh, memperkuat tulang, menurunkan tekanan darah, dan lainnya. Protein dinilai sebagai salah satu asupan yang bermanfaat, tapi apa itu protein sebenarnya? Mari cari tahu lebih lanjut mengenai seluk beluk protein.

Apa itu protein

Dalam memahami pentingnya makanan yang mengandung protein, alangkah baiknya Ibu juga memahami pengertian dari protein. Berdasarkan pemahaman ilmiah, protein adalah molekul organik yang dibentuk dari kumpulan asam amino yang datang dari berbagai sumber atau bahan makanan. Protein sendiri pertama kali ditemukan oleh ahli kimia Belanda, Geraldus Mulder

Kumpulan asam amino pembentuk protein tersebut terikat secara reaksi kimia alami untuk membentuk struktur 3 dimensi yang berperan penting dalam fungsi tubuh. Protein, bersama dengan karbohidrat dan lemak, termasuk ke dalam kelompok makronutrien (zat gizi makro). Namun berbeda dengan karbohidrat dan lemak, di dalam protein terkandung unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen. 

Untuk namanya sendiri, protein diambil dari kata dalam bahasa yunani yaitu, proteos yang berarti paling utama. Maka dari itu, makanan yang mengandung protein cukup sering disarankan untuk dikonsumsi bagi siapapun. Termasuk untuk anak di masa tumbuh kembangnya. Menjadi salah satu zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh, berikut adalah manfaat yang ditawarkan oleh protein melalui konsumsi makanan yang mengandung protein.

Artikel Sejenis

Manfaat Protein Bagi Tubuh

Selain menjadi sumber gizi yang penting, protein yang didapat dari makanan yang mengandung protein ini juga memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Manfaat tersebut memungkinkan agar tubuh bisa menjangkau sistem hormon dan enzim agar lebih optimal dalam metabolisme yang juga punya pengaruh bagi kesehatan. Selain itu, tanpa kehadiran protein, konsumsi zat gizi lain, seperti minyak ikan, DHA, dan AA tidak akan diserap secara optimal oleh tubuh si Kecil.

Sumber energi yang penting

Tahukah Ibu, bahwa selain karbohidrat dan lemak, protein juga termasuk sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh? Saat tubuh melakukan proses pengolahan makanan untuk membentuk sumber energi, tubuh akan menggunakan karbohidrat dan lemak terlebih dahulu. Sedangkan, protein berperan sebagai cadangan energi dan akan digunakan saat tubuh membutuhkannya. Sumber energi cadangan ini bisa didapatkan oleh tubuh berkat makanan yang mengandung protein tinggi. 

Membangun dan memperbaiki sel jaringan tubuh

Penting bagi si kecil untuk rutin mengonsumsi makanan yang mengandung protein. Pasalnya, protein sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan tulang, otot, rambut, darah, dan organ lainnya yang menjaga tumbuh kembang si kecil jadi optimal. Selain itu, manfaat makanan yang mengandung protein juga diperlukan dalam memelihara dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Oleh karena itu, ada beberapa kondisi di mana setiap orang membutuhkan protein lebih banyak dari biasanya, yakni saat sedang sakit, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Kehadiran protein juga dapat membantu tubuh untuk membentuk antibodi. Antibodi yang dibentuk berkat makanan yang mengandung protein ini berperan penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Sistem imun tubuh yang baik dan kuat membantu si kecil untuk tumbuh dengan lebih sehat dan mengurangi risiko infeksi bakteri atau virus. Oleh karena itu, konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi cukup penting untuk dibiasakan agar meningkatkan kekebalan tubuh dari bakteri atau virus jahat yang mengganggu proses tumbuh kembang anak. 

Mengangkut dan menyimpan zat gizi

Manfaat lainnya yang perlu Ibu ketahui dari protein adalah perannya dalam mengangkut dan menyimpan berbagai jenis zat gizi yang ada dalam tubuh. Zat gizi yang diangkut oleh protein ini meliputi vitamin, mineral, gula darah, kolesterol, dan oksigen. Contoh protein pengangkut adalah hemoglobin yang membawa oksigen dari paru-paru menuju jaringan tubuh lainnya. Dalam melancarkan kinerja tubuh, penting bagi Ibu untuk memperkenalkan makanan tinggi protein kepada si kecil

Selain mengangkut zat gizi, ada juga protein yang menyimpan zat gizi seperti ferritin. Oleh karena itu, makanan yang mengandung protein dibutuhkan oleh tubuh untuk mengangkut dan menyimpan zat gizi. 

Menghasilkan haemoglobin (Hb)

Haemoglobin (Hb) adalah protein yang berada di dalam sel darah merah. Kadar normal haemoglobin perlu dijaga karena memiliki banyak fungsi bagi kesehatan tubuh. Jika si kecil kekurangan kadar Hb, maka ia akan mengalami kuning pada mata dan kulit, sesak napas, detak jantung tidak teratur, pucat pada gigi dan gusi, serta sering merasa lemah atau lelah. Agar anak terhindar dari kondisi tersebut, penting bagi Ibu untuk mulai memperkenalkan makanan berprotein tinggi sedari dini.

Manfaat-manfaat protein di atas sangat dibutuhkan oleh anak-anak di masa pertumbuhannya. Seperti yang Ibu ketahui bahwa di masa pertumbuhannya, si kecil memerlukan sumber nutrisi seimbang agar tumbuh kembangnya optimal. Salah satu caranya dengan memberikan si kecil makanan yang mengandung protein tinggi setiap hari. 

Jenis Makanan yang Mengandung Protein

Jenis makanan yang mengandung protein bisa Ibu dapatkan dari sumber protein hewani dan protein nabati. Untuk mengetahui perbedaan sumber protein hewani dan nabati, berikut ini penjelasannya:

  1. Sumber protein hewani

    Sumber protein hewani bisa Ibu dapatkan dalam susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih. Perlu Ibu ketahui bahwa protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati, terutama di masa tumbuh kembang si Kecil. Sebab, protein hewani memiliki asam amino esensial yang lengkap, di antaranya leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Kebutuhan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) ini harus dipenuhi oleh si Kecil dalam jumlah yang lengkap dan tepat agar tumbuh kembangnya lebih optimal.

  2. Sumber protein nabati

    Meskipun protein hewani memiliki 9AAE yang lengkap, bukan berarti protein nabati tidak penting ya, Bu. Sumber protein nabati, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan hasil olahannya pun perlu dikonsumsi si Kecil. Namun, protein nabati tidak memiliki asam amino esensial yang lengkap. Sumber protein nabati terdapat asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh, sehingga kurang optimal untuk tumbuh kembang si Kecil.

Kedua sumber protein ini harus dipenuhi sesuai dengan batas normal ya, Bu. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kemenkes RI, asupan protein yang dianjurkan untuk anak usia 1-3 tahun yaitu sekitar 20 gram per hari. Berikut beberapa jenis makanan yang mengandung protein:

Susu

Susu merupakan sumber makanan yang mengandung protein berkualitas tinggi dan kerap kali dibutuhkan setiap orang sejak masih anak-anak hingga dewasa. Setelah anak lepas dari ASI Eksklusif, Ibu perlu memilih jenis susu formula yang tepat untuk mendorong pertumbuhan si kecil pastikan susu formula yang dipilih merupakan susu dari sumber hewani karena memiliki asam amino esensial yang lengkap dibandingkan susu dari sumber nabati.

Selain itu pilih juga susu formula yang mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) secara lengkap, seperti susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ yang dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. Ini karena asam amino esensial dibutuhkan agar mengoptimalisasi penyerapan nutrisi bagi tumbuh kembang anak. Makanan yang mengandung protein ini bisa Ibu dapatkan dalam susu Frisian Flag agar kebutuhan nutrisi si kecil terpenuhi.

Olahan susu lainnya seperti keju dan yogurt juga termasuk jadi bagian makanan yang mengandung protein. Keju dan yogrut sebagai makanan yang mengandung protein ini bisa jadi pilihan baik untuk Ibu berikan kepada anak sebagai asupan nutrisi untuk tumbuh kembang optimal. Namun, pastikan kembali jumlah dan porsi yang dibutuhkan oleh si kecil ya!

Telur

Rekomendasi lain dari makanan yang mengandung protein yang baik untuk bisa Ibu pilih adalah telur.Telur termasuk makanan yang mengandung protein hewani dengan kandungan protein murni di bagian putih telurnya. Selain menjadi salah satu makanan yang mengandung protein, telur juga mengandung lemak, vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang baik untuk perkembangan otak. Namun dalam memberikan telur sebagai makanan yang mengandung protein bagi anak, pastikan si kecil tidak punya masalah alergi ya Bu.

Ikan

Sudah jadi rahasia umum bahwa semua jenis ikan termasuk makanan yang mengandung protein tinggi. Oleh karena itu tidak heran jika ikan sebagai rekomendasi makanan tinggi protein ini seringkali jadi pilihan Ibu sebagai salah satu menu makanan utama anak setiap harinya. Ikan juga mengandung omega-3 dan mineral yang dapat menyehatkan jantung. Ibu bisa memilih ikan jenis apapun sesuai dengan selera si kecil. Ikan juga sangat mudah untuk diolah dan dikreasikan. Jadi si kecil tidak mudah bosan dalam menyantap makanan yang mengandung protein tinggi satu ini.

Daging merah

Si kecil tidak suka ikan dan jenis seafood lainnya? Ibu tidak perlu khawatir. Sebagai alternatif, Ibu bisa memberikan daging merah tanpa lemak sebagai sumber makanan yang mengandung protein untuk si kecil. Selain protein, daging merah, khususnya daging sapi tanpa lemak juga merupakan sumber zat besi, vitamin B12, dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan tubuh. Olahan daging merah dalam masakan ini mudah ditemukan di mana saja. Sehingga anak tidak merasa asing untuk mulai dikonsumsi secara rutin.

Daging putih

Selain daging merah, ada kategori daging lainnya juga yang dikenal sebagai sumber makanan berprotein tinggi. Makanan yang mengandung protein tinggi selanjutnya adalah daging putih. Daging putih merupakan daging yang dikenal berasal dari unggas. Salah satu pilihan daging putih terbaik adalah dada ayam karena termasuk makanan yang mengandung protein tinggi. Kandungan protein pada dada ayam lebih tinggi serta lemaknya lebih rendah dibanding bagian lainnya. 

Kacang-kacangan

Kacang termasuk makanan yang mengandung protein nabati yang baik untuk tubuh. Mengonsumsi kacang-kacangan dapat membantu memenuhi kebutuhan protein yang diperlukan untuk membangun otot dan tulang. Protein dalam kacang juga bisa membantu meningkatkan rasa kenyang. 

Selain dari tujuh makanan di atas, ada juga makanan yang mengandung protein lainnya untuk mendukung nutrisi harian, seperti brokoli, jagung, bayam, kembang kol, dan pakcoy.

Jumlah Protein Harian yang Harus Dipenuhi

Meski makanan yang mengandung protein tinggi baik untuk kesehatan anak, namun Ibu tetap harus mengontrol jumlah asupannya agar si kecil tidak kekurangan maupun kelebihan protein. Kekurangan protein dalam tubuh dapat terlihat dari beberapa tanda atau gejala, seperti rentan terkena infeksi, rambut rontok, tubuh lebih lama sembuh saat sakit, hingga bisa malnutrisi. Sementara, kelebihan protein juga tidak baik karena bisa memberikan efek samping terhadap kesehatan. Berikut jumlah asupan protein yang dianjurkan berdasarkan Permenkes No 28 Tahun 2019 Tentang AKG:

  • Anak usia 1 - 3 tahun: 20 gram/hari
  • Anak usia 4 - 6 tahun: 25 gram/hari
  • Anak usia 7 - 9 tahun: 40 gram/hari
  • Anak usia 10 - 12 tahun: 50 - 55 gram/hari
  • Remaja usia 13 - 18 tahun: 60 - 70 gram/hari
  • Orang dewasa dan lansia: 60 - 75 gram/hari 

Untuk mencukupi asupan nutrisi si kecil dari makanan yang mengandung protein, Ibu bisa menghadirkan susu sebagai asupan tambahan di samping makanan utamanya. Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ bisa menjadi pilihan tepat untuk memenuhi asupan 9 asam amino esensial (9AAE) secara lengkap agar mendukung tumbuh kembang si Kecil. Perlu Ibu ketahui bahwa jumlah asupan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) harus dipenuhi secara lengkap.

Sebab, jika kekurangan satu jenis asam amino esensial, maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian di National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen.

Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga mengandung 8 kombinasi nutrisi penting untuk mendukung kreativitas si Kecil, di antaranya DHA 4x lebih tinggi, omega 3, omega 6, minyak ikan, koli, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi yang penting untuk perkembangan otak si Kecil.

Tak hanya itu, susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga dapat mendukung daya tahan tubuh si Kecil karena di dalamnya terkandung 5 nutrisi penting lain, di antaranya zat besi, vitamin D3, zinc (seng), magnesium, dan vitamin C tertinggi yang dikombinasikan dengan kehebatan 9 Asam Amino Esensial (9AAE), serta diperkaya juga dengan serat inulin yang dapat mendukung kesehatan saluran cerna si Kecil.

Jika Ibu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan protein harian anak, misalnya karena si kecil tidak suka atau alergi terhadap jenis makanan yang mengandung protein, Ibu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui asupan nutrisi lain yang baik untuk menunjang tumbuh kembangnya

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz