Whatsapp Share Like Simpan

Tahukah Ibu bahwa manfaat cumi-cumi ternyata penting bagi tumbuh kembang anak? Apakah Ibu terpikirkan untuk membuat menu santapan kepada si kecil dengan bahan seafood? Ibu sangat bisa melakukan hal itu khususnya dengan bahan dasar cumi-cumi.

Selain memiliki cita rasa yang lezat, manfaat cumi-cumi bagi anak pun cukup banyak karena kandungan zat-zat gizi di dalamnya. Cumi-cumi juga cukup mudah ditemukan dan memiliki berbagai jenis.

Belum lagi teksturnya yang kenyal membuat cumi-cumi jadi salah satu makanan laut favorit. Ibu juga bisa mengolah cumi menjadi aneka masakan untuk santapan si kecil. Jika Ibu ingin memasak dalam waktu singkat untuk si kecil, sebaiknya pilih cumi berukuran kecil.

Kandungan Gizi Cumi-cumi

Satu porsi cumi-cumi mentah sebanyak 85 gram mampu menawarkan nutrisi sebagai berikut: 

  • Kolesterol: 198 mg
  • Protein: 13,2 gram 
  • Lemak tak jenuh tunggal: 0,09 gram
  • Lemak tak jenuh ganda: 0,4 gram
  • Lemak jenuh total: 0,3 gram
  • Berbagai vitamin: Vitamin B (B3, B6, B12), C, dan E
  • Berbagai mineral: Fosfor, magnesium, zinc, kalsium, dan zat besi.

Dalam jurnal Oseana (2018), manfaat cumi-cumi bisa diketahui dari kandungan protein lain yang tinggi, di mana cumi-cumi juga mengandung asam amino penting dan mineral seperti natrium, kalium, fosfor, kalsium, magnesium, dan selenium. Cumi-cumi juga merupakan sumber vitamin seperti vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B12, niasin, asam folat, serta vitamin larut lemak (A, D, E, K).

Artikel Sejenis

Di dalam cumi-cumi juga memiliki 18 jenis asam amino penting yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan asam amino tertinggi terdapat pada asam glutamat yaitu 2,12 g/100g, asam aspartat 1,503 g/100g, arginin 1,136 g/100g, dan lisin 1,164 g/100g.

Apakah Cumi-cumi Mengandung Kolesterol Tinggi?

Cumi-cumi sering disebut sebagai salah satu makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Namun, bagaimana faktanya? Melansir laman resmi Healthline, produk hewani seperti cumi-cumi memang termasuk sumber makanan berkolesterol tinggi, tetapi rendah lemak jenuh. 

Meskipun cumi-cumi termasuk makanan laut (seafood) yang rendah lemak jenuh, tetapi kandungan ini akan meningkatkan apabila Ibu mengolah cumi-cumi dengan cara digoreng, seperti calamari. Ibu pasti sudah tahu bahwa mengonsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan bisa meningkatkan kadar kolesterol ‘jahat’ dalam tubuh. 

Itulah sebabnya, proses pengolahan cumi-cumi sebenarnya juga berdampak besar terhadap kandungan kolesterol di dalamnya. Proses pengolahan yang kurang tepat inilah yang membuat makanan yang sebelumnya menyehatkan, justru menjadi kurang sehat. 

Oleh karena itu, meskipun cumi-cumi memiliki kandungan kolesterol yang tinggi, tetapi makanan laut (seafood) ini tetap boleh dikonsumsi oleh si Kecil sesuai dengan batas normal dan tidak berlebihan. Selain itu, Ibu juga perlu menyeimbangkan asupan nutrisi dari jenis makanan sehat dan bergizi lainnya agar tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. 

Ragam Manfaat Cumi-cumi

Dengan komposisi nutrisi yang ada pada cumi-cumi, manfaat cumi-cumi tentu sangat baik bagi tumbuh kembang si kecil. Untuk lebih jelasnya, Ibu bisa menyimak manfaat cumi-cumi berikut ini.

Manfaat cumi-cumi: Melindungi jantung

Manfaat cumi-cumi yang pertama adalah melindungi jantung si kecil di mana tubuh anak-anak membutuhkan B6 dan B12 untuk kesehatan saraf maupun darah untuk melindungi jantungnya. Nah, salah satu manfaat cumi-cumi adalah ini karena kandungannya.

Dikutip dari Pediatric Center of Round Rock, bahwa cumi-cumi kaya akan selenium, vitamin B2 (riboflavin) dan kolesterol yang merupakan makanan seimbang untuk anak-anak. Cumi-cumi merupakan sumber makanan laut kaya akan asam lemak tidak jenuh seperti EPA dan DHA.

Adanya manfaat cumi-cumi berkat kedua nutrisi tersebut diyakini mampu mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah, memperbaiki sel-sel yang rusak dan melindungi jantung anak sebagai antioksidan.

Manfaat cumi-cumi: Pembentukan sel darah merah

Manfaat cumi-cumi lainnya adalah mampu membantu pembentukan sel darah merah karena mengandung banyak protein dan sumber vitamin yang baik seperti vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B12, niasin, asam folat, serta vitamin larut lemak (A, D, E, K).

Selain itu, manfaat cumi-cumi lainnya karena cumi-cumi mengandung tembaga yang baik untuk pembentukan sel darah merah dan metabolisme zat besi, khususnya di tubuh anak.

Manfaat cumi-cumi: Membantu pertumbuhan tulang dan gigi

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa cumi-cumi mengandung jenis asam amino esensial seperti leusin, lisin dan fenilalanin yang diperlukan oleh tubuh anak-anak. Sehingga manfaat cumi-cumi berikutnya adalah membantu pertumbuhan tulang dan gigi si kecil.

Cumi-cumi memiliki jumlah natrium, kalium, kalsium, magnesium, selenium dan fosfor yang berlimpah. Sementara fosfor adalah zat yang merangsang kalsium, ini merupakan agen untuk pertumbuhan kerangka tulang dan gigi yang kuat. Itulah sebabnya, manfaat cumi-cumi juga penting untuk mendukung kesehatan tulang dan gigi si Kecil di masa mendatang. 

Manfaat cumi-cumi: Membantu melawan radikal bebas

Manfaat cumi-cumi untuk melawan radikal bebas didapatkan karena kandungan melanin pada tinta cumi-cumi bisa mengikat protein melalui asam amino yang mengandung sulfur. Tinta cumi-cumi dan dagingnya disebut dapat membantu anak mencegah dan melawan kanker. Pasalnya, kedua bagian cumi-cumi itu menyimpan banyak zat antioksidan.

Sedangkan, antioksidan dalam cumi-cumi dapat menangkal radikal bebas dengan meningkatkan efisiensi sel pembunuh. Oleh karena itu, manfaat cumi-cumi yang berasal dari tintanya pun akan sangat berguna sebagai alternatif pencegahan sel-sel kanker.

Manfaat cumi-cumi: Membantu membangun sistem kekebalan tubuh anak

Manfaat cumi-cumi juga sangat penting untuk membantu membangun sistem kekebalan tubuh si kecil, Bu. Hal ini karena cumi-cumi diperkaya dengan kandungan omega 3 dan zinc untuk membantu sistem kekebalan tubuh anak.

Hal ini tentunya sangat penting bagi si kecil yang masih dalam masa pertumbuhan untuk menangkal berbagai penyakit di usia dini.

Tips mengolah cumi-cumi

Setelah mengetahui manfaat cumi-cumi, Ibu juga bisa memerhatikan tips mengolah cumi-cumi berikut supaya manfaat cumi-cumi bisa Ibu dapatkan secara optimal.

  • Masaklah cumi-cumi dengan api besar dan jangan terlalu lama. 
  • Sebisa mungkin, hindari mengonsumsi terlalu banyak cumi yang digoreng tepung alias calamari.
  • Jika ingin mengolahnya sendiri, Ibu lebih baik memanggang atau memasaknya dengan teknik searing (dimasak dengan suhu yang tinggi). 
  • Untuk menambah cita rasa, Ibu bisa melumuri cumi yang sudah dimasak dengan air lemon. 
  • Ibu bisa membuat hidangan cumi renyah goreng digoreng. Gunakan tepung roti untuk melumuri potongan cumi, lalu pangganglah. Tepung roti akan memberikan tekstur renyah pada cumi-cumi.
  1. Pilih cumi yang masih segar

    Sebelum membeli cumi, pastikan kondisinya masih segar dan tidak busuk. Ciri-ciri cumi segar adalah matanya bening, berwarna cerah, permukaan kulit tidak rusak, dan tekstur daging padat dan kenyal.

    Perhatikan pula aroma dagingnya. Jika tercium bau amis yang berlebih, maka bisa dipastikan cumi tersebut tidak segar.

  2. Jangan menyimpan cumi terlalu lama 

    Agar si Kecil mendapatkan manfaat cumi-cumi yang lebih optimal, sebaiknya hindari menyimpan cumi terlalu lama karena akan membuat bau amis cumi semakin menyengat. Selain itu, tekstur cumi pun akan menjadi lembek dan berair. Sebaiknya, olah langsung cumi sesaat setelah dibeli.

  3. Cuci hingga bersih

    Agar bau amis pada cumi berkurang, cuci dengan air yang mengalir dan pastikan membuang tinta yang ada di dalam perut cumi. Agar mudah diolah, cabut tulang rawan yang menyerupai plastik di bagian dalamnya, lalu cuci kembali hingga bersih. 

  4. Lumuri dengan jeruk nipis atau jahe

    Setelah bersih, lumuri permukaan cumi dengan air jeruk nipis dan biarkan selama kurang lebih 5-10 menit. Zat asam yang terkandung dalam air jeruk nipis secara efektif dapat mengurangi bau amis pada daging cumi. Selain air jeruk nipis, Ibu juga bisa membubuhkan parutan jahe pada permukaan daging cumi agar bau amis hilang seketika. 

  5. Rebus beberapa saat

    Agar daging cumi tetap lembut dan tidak alot, Ibu bisa merebusnya sebentar. Rebus cumi selama kurang lebih 3-5 menit, angkat, lalu tiriskan di dalam air dingin. Cara ini akan membuat tekstur daging cumi semakin lembut dan empuk. 

Seperti yang Ibu ketahui, manfaat cumi-cumi cukup penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Manfaat ini bisa si Kecil dapatkan berkat kandungan protein di dalam cumi-cumi. 

Cumi-cumi memang termasuk sumber makanan protein hewani berkualitas yang memiliki kandungan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap. Asupan 9AAE ini penting dikonsumsi karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga harus didapatkan dari sumber protein berkualitas seperti cumi-cumi. 

Namun, sebenarnya bukan hanya cumi-cumi saja yang kaya akan protein, ada pula susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih yang bermanfaat bagi tumbuh kembang si Kecil. Ibu juga bisa mendapatkan asupan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) secara lengkap dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+.

Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga diperkaya dengan 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3, serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil kreatif, tangguh, dan percaya diri.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz