Whatsapp Share Like Simpan

Memantau perkembangan anak usia dini sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil di masa depan. Ada beberapa aspek, karakteristik, dan cara untuk memantau perkembangan anak usia dini yang bisa Ibu lakukan sejak si Kecil lahir dan dalam masa pertumbuhan. 

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), anak usia dini adalah anak yang berusia 0-8 tahun. Sementara, perkembangan anak usia dini adalah kemajuan yang dialami anak secara menyeluruh, mulai dari kemampuan fisik, sosial, dan emosional si Kecil. 

Mengapa perkembangan anak usia dini sangat penting untuk dipantau? Sebab, dua tahun pertama atau 1.000 hari pertama kehidupan anak sejak kelahirannya merupakan fase di mana otak si kecil berkembang secara pesat dan masih bisa berubah berdasarkan faktor yang dibentuk oleh orang tua hingga faktor lingkungan. 

Sebagai contoh, 80 persen pembentukan dan perkembangan otak akan terjadi di periode 1000 hari pertama kehidupan si Kecil, sehingga periode ini sering kali dianggap sebagai fondasi perkembangan anak usia dini agar tumbuh sehat, kuat, pintar, dan tinggi. 

Melansir laman idai.or.id, 1000 hari pertama kehidupan anak juga merupakan waktu yang tepat untuk pemulihan bila ada gangguan perkembangan. Menurut penelitian, ternyata angka gangguan yang dialami anak-anak akibat masalah gizi masih cukup tinggi dialami masyarakat Indonesia. Maka dari itu, penting bagi Ibu untuk mengoptimalkan perkembangan anak usia dini agar terhindar dari gangguan pertumbuhan yang dialami si Kecil. Lantas, apa saja aspek dan karakteristik perkembangan anak usia dini? 

Artikel Sejenis

Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Perkembangan anak usia dini akan lebih mudah dipantau jika Ibu menggolongkan aspeknya ke dalam empat kategori dasar, di antaranya: 

  • Perkembangan Fisik dan Motorik

    Perkembangan anak usia dini bisa dipantau dari pertumbuhan fisik dan motorik si Kecil. Pertumbuhan fisik memberikan si Kecil kemampuan untuk eksplorasi dan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Pertumbuhan fisik dimulai dari tulang dan otot tubuh yang sehat, sehingga pertumbuhan fisik dapat terlihat ketika tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala si Kecil bertambah. 

    Sedangkan, perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak si Kecil. Pada dasarnya, kemampuan motorik akan berkembang sejalan dengan kematangan sistem saraf dan otot. 

  • Kemampuan Berkomunikasi 

    Perkembangan anak usia dini juga perlu Ibu pantau dari kemampuan berkomunikasi si Kecil. Kemampuan ini berhubungan dengan kemahiran si Kecil dalam berbicara dan berbahasa. Untuk dapat berkomunikasi, si Kecil harus terlebih dahulu mempunyai dasar untuk mengutarakan sesuatu dan mengerti apa yang dimaksud oleh lawan bicara. Kemampuan berkomunikasi sangat penting untuk dilatih agar si Kecil dapat bersosialisasi dengan baik hingga dewasa. 

  • Kemampuan Kognitif 

    Perkembangan kognitif mengacu pada tahapan kemampuan si Kecil dalam memperoleh makna dan pengetahuan dari pengalaman serta informasi yang ia dapatkan. Perkembangan kognitif meliputi proses mengingat, pemecahan masalah, dan juga pengambilan keputusan. 

  • Kemampuan Sosial dan Emosional

    Perkembangan sosial dan emosional anak merupakan salah satu tahap tumbuh kembang anak untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengendalikan emosinya sendiri. Aspek perkembangan anak usia dini ini sangat penting untuk menjalin hubungan antara si Kecil dengan keluarga, teman, dan lingkungannya. 

    Supaya tumbuh kembang si Kecil optimal, keempat aspek perkembangan anak usia dini ini harus berjalan secara berdampingan. Sebaiknya, Ayah dan Ibu tidak hanya mengembangkan kemampuan si Kecil hanya di satu aspek saja. Semua aspek harus dioptimalkan secara tepat. 

Cara Mengoptimalkan Perkembangan Anak Usia Dini

Banyak faktor yang memengaruhi perkembangan anak usia dini, mulai dari asupan nutrisi, pola asuh, stimulasi, kasih sayang, dan faktor lingkungan. Semua faktor ini bisa Ibu optimalkan dengan beberapa cara berikut ini:

  1. Nutrisi

    Asupan nutrisi termasuk faktor yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak usia dini. Pemberian nutrisi yang berkualitas dapat menentukan kecerdasan, kesehatan, dan tumbuh kembang si Kecil hingga masa depan. Untuk bayi baru lahir hingga usia 6 bulan, dianjurkan untuk mengonsumsi ASI eksklusif, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya akan nutrisi. Asupan nutrisi ini meliputi protein, karbohidrat, lemak baik, serat, berbagai vitamin, dan mineral. 

    Salah satu nutrisi yang perlu dipenuhi sejak 1.000 hari pertama kehidupan si Kecil adalah 9 asam amino esensial (9AAE). 9 asam amino esensial (9AAE) merupakan bentuk sederhana dari protein yang dibutuhkan dan dapat diserap oleh tubuh secara optimal. Asupan 9 asam amino esensial (9AAE) sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga memerlukan asupan dari sumber protein berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. 

    Protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Ini karena protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Sementara, kebutuhan 9AAE harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal.

    9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Jika kekurangan satu jenis asam amino esensial, maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Hal ini dibuktikan juga dalam sebuah penelitian dari J.Nutr yang dipublikasikan oleh National Center for Biotechnology Information. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen. 

    Selain itu, dalam jurnal EBioMedicine yang dipublikasi oleh The Lancet menyebutkan bahwa masalah stunting pada anak berkaitan erat dengan kurangnya asupan asam amino esensial dalam tubuh. Penelitian ini menunjukkan pentingnya asupan 9 asam amino esensial (9AAE) agar perkembangan anak usia dini lebih optimal. 

    Pemenuhan asupan 9AAE bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ yang dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga diperkaya dengan 9 nutrisi penting lain, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. 

  2. Stimulasi

    Selain nutrisi, stimulasi (perangsangan) juga sangat penting untuk mengoptimalkan perkembangan anak usia dini. Sebagai contoh, si Kecil harus dilatih untuk merangkak, duduk, berdiri, dan berjalan sesuai dengan usia perkembangannya agar ia memiliki kemampuan motorik kasar yang baik.

    Begitu pula dengan kemampuan bahasa, tanpa stimulasi bahasa dengan mengajak si Kecil berbicara, ia tidak akan memiliki kemampuan bahasa yang baik. Stimulasi yang baik meliputi semua aspek, di antaranya kemampuan motorik kasar, halus, bahasa, kognitif, dan sosio emosional.

  3. Kasih sayang

    Kasih sayang orang tua juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak usia dini lho, Bu. Seorang anak harus memiliki hubungan emosional yang baik dengan orang tuanya. Oleh karena itu, Ayah dan Ibu harus membangun ikatan yang baik dengan cara menunjukkan kedekatan, perhatian, apresiasi, dan rasa kasih sayang secara langsung. Jika Ibu tak acuh dan tidak menunjukkan rasa kasih sayang kepada si Kecil, aspek emosionalnya dapat terganggu dan kedekatan orang tua dan si Kecil tidak akan tumbuh.

    Selain itu, faktor kebersihan dan imunisasi juga memengaruhi perkembangan anak usia dini. Kebersihan yang harus diperhatikan meliputi kebersihan si Kecil, orang tua, pakaian, kebersihan sumber air dan makanan, alat masak, dan kebersihan lingkungan (termasuk rumah). Sebab, hingga ini salah satu penyebab kematian anak terbesar diakibatkan oleh diare dan infeksi saluran napas yang sangat berkaitan dengan kebersihan.