Share Like
Simpan

Saat Ibu memutuskan untuk hamil setelah sekian lama menggunakan kontrasepsi, Ibu tentu ingin mengetahui bagaimana mempersiapkan kehamilan. Persiapan kehamilan setelah lepas kontrasepsi tergantung dari metode yang digunakan.

Untuk metode kontrasepsi hormonal, seorang ahli kandungan asal New York, Profesor Frank A. Chervenak, menganjurkan untuk menghabiskan pil kontrasepsi/pil KB selama satu siklus yang dikonsumsi lebih dulu, agar tidak terjadi perdarahan di luar siklus menstruasi. Cara kerja pil KB adalah menghambat matangnya sel telur atau ovulasi, sehinga menunda kehamilan. Oleh karena itu, agar Ibu dapat hamil, setelah menghabiskan satu siklus pil KB, hentikan mengonsumsi pil KB siklus yang baru. Selain itu, walau tidak diharuskan, upaya untuk hamil sebaiknya menunggu haid pertama setelah lepas kontrasepsi.

 

Pertengahan siklus menstruasi umumnya adalah masa ovulasi atau matangnya sel telur, sehingga berpotensi terjadi konsepsi atau kehamilan. Oleh karena itu, masa subur Ibu umumnya sekira dua minggu setelah Ibu berhenti mengonsumsi pil KB.

Bila Ibu tidak mendapat haid setelah lepas pil KB, kemungkinan Ibu telah hamil yang dapat dipastikan melalui tes kehamilan dan diulang seminggu kemudian apabila hasilnya negatif. Ada sebagian wanita yang dapat segera hamil setelah menghentikan konsumsi pil KB 1-2 minggu, namun ada pula yang hingga beberapa saat tidak mendapat haid dan hasil tes kehamilan negatif. Hal ini mungkin disebabkan oleh belum terjadi ovulasi atau lepasnya sel telur yang matang ke dalam rahim.

Kerja pil KB adalah menekan ovulasi dengan mengatur tingkat hormon dalam tubuh, sehingga hormon alami dalam tubuh tertekan dan mencegah ovulasi selama satu siklus. Saat Ibu mengonsumsi pil KB, periode haid tidak berjalan secara alami, melainkan diatur oleh hormon pil KB dan berlangsung selama 28 hari. Saat Ibu berhenti mengonsumsi pil KB, kadar hormon konstan yang menekan terjadinya ovulasi juga berhenti. Sejak itu pula, tubuh Ibu akan menghasilkan hormon yang biasanya ditekan oleh pil KB dan perlu beberapa waktu untuk penyesuaian kembali ke periode normal. Selain itu, indung telur perlu persiapan untuk pelepasan sel telur yang matang.

Waktu yang diperlukan untuk mulai proses ovulasi kembali setelah Ibu berhenti mengonsumsi pil KB sekira satu hingga tiga bulan. Kadang-kadang ovulasi dapat terjadi lebih cepat, tetapi dapat pula memerlukan waktu lebih lama. Dengan mendapat haid teratur setelah berhenti mengonsumsi pil KB, merupakan tanda bahwa ovulasi telah kembali normal. Jika Ibu belum mendapat haid tiga bulan setelah berhenti mengonsumsi pil KB atau siklus haid tidak teratur selama beberapa bulan, mungkin ovulasi belum kembali normal.

Bila Ibu mengunakan metode kontrasepsi intrauterine device (IUD), maka IUD harus dilepaskan saat Ibu telah siap untuk hamil. Pergilah ke bidan atau dokter untuk prosedur pelepasan IUD. Mungkin perlu beberapa saat terjadinya proses ovulasi dan kemungkinan Ibu hamil dapat lebih cepat terjadi.

Bila Ibu sukar memperkirakan apakah ovulasi telah kembali normal, Ibu dapat melakukan tes ovulasi sederhana dengan menggunakan alat tes kesuburan yang banyak dipasarkan di apotek. Selain itu, masa subur saat terjadi ovulasi umumnya ditandai dengan keluarnya lendir kental berwarna bening dari vagina. Ovulasi umumnya terjadi 14 hari setelah hari pertama haid, sehingga Ibu dapat memperkirakan masa ovulasi selanjutnya dan berupaya untuk hamil.

Kadangkala, setelah Ibu berhenti menggunakan kontrasepsi, kehamilan dapat terjadi sekira enam bulan hingga satu tahun. Ibu serta pasangan dapat berkonsultasi ke dokter untuk pemeriksaan dan mendapat bantuan lebih lanjut.