Jika produksi air susu Ibu (ASI) di kelenjar payudara lebih cepat dibandingkan dengan yang dikeluarkan (baik dengan cara menyusui maupun dipompa), air susu ini akan tetap terkumpul di dalam payudara. Aliran darah ke payudara pun, meningkat sehingga payudara pun menjadi bengkak, padat dan terasa nyeri. Kondisi ini lebih sering terjadi atau dialami oleh ibu-ibu yang baru melahirkan pertama kali dan biasanya agak lebih ringan pada ibu yang pernah menyusui sebelumnya.

Ibu perlu mengenali tanda-tandanya, apa saja?
• payudara terasa padat, bengkak dan terasa nyeri
• areola (bagian payudara yang berwarna hitam/kalang payudara) mengeras dan kadangkala disertai dengan puting susu yang mendatar
• bengkak dan nyeri kadangkala terasa hingga di bagian ketiak/bawah lengan
• mungkin kulit payudara juga terasa kencang, mengkilap dan terasa hangat saat disentuh

Payudara yang membengkak ini disebabkan oleh beberapa faktor. Sekira 2-6 hari setelah melahirkan, air susu yang terbentuk pertama kali (kolostrum) menjadi air susu yang matang. Jika air susu yang sudah dibentuk ini belum bisa dikeluarkan, maka payudara menjadi ‘penuh’ atau bengkak. Penyebab lainnya antara lain Ibu sedang bekerja dan tidak bisa menyusui bayinya tanpa memompa payudara, bayi tertidur sepanjang malam, bayi menolak menyusu, Ibu menyapih bayi tiba-tiba, dll.

Untuk mencegah terjadinya hal ini, sebaiknya susui bayi sesering mungkin atau saat bayi menginginkan, dan mempelajari bagaimana cara memompa air susu, baik secara manual maupun dengan pompa.


Bagaimana cara mengatasinya?
Bila air susu dapat mengalir keluar dengan lancar, maka dapat mencegah terjadinya tekanan di dalam payudara yang diakibatkan terbendungnya air susu. Ibu sebaiknya tahu bagaimana cara menyusui dengan baik dan benar. Jika bayi terlahir prematur, Ibu bisa memberikan ASI tanpa kendala dengan menggunakan pompa.

Cara lain mengatasi payudara bengkak adalah dengan memberikan kompres. Temperatur kompres dapat Ibu pilih sesuai kenyamanannya.
• Kompres hangat. Letakkan handuk hangat pada payudara atau berdiri di bawah aliran air hangat saat mandi. Lakukan selama beberapa menit.
• Kompres dingin dengan meletakkan es (yang dibungkus handuk bersih) selama kurang lebih 10-15 menit (atau senyaman Ibu), lalu secara perlahan pijatlah payudara. Jangan susui bayi saat payudara sedang dikompres dan tunggu sejenak setelah payudara dikompres.

Selain dengan kompres, Ibu bisa melakukan pijat payudara dengan gerakan melingkar dari bagian terluar payudara ke arah dalam (bagian areola dan puting). Gerakan ini diharapkan dapat mempelancar aliran air susu sehingga meredakan rasa penuh dan tidak nyaman pada payudara.

Dari hasil studi yang pernah dilakukan, daun kubis hijau mentah dapat menjadi alternatif atasi kondisi ini untuk membantu meredakan tersumbatnya payudara lebih cepat. Letakkan 1 helai daun ini di dalam bra pada masing-masing payudara (seperti membungkus payudara), biarkan selama kira-kira 20 menit (atau hingga daun melayu) dan lakukan 2 kali sehari.

Bila tidak diatasi
• bayi tidak bisa menyusu dengan benar, sehingga dapat menimbulkan luka pada puting
• saluran air susu akan tersumbat dan dapat menimbulkan infeksi kelenjar payudara (mastitis)
• suplai air susu pun berkurang
• Ibu bisa menjadi menyerah dan berhenti menyusui bayi

Kapan harus segera ke dokter?
IbuIbu sebaiknya segera hubungi dokter bila:
• demam (suhu > 37,54º C) dan/atau menggigil
• merasa lelah atau seperti flu
• payudara bengkak, kemerahan, nyeri, terasa hangat
• puting susu merah, retak, kebiruan atau mengeluarkan darah
• pembengkakan tidak kunjung reda