Share Like
Simpan

Halo Bu, bagaimana kabar si Kecil? Apakah masih mendapat asupan ASI? Sebagai salah satu bagian dari perawatan bayi, memenuhi kebutuhan nutrisi bayi lewat menyusui merupakan salah satu faktor terpenting untuk menjaga kesehatan si Kecil. Ngomong-ngomong soal menyusui, saya senang sekali karena kini banyak ruang menyusui yang disediakan di tempat publik. Jadi, jika si Kecil mulai rewel dan saya tengah enggan menyusui di ruang publik, saya dapat membawanya ke ruang menyusui.

Nah, seperti di fasilitas umum lainnya, memberi kebutuhan nutrisi si Kecil lewat ASI di ruang menyusui juga ada etikanya, Bu. Ini demi kenyamanan kita dan orang lain yang turut menggunakannya. Oleh karena itu, ada hal-hal yang harus Ibu perhatikan ketika menggunakan ruang menyusui.

  • Membawa peralatan sendiri

Saya sempat membaca peraturan pemerintah soal ruang menyusui, Bu. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Tahun 2013, ruang menyusui umumnya dilengkapi berbagai peralatan menyimpan ASI dan peralatan pendukung lainnya, seperti lemari pendingin, kursi atau sofa, cairan antiseptik, dan sebagainya. Saat menggunakan peralatan tersebut, sebaiknya Ibu membersihkannya terlebih dahulu, karena peralatan yang kotor tentu tidak baik untuk kesehatan si Kecil.

  • Mengunci pintu bilik

Jika ruang menyusui dilengkapi bilik berpintu, jangan lupa mengunci pintu tersebut sebagaimana Ibu mengunci pintu toilet umum saat menggunakannya. Ibu tak ingin diganggu saat sedang memberikan asupan nutrisi kepada si Kecil atau memompa ASI, bukan? Bagaimanapun juga, bagi Ibu yang masih merasa risi saat menyusui, mengunci pintu bilik dapat memberikan sedikit privasi.

  • Menjaga kebersihan ruangan

Ruang menyusui dibuat untuk digunakan bersama, Bu. Oleh sebab itu, sebaiknya bersihkanlah tempat dan alat yang Ibu gunakan saat memompa ASI atau menyusui si Kecil. Termasuk membersihkan cipratan ASI yang ada di meja, lantai, dan sekitarnya. Selain alasan kesehatan, ruangan tersebut siap digunakan kembali oleh yang lain. Bayangkan kalau Ibu akan menggunakan ruang menyusui dan tempat tersebut kotor oleh pengguna sebelumnya. Pasti tidak enak dan malas menggunakannya, bukan?

  • Gunakan waktu seefisien mungkin.

Apabila ukuran ruang menyusui tak terlalu besar atau memiliki bilik terbatas, ada baiknya untuk melakukan aktivitas ini seringkas mungkin. Oleh karena itu, u sahakan untuk menyelesaikannya dalam waktu sekitar 30 menit ya, Bu. Hal ini bertujuan agar orang lain yang ingin merawat bayinya tak terlalu lama mengantre dan ruangan tak penuh sesak.

  • Kurangi aktivitas yang tak perlu.

Sering kali, jika kita datang ke ruang menyusui bersama Ibu lain yang dikenali, ada keinginan untuk mengobrol atau sedikit berlama-lama, untuk sekadar mengisi keheningan dan membuat tubuh lebih santai. . Meski demikian, ketika memasuki ruang menyusui, ingatlah lagi apa tujuan berada di sana ya, Bu. Jangan sampai lupa waktu sehingga mengurangi kesempatan orang lain menggunakan ruangan tersebut. Selain itu, jangan sampai aktivitas di luar menyusui atau memompa ASI mengganggu Ibu menyusui lainnya yang ada di sana.

Bagaimana Bu, mudah bukan untuk menerapkan tips baik di ruang menyusui? Jika Ibu menggunakan ruang menyusui di mal atau gedung tertentu, jangan segan meminta bantuan penjaga ruang menyusui apabila diperlukan ya, Bu. Semangat terus merawat si Kecil terutama dalam memberikan ASI, ya!