Share Like
Simpan

Akhir-akhir ini, tingkah laku si Kecil makin menggemaskan deh, Bu, terutama ketika tiba waktu makan bersama saya dan suami. Bukannya lahap menyantap makanannya sendiri, ia justru tertarik dengan makanan yang saya pegang, seakan-akan ingin mencicipinya. Tak hanya itu, di usianya yang menginjak enam bulan ini, si Kecil jadi lebih sering lapar meskipun belum waktunya ia mendapat ASI. Melihat hal ini, saya jadi terpikir untuk mulai menyiapkannya dengan makanan pendamping ASI.

Menurut National Health and Medical Research Council Australia, Ibu bisa mulai memperkenalkan si Kecil kepada jenis makanan yang lebih padat di usia enam bulan. Salah satu tanda bahwa ia siap menerima MPASI adalah saat tubuhnya sudah bisa duduk tanpa disanggah dan mampu mengambil sesuatu untuk dimasukkan ke mulutnya. Jika si Kecil sudah memperlihatkan tanda-tanda ini, berarti ia siap memulai berkenalan dengan MPASI, Bu. Sebagai permulaan, Ibu bisa memperkenalkan beberapa jenis makanan berikut sebagai Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Wortel Kukus

Agar nutrisi si Kecil bertambah, Ibu bisa mulai memberikan sayuran saat tiba waktu makan. Cobalah untuk memberikan wortel yang telah dikukus cukup lama agar lebih lembut ketika dikunyah si Kecil.

Ubi Jalar Kuning

Jika Ibu ingin memberikan makanan bertekstur lembut yang mudah digigit oleh si Kecil, ubi jalar kuning bisa menjadi alternatif menu, lho. Caranya mengolahnya pun mudah, Ibu hanya perlu membersihkan kulit ubi kemudian kukus hingga lembut. Selain kaya manfaat, rasa ubi jalar kuning ini juga cukup manis sehingga mudah diterima oleh lidah si Kecil.

Jagung Manis

Rasa manis alami dari jagung manis yang telah dikukus sebelumnya bisa memberikan pengalaman rasa baru untuk si Kecil. Namun, mengingat ini adalah pengalamn pertama si Kecil berkenalan dengan menu MPASI, sebaiknya blender jagung terlebih dahulu sebelum disantap olehnya.

Alpukat

Si Kecil belum tumbuh gigi namun sudah saatnya diberi MPASI? Jangan khawatir, Ibu dapat memberikan ia alpukat untuk dikonsumsi. Tak hanya lembut untuk dikunyah dan ditelan, alpukat juga mengandung lemak baik yang bagus untuk pertumbuhan otak si Kecil, Bu.

Melon

Memperkenalkan sayuran kepada si Kecil juga bisa dibarengi dengan buah-buahan, Bu. Sebagai permulaan perkenalannya dengan buah, Ibu dapat memulainya dengan buah melon. Tekstur daging buah segar ini cukup lembut untuk si Kecil jika sudah matang dengan sempurna. Supaya lebih aman, Ibu bisa membantunya memegang bagian pinggir buah melon sembari mengajarkan ia untuk menggigit atau menyedot daging buah tersebut.

Pisang

Buah yang lunak ini mengandung kalium, fosfor, vitamin A dan asam folat yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil. Ibu dapat memberikan pisang yang sudah dikeruk isi buahnya karena pisang cukup licin digenggam. Jika si Kecil dapat menggenggam dengan baik, ibu dapat mulai memberikan pisang dalam bentuk potongan.

Menu Makanan di Rumah

Jika jenis makanan yang disebutkan di atas sedang tidak tersedia di rumah, Ibu tidak perlu khawatir. Si Kecil dapat ikut mencicipi menu makanan yang tersedia di rumah. Menu yang bervariasi juga dapat mencegah ia merasa bosan saat belajar makan MPASI. Satu hal yang perlu Ibu ingat, makanan MPASI hanya boleh dikukus atau direbus. Oleh sebab itu, sebagai menu khusus untuk si Kecil, coba pisahkan sedikit porsi masakan yang tidak mengandung MSG, garam atau gula, tidak digoreng, serta tidak bersantan. Selain itu, pastikan makanan yang dikonsumsi cukup lunak untuk si Kecil ya, Bu. 

Bagaimana Bu, apakah sudah siap mencoba memberikan berbagai variasi menu baru untuk si Kecil? Pastikan untuk tetap memerhatikan dan menemaninya saat makan supaya ia tidak tersedak, ya. Selamat mencoba, Bu!