Share Like
Simpan

Bu, agar bayi sehat, salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah gizi balita lewat asupan makanannya sehari-hari. Nutrisi balita inilah yang nantinya akan berpengaruh pada tumbuh kembang balita itu sendiri. Selain ASI, si Kecil harus dibantu menyantap MPASI kaya nutrisi supaya perkembangannya bisa maksimal ya, Bu. Salah satu MPASI yang pernah  menjadi pilihan saya adalah baso ayam. Hm, lezat, ya?

Mengapa baso ayam dipilih menjadi salah satu alternatif MPASI yang baik untuk memenuhi nutrisi balita? Baso ayam memiliki banyak kandungan baik untuk kesehatan si Kecil, khususnya protein hewani. Protein jenis ini memiliki struktur asam amino yang hampir sama dengan manusia, namun tubuh kita tidak bisa memproduksinya. Protein hewani memiliki susunan asam amino yang relatif lebih seimbang dan lengkap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.

Lebih dari itu, beberapa penelitian mengatakan protein hewani memiliki keunggulan lebih mudah dicerna ketimbang protein nabati. Apa manfaat protein hewani itu sendiri bagi si Kecil? Ini dia beberapa di antaranya:

  • Bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel tubuh si Kecil yang rusak dan pertumbuhan sel-sel tubuh itu sendiri.
  • Berfungsi untuk membantu pembentukan plasma kelenjar, hormon dan enzim.
  • Dapat menjadi cadangan energi jika kebutuhan nutrisi balita khususnya karbohidrat sebagai sumber energi tidak mencukupi.
  • Berguna untuk menjaga keseimbangan asam basa darah.
  • Protein merupakan penyusun bagian-bagian besar organ tubuh, seperti rambut, jantung, otot, kulit, paru-paru, otak dan lain sebagainya. 

Nah, supaya si Kecil sehat dan nutrisinya tercukupi, biasanya saya lebih suka membuat baso ayam sendiri di rumah, daripada membeli yang sudah jadi di supermarket. Banyak resep lezat untuk membuat baso ayam sendiri di rumah. Salah satu resep favorit saya untuk mengolah baso ayam sebagai MPASI yang bisa memenuhi kebutuhan gizi si Kecil adalah baso ayam oat berikut ini:

Bahan yang digunakan:

  • 3 sdm daging ayam giling.
  • 5 sdm tepung oat.
  • 1 siung bawang merah dihaluskan.
  • 1 siung bawang putih dihaluskan.
  • Keju cheddar, potong menjadi kotak kecil untuk isian.
  • Daun bawang dan daun seledri secukupnya.
  • Brokoli dicincang halus.
  • Bayam merah, iris kasar.
  • Garam secukupnya.

Cara membuat:

  1. Campur ayam, brokoli, bayam merah, tepung oat , bawang merah dan putih, seledri dan daun bawang, lalu tambahkan garam dan air secukupnya. Aduk sampai tercampur rata.
  2. Bentuk bulat-bulat dan selipkan keju di tengah adonan baso ayam. Saat membentuk baso, biasanya saya mengajak si Kecil untuk ikut serta, Bu. Selain mengenalkannya cara memasak, aktivitas ini juga bagus untuk melatih motorik halusnya. Menarik, bukan?
  3. Kemudian, masukkan butiran baso ke dalam air mendidih, rebus hingga mengapung, sebagai tanda bahwa baso sudah matang. Air rebusan baso ayam juga bisa dibuat sup sekalian lho, Bu.

Selain ayam broiler, saya juga dulu sering menggunakan ayam kampung sebagai pilihan. Namun, yang harus diperhatikan adalah sebaiknya Ibu tidak menggunakan penyedap rasa untuk membumbui baso ayam demi kesehatan balita ya, Bu. Jika si Kecil belum dapat mengunyah tekstur kasar, Ibu bisa menghaluskan baso yang sudah matang dengan cara menekan-nekannya menggunakan sendok atau garpu. Selamat mencoba dan semoga nutrisi balita Ibu selalu terpenuhi!