Share Like
Simpan

Apakah si Kecil termasuk tipe pendiam, penurut, atau malah susah diatur? Hm… Setiap anak memang memiliki karakternya masing-masing yang tidak bisa dibanding-bandingkan dengan anak lainnya karena hal ini berkaitan dengan kondisi psikologi anak.

Bukan hal yang mudah untuk menjadi orang tua, apalagi jika si Kecil susah diatur. Terkadang kita sulit untuk mengerti dan memahami apa yang dia inginkan sehingga Ibu perlu memahami psikologi anak agar dapat menciptakan hubungan harmonis dengan si Kecil. 

Berikut tips yang bisa Ibu lakukan untuk memahami psikologi anak agar tercipta hubungan harmonis dengan si Kecil.

1. Berusaha memahami tipe emosional anak 

Si Kecil mungkin punya sifat tidak sabaran, namun sebenarnya ia bisa lebih sabar apabila diberi pengertian dengan lembut. Oleh karena itu, pahami tipe emosional anak dan jangan berikan amarah atau tindak kekerasan ketika si Kecil sudah terlihat mulai emosi. Berikan ia pengertian atau cari cara lain agar emosinya tidak bertambah buruk dari waktu ke waktu.

2. Libatkan diri Ibu 

Ibu meluangkan waktu lebih banyak bersama dengan buah hati agar menjadi akrab. Waktu yang dihabiskan bersama si Kecil membuat Ibu terlibat dalam kehidupannya, sehingga si Kecil juga akan merasa nyaman saat harus bercerita pada Ibu sehingga masalah yang tengah dihadapinya bisa dipecahkan bersama-sama. 

3. Dengarkan pendapat anak 

Bukan Ibu saja yang ingin didengarkan oleh si Kecil, bahkan si Kecil pun juga menginginkan Ibu mendengarkan dan memahami apa yang mereka inginkan. Jangan mendengarkan sebagai syarat saja, namun dengarkan dengan baik, berikan respons, dan pikirkan penyelesaiannya jika si Kecil mempunyai masalah. Beberapa orang tua mungkin menganggap cerita anak mereka tidak penting dan hanya mendengarkan sambil lalu. Sementara itu, anak mengetahui bahwa mereka tidak didengarkan dan mulai menjauh dari orang tua. Ketika hal ini terjadi, maka orang tua sudah salah langkah dalam memahami psikologi anak. 

 4. Ibu selalu ada untuk anak-anak  

Selain memantau perkembangan anak, Ibu juga perlu mengikuti perkembangan anak lainnya seperti mengetahui berbagai aktivitas yang mereka lakukan baik di rumah maupun lingkungan di luar rumah. Tidak hanya itu, sebaiknya Ibu perlu mengetahui apa yang sedang mereka sukai bahkan nama teman-teman main mereka. Dalam perkembangannya si Kecil selalu membutuhkan Ibu. Di sinilah peran penting Ibu untuk masa tumbuh kembang psikologi anak, karena yang mereka inginkan adalah agar Ibu bisa selalu ada dan hadir.

5. Jangan menyerah 

Walaupun terkadang si Kecil sulit untuk mendengarkan kritik dan saran, tetaplah memberikan masukan demi kebaikan mereka. Sekilas si Kecil terlihat pasif, tidak mendengarkan atau tidak mau menerima masukan, namun jangan salah karena sikapnya ternyata jauh lebih aktif dalam beberapa hal yang mereka dengar dari Ibu. Jangan pernah berhenti dan bosan untuk memberikan nasihat untuk anak karena lambat laun mereka akan menerima segala masukan yang Ibu berikan. 

Sesibuk apapun Ibu, selalu sediakan waktu khusus buat si Kecil. Buatlah ia nyaman menceritakan semua hal kepada Ibu. Dengan demikian, Ibu akan lebih mudah memahami dan mengenal psikologi anak agar hubungan dengan si Kecil menjadi harmonis. Selamat mencoba!