Share Like
Simpan

Sewaktu saya dan suami memeluk si Kecil yang baru lahir, perasaan senang dan haru langsung bercampur aduk. Betapa bersyukurnya kami atas kehadiran si Mungil ini setelah penantian yang cukup lama. Namun, di saat yang bersamaan, ada keraguan yang juga terlintas di pikiran saya. Apakah mungkin saya masih bisa berkarier setelah memiliki si Kecil?

Ya, saya dan suami memang termasuk orang yang menyukai kesibukan di kantor. Itulah sebabnya saya sempat merasa khawatir. Di satu sisi, saya ingin sekali menjadi seorang Ibu yang mengurus si Kecil tanpa bantuan pengasuh. Namun di sisi lain, saya juga menyukai pekerjaan saya. Syukurlah, saya bisa bertukar pikiran dan mendapatkan banyak nasihat yang mencerahkan dari kerabat dan teman.

Menjadi seorang Ibu ternyata bukan sebuah halangan untuk tetap aktif bekerja. Jika kita memiliki komitmen tinggi dan tekad yang kuat, segalanya tetap bisa berjalan dengan seimbang. Nah, pada kesempatan ini, saya ingin berbagi kepada Ibu tips yang bisa dicoba ketika memutuskan menjadi ibu bekerja sekaligus memiliki anak.

  • Berdamai dengan Keadaan

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menerima segala konsekuensi dari keputusan yang sudah kita ambil dengan lapang dada. Buang jauh-jauh perasaan bersalah karena meninggalkan si Kecil di rumah dan mulailah memikirkan sisi positif dari keputusan ini. Apalagi jika suami juga mendukung keputusan Ibu. Coba bayangkan Bu, jika kita dapat memberi penghasilan tambahan untuk keluarga, kita dapat memberi banyak manfaat untuk si Kecil, seperti menabung lebih banyak untuk biaya pendidikan si Kecil, menyediakannya fasilitas kesehatan yang memadai, dan masih banyak lagi.

  • Ciptakan Rutinitas yang Teratur

Bu, menjalani kegiatan sehari-hari secara konsisten itu penting. Jika rutinitas harian berjalan teratur, kita pun akan merasa lebih ringan menjalaninya. Fokus pada jam kerja. Usahakan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan di kantor dan tak membawanya ke rumah. Disiplin dalam berbagi tugas rumah tangga dengan suami juga amat membantu lho, Bu.

  • Terhubung Setiap Saat

Luangkan waktu untuk mengakrabkan diri dengan si Kecil di rumah, baik di pagi sebelum Ibu berangkat ke kantor maupun di malam sebelum ia tertidur. Selain itu, Ibu bisa mengecek keadaannya secara rutin melalui telepon selama jam kantor. Sekadar menyapa dan mengajaknya bercanda lewat telepon bisa sangat bermanfaat untuk mempererat hubungan emosional dengan si Kecil, Bu.

  • Luangkan Waktu Khusus

Meskipun banyak hal yang harus kita kerjakan, berusahalah untuk selalu meluangkan waktu untuk berbagai aktivitasnya. Tak hanya bermain dan berwisata bersama si Kecil, Ibu juga bisa menjadwalkan untuk menghadiri pertunjukan seninya di sekolah ataupun pertandingan olahraga yang ia ikuti.

Nah, kira-kira itulah beberapa hal yang bisa saya bagi seputar menyeimbangkan karier dan membimbing si Kecil. Tak lupa, dukungan orang-orang terdekat juga merupakan elemen penting untuk menjaga keseimbangan hidup. Selamat mencobanya, Bu!