Share Like
Simpan

Ibu tentu sering mendengar bahwa asupangizi Ibu hamil harus dipenuhi. Salah satu caranya adalah mengonsumsi sejumlah makanan yang penuh nutrisi, seperti Kalsium, Asam Folat, dan nutrisi lainnya. Saya seringkali diingatkan untuk meningkatkan Kalsium dalam tubuh. Padahal Bu, pada awalnya, saya kurang paham fungsi Kalsium bagi Ibu hamil dan seberapa banyak harus mengonsumsinya. Oleh sebab itu, saya mencari sejumlah informasi terkait berikut ini.

Apakah Kalsium Penting untuk Ibu Hamil?

Jawabannya iya, Bu! Menurut artikel American Pregnancy Association yang saya baca, Kalsium dibutuhkan untuk pembentukan dan perkembangan tulang, mendukung sistem saraf, serta memperlancar peredaran darah. Kalsium juga berguna untuk pertumbuhan gigi dan tulang janin. Bila Ibu hamil tidak mengonsumsi cukup Kalsium, risiko terkena osteoporosis dan hipertensi lebih tinggi. Ini disebabkan janin akan mengambil kebutuhan Kalsium langsung dari tulang Ibu ketika tidak ada asupan Kalsium yang cukup.

Apakah Harus Konsumsi Kalsium Sebanyak-Banyaknya?

Tidak, Bu. Apa pun yang berlebihan akan tidak baik untuk tubuh Ibu. Dari sejumlah artikel medis yang saya baca, Ibu hamil dan menyusui yang berusia 19-50 tahun harus mengonsumsi 1.000 mg Kalsium per hari, sedangkan Ibu hamil yang berusia di bawah 18 tahun harus mengonsumsi 1.300 mg Kalsium per hari. Namun, konsumsi ini tidak hanya berlangsung saat masa kehamilan. Ibu tetap harus mendapat asupan Kalsium sesudah melahirkan. Itu sebabnya penting sekali Ibu rutin meminum susu, seperti Frisian Flag Mama. Kandungan Kalsium, Protein, Serat Pangan, Asam Folat, dan Zat Besi yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Ibu dan janin.

Apa Kalsium Hanya Ada Dalam Susu?

Bagi Ibu yang alergi susu, tidak perlu khawatir akan kekurangan Kalsium. Sejumlah bahan makanan sehat untuk Ibu hamil juga kaya akan Kalsium. Pertama-tama, Ibu bisa mengakalinya dengan memilih produk olahan susu, seperti keju, es krim, dan yoghurt. Lalu, Ibu bisa mencampurnya dengan bahan favorit, misalnya pasta atau daging giling. Beberapa jenis makanan juga mengandung Kalsium, yaitu brokoli, bokcoy, jeruk, kacang merah, salmon, dan udang. Ibu cukup membuat kreasi makanan dari bahan-bahan tersebut dan mengatur porsinya.

 

Bagaimana Bu, sudah pahamkah informasi seputar Kalsium untuk gizi Ibu hamil? Selain dari bahan makanan yang sudah disebutkan sebelumnya, Ibu juga bisa menambah Kalsium dari suplemen. Namun, ini harus melalui pengawasan dokter kandungan. Jadi, ayo Bu, segera cukupi kebutuhan Kalsium Ibu!